• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Minggu, 08 November 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash

    Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash

    Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Berita
  • Feature
  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Berita

Sudirman Said: Demokrasi di Era Jokowi Mengalami Black Hole, Ujungnya Nepotisme

Anggraena by Anggraena
5 Juli 2025
in Berita, Politik
Sudirman Said komentari demokrasi di Era Jokowi - Tangkapan Layar

Sudirman Said komentari demokrasi di Era Jokowi - Tangkapan Layar

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, melontarkan kritik keras terhadap dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam diskusi di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Kamis 3 Juli 2025, Sudirman menyebut masa pemerintahan Jokowi sebagai periode “black hole” atau lubang hitam bagi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

“Menurut saya terjadi satu black hole, satu lubang hitam ya. Karena pada periodenya Pak Jokowi inilah hasil reformasi yang dulu kita pingin demokrasi, pingin penegakan hukum, hapuskan KKN, KPK-nya diperkuat segala macam itu semua dengan sengaja menurut saya diambrukin,” ujar Sudirman, dikutip Suara.com, Jumat, 4 Juli 2025.

BACA JUGA

Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

Dicecar Hakim Konstitusi, KPU Akui Aturan Syarat Pendidikan Luar Negeri Baru Dibuat untuk Pemilu 2024

Sudirman mengatakan pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan dengan sengaja demi melanggengkan kekuasaan dan dinasti politik.

“Menurut saya dengan sengaja. Sekarang kita harus simpulkan begitu. Mengapa? Karena ujungnya adalah yang jadi agenda bukan memperbaiki negara, tapi bagaimana mengikuti kepentingan pribadi dan keluarganya, sampai-sampai seluruh tatanan hukum etik itu dilabrak,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti praktik nepotisme yang dinilainya semakin mengakar di pemerintahan Jokowi, termasuk dalam proses penunjukan pejabat yang dinilai tidak lagi berdasarkan kompetensi dan meritokrasi.

Parcok, Bansos, dan Kemunduran Etika Politik

Dalam perbincangan tersebut, Sudirman turut menyinggung keterlibatan institusi kepolisian dalam kontestasi politik, khususnya saat Pilpres 2024. Ia menyebut istilah “Parcok” (Partai Cokelat) yang merujuk pada dugaan keberpihakan Polri untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

“Isu tiga periode di periode itu pula terjadi muncul istilah parcok (partai cokelat) yang bagi saya kalau saya jadi keluarga polisi marah karena saya adalah sebagai polisi tugasnya to serve and protect tapi kemudian disebut sebagai parcok. Itu kan sebenarnya menyinggung, ya penghinaan gitu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan program bantuan sosial (bansos) secara masif menjelang Pemilu 2024, yang disebutnya sebagai strategi politik yang mengaburkan prinsip keadilan.

“Bansos gila-gilaan, ada studi oleh ekonom kita, pada waktu-waktu menjelang dan sesudah pemilu itu rupanya pertumbuhan terbesar dari ekonomi datang dari bansos yang dibagi secara gila-gilaan. Dan saya orang kampung, saya di desa itu mendengar seminggu bisa dapat telur dua kali, dapat beras dua kali segala macam,” ungkap Sudirman Said.

Simbol Kemunduran Demokrasi dan Kepemimpinan Tanpa Etika

Menurut Sudirman, seluruh gejala pelemahan demokrasi, penyelewengan kekuasaan, dan praktik nepotisme yang terjadi selama pemerintahan Jokowi merupakan bentuk pengabaian terhadap cita-cita reformasi.

“Jadi saya sebut black hole itu karena di tangan Pak Jokowi beserta perangkatnya itu demokrasinya mundur. KPK yang harus menjadi penjaga terakhir dilumpuhkan dengan sengaja,” katanya.

“Kemudian tadi ada sebutan Parcok yang namanya etika tidak ada lagi diabaikan begitu. Sampailah pada ujung dari kesemuanya adalah oh ternyata ujungnya nepotisme,” sambungnya.

Dalam sesi diskusi tersebut, Sudirman juga menyoroti pentingnya integritas dan meritokrasi dalam kepemimpinan nasional. Ia menekankan bahwa pejabat publik seharusnya dipilih berdasarkan kapabilitas, bukan karena kedekatan politik atau keluarga.

Harapan untuk Pemerintahan Baru

Meski memberikan kritik keras terhadap pemerintahan Jokowi, Sudirman menyatakan harapannya terhadap Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya koreksi total dalam tata kelola pemerintahan, terutama dalam menghapus konflik kepentingan dan membangun sistem yang berbasis teknokrasi.

“Saya percaya Indonesia bisa pulih, tapi itu hanya mungkin jika ada kepemimpinan yang kuat, jujur, dan bertanggung jawab,” kata Sudirman dalam penutupan diskusi.

Pandangan Sudirman Said ini mendapat apresiasi dari Abraham Samad, yang menyebutnya sebagai refleksi penting bagi perbaikan bangsa ke depan. Diskusi mereka menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak boleh dibiarkan mundur, dan bahwa kekuasaan harus selalu diiringi oleh etika dan akuntabilitas.

Tags: JokowiPemerintah
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.
Berita

Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

25 September 2026
Mochammad Afifuddin Ketua KPU bersama Komisiner Idham Holik dan Iffa Rosita memberikan keterangannya pada pemeriksaan persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa
Berita

Dicecar Hakim Konstitusi, KPU Akui Aturan Syarat Pendidikan Luar Negeri Baru Dibuat untuk Pemilu 2024

24 September 2026
KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar
Berita

Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

23 September 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Berita

Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

17 September 2026
Purbaya
Berita

Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

15 September 2026
Doc. Biro Hukum dan Humas BGN
Berita

Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

9 September 2026
Next Post
Tom Lembong memberi keterangan kepada wartawan usai dituntut 7 tahun penjara. Foto: AJI

Tom Lembong Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Impor Gula

  • Generasi Konoha

    Generasi Konoha 12 vs Tim 7 Boruto: Siapa Lebih Unggul?

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • 15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    2549 shares
    Share 1020 Tweet 637
  • Semua Bentuk Susanoo: Ranking dari Terlemah hingga Terkuat

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
  • Perbandingan Kekuatan Tailed Beast Lengkap, Anime Naruto

    708 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan