Sineas Tanah Air kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Film garapan sutradara Ismail Basbeth, Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (RBMT), resmi melenggang dan terpilih untuk berlaga di kompetisi utama ajang bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.
Karya sinematik yang mengusung judul internasional My Own Last Supper ini tak tanggung-tanggung memborong tujuh kategori kompetisi sekaligus di ajang tersebut, yakni:
- Best Feature
- Best Director
- Best Actor
- Best Actress
- Best Screenplay
- Best Cinematographer
- Best Outstanding Artistic
Menyikapi kabar gembira tersebut, Produser RBMT yang juga menjabat sebagai CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF,” kata Nugroho Dewanto dalam siaran tertulis yang dirilis Antara, Jumat.
Ajang SIFF yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 21 Juni 2026 mendatang ini sekaligus akan menjadi panggung pemutaran perdana dunia (world premiere) bagi film RBMT. Sebelumnya, embrio proyek film ini telah lebih dulu diperkenalkan kepada publik pada ajang Asian Content and Film Market (ACFM) di Busan Internasional Film Festival tahun 2025 lalu.
Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji, RBMT menyuguhkan drama emosional yang berpusat pada tokoh Encek. Ia adalah seorang pria paruh baya keturunan Tionghoa yang memendam luka trauma, baik secara psikologis maupun politik, imbas dari identitas etnis yang disandangnya di Indonesia.
Melalui perjalanan Encek, penonton akan diajak menyelami realitas kehidupan serta pergolakan batin yang kerap dihadapi kelompok minoritas. Sang sutradara, Ismail Basbeth, menjelaskan bahwa film ini membawa misi mendalam terkait memori kolektif.
“Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya,” ujar Basbeth.
Secara ensambel peran, RBMT bertabur bintang dengan menghadirkan deretan aktor kawakan tanah air seperti Ferry Salim, Melissa Karim, hingga Verdi Soleiman. Menariknya, layar lebar ini juga menjadi panggung debut akting bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, serta sosok akademisi yang kerap disorot publik, Rocky Gerung.
Setelah melangsungkan debut dunianya di Shanghai, penikmat film Tanah Air tidak perlu menunggu terlalu lama. Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang dijadwalkan akan segera menghiasi layar bioskop-bioskop di Indonesia pada penghujung tahun 2026 mendatang.
















