Purwakarta — Regenerasi kepengurusan menjadi kata kunci dalam Musyawarah Anggota Unit Kerja (Musnik) III Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (SP TSK) SPSI PT Win Textile yang digelar di Aula DPC SPSI Purwakarta, Minggu, 19 Juli 2026, Forum ini menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan Perangkat Unit Kerja (PUK) periode 2022-2026 sekaligus penetapan nakhoda baru untuk periode 2026-2030.
Musnik yang mengagendakan sidang demisioner dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama ini berlangsung khidmat sekaligus sarat makna emosional, mengingat forum tersebut juga menjadi ajang serah terima estafet perjuangan buruh di lingkungan PT Win Textile. Ratusan anggota memadati Aula DPC SPSI Purwakarta untuk menyaksikan momen pergantian kepemimpinan yang menjadi agenda rutin organisasi setiap empat tahun sekali.
Agung Muslim Ginanjar Terpilih, Dilantik Ketua PC
Melalui mekanisme musyawarah anggota, Agung Muslim Ginanjar dinyatakan terpilih sebagai Ketua PUK SP TSK SPSI PT Win Textile untuk periode 2026-2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PC FSP TSK SPSI Purwakarta, Rahmat Saepudin, S.H., yang hadir sekaligus memberikan amanat organisasi kepada seluruh peserta Musnik.
“Ini Bukan Akhir, Ini Regenerasi” — Amanat Ketua PC
Dalam sambutannya, Rahmat Saepudin membuka amanat dengan menyampaikan penghormatan kepada jajaran pengurus PUK periode 2022-2026.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan pengurus periode 2022-2026,” ujarnya di hadapan peserta Musnik.
Ia lalu menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru saja ditetapkan, sekaligus menitipkan pesan bagi para kader yang belum berkesempatan menduduki kursi kepengurusan.
“Selamat bertugas kepada pengurus terpilih periode 2026-2030. Dan siapa pun yang tidak terpilih, jangan berkecil hati, karena ini bukan akhir, tapi ini adalah proses regenerasi dan kaderisasi yang memang harus terjadi dalam sebuah organisasi,” tegasnya.
Rahmat menutup amanatnya dengan pesan langsung kepada seluruh pengurus baru.
“Kepada rekan-rekan yang menjadi pengurus, harus melaksanakan tugas dan amanat organisasi dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Sambutan Ketua Terpilih: Ajakan Melanjutkan Perjuangan
Menanggapi kepercayaan yang diberikan anggota, Agung Muslim Ginanjar dalam sambutan perdananya sebagai Ketua PUK terpilih turut menyampaikan penghormatan kepada para pendahulunya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus periode 2022-2026 atas segala dedikasi dan perjuangan yang telah dirintis selama ini. Apa yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya akan menjadi pijakan bagi kami untuk melanjutkan perjuangan ke depan,” ujar Agung.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus baru untuk bersama-sama mengemban amanat organisasi dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan tugas saya sendiri, melainkan tugas kita bersama. Saya mengajak seluruh pengurus yang telah dipercaya untuk sama-sama melanjutkan estafet perjuangan buruh di PT Win Textile, dan melaksanakan amanat organisasi dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agung menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas internal organisasi pascaproses pemilihan.
“Proses Musnik ini sudah selesai, dan hasilnya harus kita terima bersama sebagai keputusan organisasi. Saya mengajak seluruh anggota untuk tidak membiarkan perbedaan pilihan dalam Musnik ini menjadi bibit perpecahan. Mari kita rapatkan barisan, karena kekuatan serikat pekerja hanya bisa terjaga jika kita bersatu, bukan terpecah,” ujarnya.
Agung menutup sambutannya dengan menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kepentingan anggota serta merangkul seluruh elemen organisasi selama masa kepengurusannya.
Babak Baru Perjuangan Buruh PT Win Textile
Dengan ditetapkannya kepengurusan baru, PUK SP TSK SPSI PT Win Textile kini memasuki babak baru dalam mengawal hak-hak pekerja untuk empat tahun ke depan. Semangat kaderisasi yang digaungkan dalam Musnik III ini diharapkan menjadi fondasi keberlanjutan organisasi, sekaligus bukti bahwa roda perjuangan serikat pekerja terus bergerak dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Musnik III ini juga menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan di tubuh serikat pekerja bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum konsolidasi organisasi menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang di sektor tekstil, sandang, dan kulit.
















