• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Minggu, 12 Juli 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau kesiapan venue PORPROV XV Tahun 2026 di Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-DPRD Jabar

    Pastikan PORPROV XV 2026 Optimal, DPRD Jabar Buka Peluang Tambah Anggaran di APBD Perubahan

    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau kesiapan venue PORPROV XV Tahun 2026 di Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-DPRD Jabar

    Pastikan PORPROV XV 2026 Optimal, DPRD Jabar Buka Peluang Tambah Anggaran di APBD Perubahan

    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Peristiwa

Apa yang Terjadi pada Blackout Sumatera? Dua Hari Gelap Gulita

Raka Purnama by Raka Purnama
26 Mei 2026
in Peristiwa
Foto udara memperlihatkan sebagian wilayah di Kota Padang, Sumbar, Selasa (4/6/2024) malam, mengalami pemadaman listrik. ANTARA/Fandi Yogari via Tirto.id

Foto udara memperlihatkan sebagian wilayah di Kota Padang, Sumbar, Selasa (4/6/2024) malam, mengalami pemadaman listrik. ANTARA/Fandi Yogari via Tirto.id

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Jika ada penghargaan untuk simulasi bertahan hidup paling niat di era modern, masyarakat Sumatera bagian utara (Sumbagut) pantas naik podium minggu ini. Sejak Jumat, 22 Mei 2026 petang, jutaan warga di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Jambi dipaksa mengikuti digital detox jalur mandiri. Bukan karena kesadaran spiritual, melainkan karena sistem kelistrikan kita sukses mempersembahkan sebuah mahakarya berjudul: Blackout Total.

Bagi warga kelas menengah di Jakarta, mati lampu satu-dua jam mungkin cuma sekadar bahan update status dengan caption keluhan estetis. Tapi kalau matinya sampai dua hari dua malam di hamparan pulau sebesar Sumatera? Itu bukan lagi insiden teknis. Itu simulasi kiamat kecil yang membedah betapa rapuhnya urat nadi kehidupan kita jika tidak disusui oleh setrum.

BACA JUGA

Anggota DPR Desak Pencabutan Izin “Taksi Hijau” Imbas Kronologi Maut di Stasiun Bekasi Timur

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur, KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

Ketika listrik padam total, efek dominonya jauh lebih mengerikan dari sekadar kipas angin yang berhenti berputar. Jaringan telekomunikasi langsung sekarat. Lampu lalu lintas mati berjemaah, menyulap persimpangan jalan menjadi arena adu mekanik antar-pengendara yang berujung stagnan berjam-jam.

Di tengah kekacauan, selalu ada ruang untuk absurditas khas warga +62. Lini masa media sosial sempat diramaikan oleh kisah nekat seorang warga yang membawa blender ke dalam bilik ATM. Tujuannya sangat mulia: numpang colok listrik demi menggiling bumbu dapur. Sebuah inovasi bertahan hidup yang membuktikan bahwa urusan perut tak bisa disuruh pending menunggu evaluasi.

Ada pula cerita ibu-ibu yang terpaksa check-in hotel dadakan demi menyelamatkan bayinya yang menangis semalaman menahan gerah. Sementara di luar sana, warga berburu lilin dari warung ke warung hingga komoditas sumbu ini ludes seketika.

Di level akar rumput, padamnya listrik ini bukan cuma soal gelap, tapi soal isi dompet yang diperas habis-habisan.

Para peternak dan petambak menjerit ngeri. Ayam-ayam mati kepanasan di kandang, ikan-ikan mengapung pasrah di kolam karena mesin aerator mogok kerja. Di Deli Serdang, ibu-ibu harus merelakan stok pangan segar—daging, ikan, buah, sayur—berakhir di tong sampah karena membusuk di dalam kulkas setelah 24 jam tak tersentuh listrik.

”Kalau dihitung kerugian orang per orang akibat padam listrik di Sumatera bagian utara,” kata ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Murbanto Sinaga, Senin (25/5/2026), ”nilainya pasti sangat-sangat besar.”

Dunia usaha, baik raksasa maupun gurem, sama-sama babak belur. Dunia industri, khususnya pabrik karet remah, terpaksa berhenti beroperasi. Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, memberikan gambaran betapa pusingnya para pengusaha saat dipaksa memilih antara mesin yang mati atau biaya yang membengkak karena solar industri menyentuh angka Rp 30.000 per liter.

”Saat ini, harga solar industri juga sedang meroket. Beberapa pabrik memilih berhenti beroperasi sepanjang Sabtu (23/5) untuk menghindari kerugian yang semakin dalam,” kata Edy.

Namun, dari semua kerugian materi itu, ada realitas yang jauh lebih menyesakkan dada. Di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dua pegawai toko meninggal dunia dan dua lainnya kritis. Di Sumatera Barat, dua remaja juga menjemput ajal. Penyebabnya sama: keracunan asap genset. Mereka hanya ingin menerangi malam dan menyambung hidup, namun justru maut yang datang dari balik kepulan asap mesin berbahan bakar itu.

Lalu, apa kata pemerintah dan PT PLN (Persero) tentang penderitaan massal ini?

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN, Edwin Nugraha Putra, tampil dengan penjelasan teknis. Menurutnya, dua koridor SUTET yang menyuplai daya dari Sumatera bagian selatan ke utara putus total pada Jumat pukul 18.44 gara-gara—silakan tebak—diduga karena cuaca buruk. Ya, cuaca buruk selalu menjadi kambing hitam favorit.

PLN mengklaim mereka sudah bekerja keras. Pada Minggu (24/5/2026) pagi, listrik diklaim sudah menyala semua, meski akhirnya pemadaman bergilir tetap dilakukan karena masih kurang pasokan 200-300 megawatt. Alasannya, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) butuh waktu panjang untuk pemanasan.

”PLTU yang menggunakan batubara bisa beroperasi lagi setelah 20-30 jam,” kata Edwin menjelaskan situasinya.

”Pada Senin ini, pembangkit besar seperti PLTU Pangkalan Susu di Langkat sudah beroperasi dan masuk ke sistem.”

Untuk masa depan, PLN berjanji akan menggunakan perangkat sinar inframerah guna mengecek kondisi kabel transmisi. Kalau kabelnya retas dan suhunya beda, akan ketahuan.

Terdengar sangat canggih dan meyakinkan. Tapi, meminjam kacamata Murbanto Sinaga, tragedi ini menunjukkan borok manajemen krisis yang sangat fatal.

”Kita bisa melihat bahwa pemerintah jelas tidak siap mengatasi persoalan seperti blackout listrik Sumbagut,” tegas Murbanto.

Tragedi ini terlalu mahal jika hanya menguap menjadi catatan kaki evaluasi tanpa ada perubahan drastis. Pemerintah memang harus mengambil tindakan darurat. Dan seperti yang diperingatkan oleh Murbanto, ”Selain itu, langkah jangka panjang juga harus disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.”

Sebab pada akhirnya, kerugian ekonomi pabrik dan UMKM mungkin perlahan bisa ditambal, tapi nyawa warga yang melayang karena asap genset di tengah kegelapan, selamanya tak akan pernah bisa dihidupkan ulang.

Tags: BlackoutListrikPLNSumatera
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Taksi hijau yang terlibat tabrakan maut kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa
Sekilas

Anggota DPR Desak Pencabutan Izin “Taksi Hijau” Imbas Kronologi Maut di Stasiun Bekasi Timur

29 April 2026
Menhub Dudy yang turun langsung ke lokasi di Bekasi Timur memastikan seluruh proses evakuasi dilakukan secara optimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait. (Foto: BKIP Kemenhub)
Sekilas

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur, KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

28 April 2026
Pengunjuk rasa melemparkan karung ke arah polisi saat unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO via Kumparan
Sekilas

Demo Berujung Ricuh, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Samarinda?

22 April 2026
Ke-16 anggota grup chat mahasiswa FH UI diduga pelaku pelecehan seksual. Gambar: Tangkapan Layar/TikTok
Sekilas

Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa FH UI

14 April 2026
TNI Tahan 4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
Sekilas

Puspom TNI Amankan 4 Personel Atas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

18 Maret 2026
Pasar Rebo Purwakarta Kebakaran - dok. pribadi
Sekilas

Pasar Rebo Purwakarta Diamuk Si Jago Merah, Api Diduga Muncul Sejak Dini Hari

24 Februari 2026
Next Post
BGN

Prabowo Rombak Kepemimpinan BGN, Istana Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

  • kos

    Tips Nego Harga Kos yang Ampuh dan Sopan, Biaya Hidup Jadi Hemat di Perantauan

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • 15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
  • Proyek Giant Sea Wall, Pantura Bakal Jadi Prioritas

    658 shares
    Share 263 Tweet 165
  • Wisata Alam Curug 7 Gunung Kujang Subang Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan