• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Selasa, 23 Juni 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Budaya

Cerita di Balik Da-mi-na-ti-la-da: Inovasi Raden Machjar yang Bikin Musik Sunda Mendunia

Raka Purnama by Raka Purnama
19 Oktober 2025
in Budaya
Prof. Dr. R. Prajatna Koesoemadinata Putra Ke-5 Raden Machjar Angga Koesoemadinata

Prof. Dr. R. Prajatna Koesoemadinata, Putra Ke-5 Raden Machjar Angga Koesoemadinata - Tangkapan Layar (YouTube/KORSUM tv)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Di balik lembutnya lantunan gamelan Sunda, tersimpan kisah seorang jenius yang tak hanya mencintai musik, tetapi juga meneliti hingga ke inti bunyinya. Dialah Raden Machjar Angga Koesoemadinata, seniman sekaligus musikolog besar yang lahir di Sumedang pada 7 Desember 1902 dan wafat di Bandung, 9 April 1979.

Nama Machjar bukan hanya dikenal di Indonesia. Pada tahun 1950, namanya tercatat dalam Dictionary Music & Musician—sebuah pengakuan dunia atas kiprahnya di bidang musikologi.

BACA JUGA

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

4 Alat Musik Sunda ini Jarang Diketahui, dari Toleat Hingga Tarawangsa

Ia dikenal sebagai pencipta sistem notasi nada Sunda “da-mi-na-ti-la-da” dan penemu sistem 17 tangga nada yang memungkinkan laras salendro dan pelog dimainkan dalam satu harmoni.

Dalam usia yang masih sangat muda, 21 tahun, Machjar telah memperkenalkan notasi yang kelak menjadi dasar pembelajaran musik Sunda modern. Ia menyebut karyanya itu sebagai serat kanayagan, dan dituangkan dalam buku Elmuning Kawih Sunda. Melalui temuannya ini, ia dianggap sebagai musikolog pertama di tanah Jawa.

“Pak Machjar-lah yang memperkenalkan notasi da-mi-na-ti-la-da ke para guru di Jawa Barat,” ujar Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, saat membuka Pidangan Seni Budaya Rumawat Padjadjaran ke-71 bertajuk Mieling R. Machjar Angga Koesoemadinata di Bale Rumawat Unpad, Bandung, Kamis, 9 September 2014 lalu.

Lingkungan akademik dan seni yang membentuk masa kecilnya menjadi fondasi kuat bagi pemikirannya. Ketertarikannya terhadap musik Barat muncul ketika ia menempuh pendidikan di sekolah keguruan, bersamaan dengan pelajaran fisika. Dari sinilah lahir minat penelitiannya terhadap interval dan frekuensi suara dalam perangkat gamelan—perpaduan antara seni dan sains yang kala itu jarang dilakukan oleh musisi Nusantara.

Antara tahun 1916 hingga 1929, Machjar tidak hanya menciptakan teori, tetapi juga melahirkan karya nyata. Ia merumuskan laras salendro dengan 10 nada dan pelog dengan 9 nada, serta mengembangkan sistem 17 nada dalam satu oktaf. Teori ini kemudian ia aplikasikan dalam instrumen ciptaannya, seperti gitar “Erman” dan gamelan monumental “Ki Pembayun.”

Tak berhenti di situ, Machjar juga menciptakan alat Monochord, sebuah perangkat pengukur getaran suara yang kemudian digunakan oleh para ahli musik internasional.

Pertemuannya dengan musikolog Belanda, Jaap Kunst, pada tahun 1927 menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Melalui pertemuan itu, sistem 17 tangga nada ciptaan Machjar dibawa ke Barat dan diadaptasi dalam sistem notasi musik Eropa. Inilah yang menjadikan karyanya sebagai sumbangan besar bagi perkembangan musik Sunda dan dunia.

Diskusi tentang karya Raden Machjar Angga Koesoemadinata dengan pembicara Priadi Dwi Prajito, Atang Ruswita, Prof. Dr. R. Prajatna Koesoemadinata dengan moderator Prof. Ganjar Kurnia di Bale Rumawat Unpad Bandung, Jumat (9/10). (Foto oleh: Tedi Yusup)
Diskusi tentang karya Raden Machjar Angga Koesoemadinata dengan pembicara Priadi Dwi Prajito, Atang Ruswita, Prof. Dr. R. Prajatna Koesoemadinata dengan moderator Prof. Ganjar Kurnia di Bale Rumawat Unpad Bandung, Jumat (9/10). (Foto oleh: Tedi Yusup)

Dalam acara Pidangan Seni Budaya Rumawat Padjadjaran ke-71 di Bale Rumawat Unpad, yang dikutip dari laman Unpad bertajuk Mengenang R. Machjar Angga Koesoemadinata, Musikolog Pencipta Notasi Nada Sunda sosok Machjar kembali dihidupkan melalui pertunjukan karya-karyanya dan diskusi ilmiah yang menghadirkan Priadi Dwi Prajito, Atang Ruswita, dan Prof. Dr. R. Prajatna Koesoemadinata, dengan Prof. Ganjar Kurnia sebagai moderator.

Melalui kisah hidup dan karya-karyanya, Raden Machjar Angga Koesoemadinata bukan hanya meninggalkan jejak pada musik Sunda, tetapi juga warisan intelektual yang membuktikan bahwa bunyi, bila diteliti dengan cinta dan logika, bisa menjangkau batas budaya dan zaman.

Tags: MusiknadanotasiNusantaraRaden Machjarsunda
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia
Budaya

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

23 Juni 2026
Liputan Intiporia mengenal alat musik Sunda - Dok. Intiporia
Budaya

4 Alat Musik Sunda ini Jarang Diketahui, dari Toleat Hingga Tarawangsa

6 April 2026
Mipit Nyi Pohaci
Budaya

Tradisi Rutin Mipit Nyi Pohaci, Desa Dangdeur Purwakarta Wujudkan Pelestarian Budaya Simbol Syukur Hasil Bumi

13 Februari 2026
Gapura Purwakarta
Budaya

Tahukah Kamu? Mengapa Banyak Nama Daerah di Purwakarta Berawalan ‘Kebon’ dan ‘Sawah’

28 Januari 2026
Angklung
Budaya

Mengenal 5 Jenis Angklung: Alat Musik Masyarakat Sunda yang Mendunia

7 Januari 2026
Kampung KDM
Lokal

7 Daya Tarik Kampung KDM di Pasir Cabe Purwakarta, Hunian Nyunda yang Estetik!

7 Januari 2026
Next Post
Stunting

Strategi Efektif Mengurangi Stunting di Indonesia: Langkah Pemerintah dan Komunitas yang Terbukti

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Resmi Masuk KBLI 2025, Konten Kreator Wajib Punya NIB: Simak Aturan dan Cara Membuatnya

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • 10 Karakter Terkuat di Era Boruto: Ranking Lengkap 2025

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Sistem Ranking Ninja: Dari Academy Student hingga Kage

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan