• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Sabtu, 31 Oktober 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash

    Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash

    Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Berita
  • Feature
  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Esai

Fenomena Pinjaman Online dan Gaya Hidup Konsumtif dalam Perspektif Stoikisme

Laura Shelomita Sihombing by Laura Shelomita Sihombing
4 Agustus 2026
in Esai, Gaya Hidup
Ilustrasi Pinjaman Online - Gambar (Magnific/rawpixel.com)

Ilustrasi Pinjaman Online - Gambar (Magnific/rawpixel.com)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

“Diskon berakhir malam ini!”, “Beli sekarang, bayar nanti!”, atau “Cicilan mulai Rp0”.

Pesan-pesan persuasif dari platform e-commerce kini telah menjadi bagian dari keseharian konsumen. Narasi promosi yang dirancang secara strategis, khususnya menjelang akhir bulan atau saat timbul impuls berbelanja, efektif memicu keputusan bertransaksi dalam waktu singkat.

BACA JUGA

Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

Kalimat-kalimat provokatif itu hampir setiap hari berseliweran di layar ponsel kita. Pemasaran layanan pinjaman online berulang kali menawarkan kemudahan aksesibilitas serta pemenuhan kebutuhan finansial secara instan. Kemudahan akses pinjaman online (pinjol) dan fitur Buy Now, Pay Later (BNPL) tersebut perlahan mengubah pola hidup masyarakat. Berbelanja kini tak lagi bergantung pada ada atau tidaknya uang di dompet, melainkan pada keyakinan bahwa pembayaran bisa dipikirkan belakangan.

Secara ekonomi, kehadiran teknologi finansial (fintech) memang memberi angin segar, mulai dari kemudahan akses modal usaha kecil hingga transaksi harian. Namun, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai pembiayaan fintech peer-to-peer lending di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Buktinya, uang yang dipinjam masyarakat lewat aplikasi melonjak dari Rp82,59 triliun pada Mei 2025 menjadi Rp103,73 triliun pada Mei 2026.

Namun, mayoritas uang tersebut, sekitar 66,30%, habis dipakai untuk belanja barang konsumtif dan gaya hidup, bukan modal usaha, sehingga membuat jumlah orang yang gagal bayar atau utangnya macet naik menjadi 4,42%. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan perkembangan teknologi, tetapi juga mengundang pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa manusia begitu mudah tergoda untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan?

Teknologi finansial pada dasarnya adalah instrumen yang netral. Namun, masalah timbul saat batas antara kebutuhan dan keinginan semakin tidak jelas. Layanan cicilan digital sering kali memberikan keyakinan bahwa konsumen memiliki kemampuan untuk membeli.

Pengaruh ini semakin meningkat akibat banyaknya konten media sosial yang secara konsisten menampilkan standar gaya hidup, tren, dan gawai mutakhir sebagai tolak ukur kesuksesan. Hal tersebut memicu fenomena FOMO (Fear of Missing Out) serta peningkatan gengsi sosial. Alhasil, keputusan finansial dan penarikan pinjaman digital kerap kali diambil bukan atas dasar urgensi fungsi, melainkan demi memperoleh validasi sosial.

Merujuk pada Perspektif Stoikisme

Jika selama ini persoalan pinjaman online sering dibahas dari sisi ekonomi atau hukum, filsafat mengajak kita melihat akar persoalannya, yaitu bagaimana manusia memahami keinginan, kebebasan, dan kebahagiaan. Salah satu aliran filsafat yang relevan untuk memahami fenomena ini adalah Stoikisme, sebuah aliran yang berkembang di Yunani dan Romawi Kuno melalui pemikiran tokoh-tokoh seperti Epictetus dan Marcus Aurelius.

Pada konteks gaya hidup konsumtif, ajaran ini menjadi sangat relevan. Banyak keputusan membeli barang tidak lagi didasarkan pada kebutuhan, melainkan pada keinginan untuk mengikuti tren, memperoleh pengakuan sosial, atau merasa setara dengan orang lain. Ketika seseorang membeli barang demi memenuhi ekspektasi lingkungan, sebenarnya ia sedang menyerahkan kendali atas kebahagiaannya kepada faktor-faktor eksternal.

Epictetus mengingatkan bahwa hal-hal dalam kendali kita adalah pikiran, keputusan, dan tindakan pribadi. Sebaliknya, hal-hal di luar kendali, seperti opini orang lain, tren, atau status sosial, tidak seharusnya menjadi sumber kebahagiaan. Senada dengan itu, Marcus Aurelius menekankan bahwa ketenangan hidup lahir dari penguasaan diri, bukan dari tumpukan barang yang nilainya tergerus zaman. Keinginan yang terus dituruti tanpa pertimbangan rasional hanya akan memberi kepuasan sesaat, sebelum akhirnya kita merasa kurang lagi dan terjebak dalam siklus utang yang tak pernah usai.

Pinjaman online hanyalah sebuah alat. Ia bisa sangat membantu jika digunakan secara bijak untuk modal usaha atau kebutuhan mendesak. Namun, ia bisa menjadi sarana kehancuran finansial jika diturutkan untuk memuaskan gengsi semata. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukanlah pinjaman online, melainkan cara manusia memaknai kebutuhannya.

Oleh karena itu, menyelesaikan masalah perilaku konsumtif di masyarakat tidak cukup hanya dengan imbauan regulasi atau pengetatan aturan dari pemerintah. Solusi paling mendasar harus dimulai dari diri sendiri dengan membangun kesadaran finansial dan pengendalian emosi dalam mengambil keputusan.

Filsafat Stoikisme mengajarkan bahwa kebebasan sejati bukanlah kemampuan untuk membeli apa saja yang kita inginkan, melainkan kebijaksanaan untuk menahan diri dari hal-hal yang tak perlu.

Di tengah kemudahan teknologi yang menawarkan berbagai cara untuk berutang, tantangan terbesar manusia modern bukan lagi memperoleh akses terhadap uang, melainkan mengendalikan keinginan yang terus bertambah. Sebab pada akhirnya, orang yang benar-benar kaya bukanlah mereka yang punya segalanya, melainkan mereka yang tahu kapan harus merasa cukup.


Referensi:

Epictetus. (2008). Enchiridion (E. Carter, Trans.). Cosimo Classics. (Original work published c. 125)
Aurelius, M. (2002). Meditations (G. Hays, Trans.). New York: The Modern Library.
Otoritas Jasa Keuangan. (2026). Siaran Pers: Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga (No. SP 115/DHMS/OJK/VII/2026). Diakses dari https://ojk.go.id
Tags: Pinjaman OnlineStoikisme
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash
Esai

Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

12 Oktober 2026
Gelaran Kesenian Tarawangsa di Sumedang - Dok. Intiporia
Esai

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

4 September 2026
Langit Biru- Foto oleh Jelleke Vanooteghem di Unsplash
Esai

Mencari Warna Langit Bersama Sartre, Nietzsche, dan Kierkegaard: Refleksi Eksistensial di Bawah Kanvas Blue Period

4 September 2026
ilustrasi partai politik dan kemerdekaan
Esai

Tradisi Politik Kita Sejak 1945: Merdeka, Bikin Partai, Lalu Pecah Kongsi?

15 Agustus 2026
Kuliner Paripurna di Rumah Makan Terapung Biru - Dok Intiporia
Gaya Hidup

Rumah Makan Terapung Biru Jatiluhur: Ujian Kesabaran Berhadiah Gurame Bakar Paling ‘Skena’

4 Agustus 2026
Transfer data dalam perjanjian Indonesia-AS
Dunia

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

24 Februari 2026
Next Post
Politeknik Jatiluhur

Politeknik Jatiluhur Sosialisasikan Literasi Digital bagi Keluarga PKH

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    2529 shares
    Share 1012 Tweet 632
  • 8 Bijuu dan Jinchuriki: Sejarah Lengkap Tailed Beast

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Potret Najwa Shihab Berkabung Usai Kepergian Sang Suami, Deddy Corbuzier: “Be Strong as Always”

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Gol Cepat dan Penalti Menit Akhir: PERSIB Dipaksa Berbagi Skor di Kandang Persita

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan