• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Senin, 11 Mei 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Pemain PERSIB Adam Alis melakukan selebrasi - Dok. PERSIB.co.id

    PERSIB Tekuk Persija 2-1 dan Kubur Mimpi Juara Macan Kemayoran

    Ilustrasi - Gambar/MUI

    Keadilan dan Kemaslahatan: Membedah Macam-Macam Sanksi dalam Hukum Islam

    Disdik Jabar Sinkronkan Kompetensi SMK dengan Kebutuhan Industri - Disdik Jabar

    Aturan Baru Disdik Jabar: Siswa SMK Kini Wajib PKL 1 Tahun!

    Baim Wong ceritakan Pengalaman menjadi Sutradara - Foto/Instagram.

    Jadi Sutradara, Baim Wong Bikin Reza Rahadian Nyaman Berakting

    Rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

    Rupiah ‘Undervalued’, BI Beberkan 7 Jurus Sakti Penguatan ke Presiden Prabowo

    Bupati Purwakarta Om Zein

    Gebrakan Pemkab Purwakarta: ASN Wajib Ngantor Naik Kendaraan Umum Tiap Rabu!

    Beranda Berita sosial PMI Kota Bandung Luncurkan Laboratorium Canggih Pertama di Indonesia - Dok. Humas Jabar

    Pertama di Indonesia! PMI Bandung Resmikan Teknologi Pengolahan Darah Canggih, Sanggup Libas 1.000 Sampel Sehari

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soroti kondisi Bogor - Humas Jabar

    KDM Bunyikan Alarm Keras Tata Ruang Bogor: Rusak di Hulu, Jakarta Ikut Terancam Tenggelam!

    Review: PERSIB Amankan Kemenangan dari PSIM - Dok. Persib.co.id

    Gol Kilat 2 Menit Matricardi Bawa PERSIB Kokoh di Puncak Klasemen, Tekuk PSIM dalam Laga Penuh Drama

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Pemain PERSIB Adam Alis melakukan selebrasi - Dok. PERSIB.co.id

    PERSIB Tekuk Persija 2-1 dan Kubur Mimpi Juara Macan Kemayoran

    Ilustrasi - Gambar/MUI

    Keadilan dan Kemaslahatan: Membedah Macam-Macam Sanksi dalam Hukum Islam

    Disdik Jabar Sinkronkan Kompetensi SMK dengan Kebutuhan Industri - Disdik Jabar

    Aturan Baru Disdik Jabar: Siswa SMK Kini Wajib PKL 1 Tahun!

    Baim Wong ceritakan Pengalaman menjadi Sutradara - Foto/Instagram.

    Jadi Sutradara, Baim Wong Bikin Reza Rahadian Nyaman Berakting

    Rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

    Rupiah ‘Undervalued’, BI Beberkan 7 Jurus Sakti Penguatan ke Presiden Prabowo

    Bupati Purwakarta Om Zein

    Gebrakan Pemkab Purwakarta: ASN Wajib Ngantor Naik Kendaraan Umum Tiap Rabu!

    Beranda Berita sosial PMI Kota Bandung Luncurkan Laboratorium Canggih Pertama di Indonesia - Dok. Humas Jabar

    Pertama di Indonesia! PMI Bandung Resmikan Teknologi Pengolahan Darah Canggih, Sanggup Libas 1.000 Sampel Sehari

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soroti kondisi Bogor - Humas Jabar

    KDM Bunyikan Alarm Keras Tata Ruang Bogor: Rusak di Hulu, Jakarta Ikut Terancam Tenggelam!

    Review: PERSIB Amankan Kemenangan dari PSIM - Dok. Persib.co.id

    Gol Kilat 2 Menit Matricardi Bawa PERSIB Kokoh di Puncak Klasemen, Tekuk PSIM dalam Laga Penuh Drama

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Opini

Tragedi Affan Kurniawan: Saat Negara Kehilangan Rasa dan Rakyat Kehilangan Sabarnya

Firman Aji Setiyawan by Firman Aji Setiyawan
3 September 2025
in Opini, Peristiwa
Affan Kurniawan

Doa bersama komunitas GAOP Purwakarta untuk Affan Kurniawan - Intiporia/ Rangga

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Kematian Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang sedang mengantar pesanan makanan, menjadi simbol paling telanjang dari rusaknya relasi negara dengan rakyatnya. Ia bukan aktivis garis depan, bukan pula mahasiswa yang sedang berorasi, melainkan seorang pekerja kecil yang berusaha mengais rezeki di tengah hiruk-pikuk demonstrasi di sekitar Gedung DPR.

Namun justru nyawanya melayang, dilindas kendaraan taktis aparat yang seharusnya melindungi. Tragedi ini memicu gelombang kemarahan yang tak terbendung, dari Jakarta ke Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya. Seakan-akan seluruh Indonesia menemukan satu wajah: wajah ketidakadilan yang terwakili dalam diri Afan.

BACA JUGA

Anggota DPR Desak Pencabutan Izin “Taksi Hijau” Imbas Kronologi Maut di Stasiun Bekasi Timur

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur, KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

Kasus ini menjalar luas karena publik melihatnya bukan sekadar kecelakaan, melainkan potret negara yang gagal memberi jaminan paling dasar: rasa aman bagi warganya.

Bagi masyarakat, Affan adalah cermin. Jika seorang rakyat kecil yang hanya mencari nafkah bisa dilindas begitu saja, lalu siapa lagi yang bisa merasa aman? Pertanyaan itu lebih mengerikan daripada dentuman gas air mata.

Pemerintah, terutama kepolisian, tampak gagap menghadapi kemarahan publik. Permintaan maaf Kapolri dan janji investigasi tentu perlu, tetapi terasa terlambat. Masyarakat sudah terlanjur percaya bahwa pola represif aparat bukanlah insiden sekali ini, melainkan kebiasaan yang diwariskan.

Dari tragedi 1998, 2019, 2020, hingga kini 2025, pola yang sama berulang: aparat tak bisa membedakan antara menjaga ketertiban dan menebar teror. Presiden boleh saja menyatakan duka dan menjanjikan rumah bagi keluarga korban, namun janji material tidak akan menghapus luka kolektif. Yang dibutuhkan adalah reformasi struktural kepolisian—pengendalian massa yang humanis, akuntabilitas yang nyata, dan keberanian menindak aparat yang menyeleweng, bukan sekadar mengorbankan “oknum” setiap kali ada tragedi. Jika hal ini gagal dilakukan, pemerintah akan terus berhadapan dengan gelombang protes yang tak pernah benar-benar padam.

DPR pun tidak bisa cuci tangan. Demonstrasi awal lahir dari penolakan publik terhadap kenaikan tunjangan DPR di tengah situasi ekonomi yang menjerat rakyat. Bagi masyarakat, DPR sudah lama menjadi simbol kemewahan yang timpang: kerja minim, fasilitas maksimal. Maka ketika darah rakyat kecil tumpah di sekitar gedung megah Senayan, kemarahan pun berubah menjadi legitimasi moral untuk mengepung lembaga yang seharusnya mewakili mereka.

Namun rakyat pun tak sepenuhnya suci. Kemarahan yang wajar sering kali dibajak oleh aksi-aksi destruktif yang justru memperburuk keadaan. Perusakan kantor polisi, pembakaran fasilitas publik, atau penyerangan terhadap aparat tidak menyelesaikan masalah, malah memperkeruhnya. Energi kolektif yang lahir dari tragedi Affan seharusnya diarahkan menjadi tekanan politik yang terukur, bukan amarah liar yang memakan korban baru.

Tak kalah berbahaya adalah kehadiran pihak-pihak yang sengaja mendompleng momentum. Oknum provokator, entah dari kelompok politik, kepentingan ekonomi, atau bahkan penyusup yang mencari kerusuhan, memperkeruh situasi. Mereka menyalakan api lebih besar demi agenda sempit, sementara rakyat biasa yang jadi tameng di jalanan. Mereka inilah wajah paling busuk dari setiap demonstrasi: menunggangi duka dan kemarahan untuk kepentingan yang tidak pernah jujur.

Tragedi Affan Kurniawan adalah titik balik: negara ditelanjangi oleh ketidakmampuannya, rakyat tersadar akan rapuhnya posisi mereka, dan oknum provokatif terbongkar kelicikannya. Namun yang paling berbahaya adalah krisis kepercayaan yang semakin dalam.

Rakyat kehilangan sabar, aparat kehilangan legitimasi, dan DPR kehilangan wibawa. Jika pemerintah hanya menambal dengan permintaan maaf tanpa reformasi, luka ini akan terus bernanah. Jika rakyat hanya melampiaskan dengan amarah tanpa arah, energi perubahan akan sia-sia. Dan jika provokator terus menunggangi, negeri ini akan terus terseret dalam lingkaran konflik.

Tragedi Affan seharusnya menjadi alarm: bahwa demokrasi tidak bisa terus dijalankan dengan cara membungkam suara dan menindas tubuh rakyat. Sebab sekali rakyat kehilangan rasa percaya, negara bisa kehilangan segalanya.

Tags: DemoOjolPemerintahRakyat
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Taksi hijau yang terlibat tabrakan maut kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa
Sekilas

Anggota DPR Desak Pencabutan Izin “Taksi Hijau” Imbas Kronologi Maut di Stasiun Bekasi Timur

29 April 2026
Menhub Dudy yang turun langsung ke lokasi di Bekasi Timur memastikan seluruh proses evakuasi dilakukan secara optimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait. (Foto: BKIP Kemenhub)
Sekilas

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur, KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

28 April 2026
Pengunjuk rasa melemparkan karung ke arah polisi saat unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO via Kumparan
Sekilas

Demo Berujung Ricuh, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Samarinda?

22 April 2026
Ke-16 anggota grup chat mahasiswa FH UI diduga pelaku pelecehan seksual. Gambar: Tangkapan Layar/TikTok
Sekilas

Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa FH UI

14 April 2026
TNI Tahan 4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
Sekilas

Puspom TNI Amankan 4 Personel Atas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

18 Maret 2026
Pasar Rebo Purwakarta Kebakaran - dok. pribadi
Sekilas

Pasar Rebo Purwakarta Diamuk Si Jago Merah, Api Diduga Muncul Sejak Dini Hari

24 Februari 2026
Next Post
Emosi

Mulut dan Jari Bisa Menjerat: Saat Emosi Jadi Bumerang Hukum

  • filler naruto

    Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Kakashi Hatake: Hokage dengan Luka Masa Lalu dan Visi Masa Depan

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • 20 Episode Wajib Tonton untuk Pemula Naruto

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • English Time Championship 2025: Dari Purwakarta, Anak-anak Belajar, Berani, dan Berprestasi

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Evolusi Naruto Mode: Dari Kyubi hingga Baryon Mode

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan