• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, 07 Oktober 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

    Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

    Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

    Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

    Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Berita
  • Feature
  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Feature Budaya

Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

Tiara Apriani by Tiara Apriani
7 Oktober 2026
in Budaya, Wisata
Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Pasar tradisional selama ini lebih sering dipahami sebagai ruang ekonomi, tempat masyarakat bertemu untuk membeli dan menjual kebutuhan sehari-hari. Padahal, pasar juga dapat menjadi ruang sosial dan budaya karena di dalamnya berlangsung interaksi masyarakat, pertukaran pengetahuan, serta aktivitas ekonomi yang berkaitan langsung dengan kehidupan lokal. Perspektif tersebut menarik ketika diterapkan pada Pasar Sasagaran di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Pasar Sasagaran mulai berdiri pada Agustus 2025 dengan konsep pasar tradisional yang mengangkat kuliner lokal dan beroperasi pada akhir pekan. Masyarakat Desa Dangdeur menjadi bagian penting dalam aktivitas pasar, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai bagian dari kehidupan sosial yang berlangsung di dalamnya.

Dalam perspektif pariwisata, kondisi semacam ini menarik karena pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekonomi. Aliyah et al. (2020) melihat pasar tradisional sebagai tempat transaksi sekaligus ruang interaksi sosial-budaya, pertukaran produk, dan aktivitas wisata. Karena itu, pasar tradisional memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai cultural product outlet dan destinasi wisata.

BACA JUGA

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

Angkat Budaya Sunda, Desa Cicadas Meriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

Dari titik inilah Pasar Sasagaran menjadi menarik untuk dibaca sehingga menimbulkan pertanyaan “Apakah pasar yang tumbuh dari masyarakat lokal dapat berkembang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kuliner tanpa kehilangan karakter aslinya?”

Daya Tarik di Pasar Sasagaran

  • Wisata Kuliner

Salah satu kekuatan utama Pasar Sasagaran terletak pada kuliner tradisionalnya. Berbagai jenis makanan dan jajanan dapat ditemukan, mulai dari getuk, dodol, surabi, klepon, onde-onde, awug atau dongkal, kue lapis, dan cilok, hingga makanan berat seperti lontong sayur, kupat tahu, sate maranggi, liwet, ikan bakar, pepes, dan nasi uduk. Berbagai minuman seperti es kelapa, es dolay, es asem, dan es cendol juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner di pasar ini.

Ketika makanan tradisional hadir di ruang tempat masyarakat menjalani kehidupannya, pengunjung sebenarnya sedang berhadapan dengan sesuatu yang lebih luas: cara mengolah makanan, bahan yang digunakan, resep yang diwariskan, cara penyajian,  dan  interaksi  dengan  orang  yang  membuat  atau  menjualnya.  Kuliner

tradisional memiliki keterkaitan erat dengan pemajuan kebudayaan (Hakim & Hamidah, 2022) selain itu, kuliner lokal dapat berfungsi sebagai produk budaya sekaligus media pengenalan identitas suatu daerah kepada wisatawan (Bagaihing & Mantolas, 2021). Maka dari itu, keberagaman kuliner di Pasar Sasagaran dapat dilihat sebagai modal budaya, bukan sekadar daftar menu.

Ellis et al. (2018) menjelaskan bahwa food tourism berkaitan dengan hubungan antara makanan, budaya, tempat, identitas, serta pengalaman wisatawan. Dengan demikian, makanan dapat menjadi bagian dari pengalaman destinasi ketika pengunjung tidak hanya mengonsumsi produk, tetapi juga memperoleh konteks mengenai tempat dan masyarakat yang menghasilkan makanan tersebut. Dalam konteks Pasar Sasagaran, pendekatan tersebut membuka kemungkinan bahwa makanan tradisional dapat menjadi lebih dari sekadar komoditas. Kuliner dapat berfungsi sebagai pintu masuk untuk mengenal identitas lokal, kebiasaan masyarakat, dan karakter wilayah.

Ketika seorang pengunjung datang untuk menikmati sate maranggi, misalnya, pengalaman wisatanya tidak harus berhenti ketika makanan tersebut habis. Pengalaman dapat berkembang melalui interaksi dengan penjual, suasana pasar, aktivitas masyarakat, serta berbagai elemen budaya yang hadir dalam ruang yang sama. Dengan kata lain, kuliner menjadi bagian dari cerita sebuah tempat.

  • Wisata Budaya

Pasar Sasagaran juga memiliki unsur budaya yang memperkuat karakter tersebut. Di tengah pasar terdapat panggung permanen yang dapat menjadi ruang pertunjukan bagi masyarakat. Berbagai aktivitas budaya yang ditampilkan antara lain gamelan degung, tari jaipong, nyanyian Sunda, kesenian Jawa Barat, serta  nabeuh lisung. Penggunaan kebaya dan pangsi oleh warga yang berjualan juga menjadi bagian dari representasi budaya Jawa Barat. Selain itu, pasar menyediakan ruang bagi produk lokal seperti kerajinan bambu dan kaulinan barudak. Kehadiran unsur-unsur tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik Pasar Sasagaran tidak hanya dibangun oleh produk yang dijual, tetapi juga oleh aktivitas masyarakat yang berlangsung di dalamnya.

Hal ini menjadi penting dalam pengembangan wisata budaya. Budaya tidak selalu harus dikemas sebagai pertunjukan besar yang dibuat khusus untuk wisatawan. Dalam banyak situasi, aktivitas keseharian masyarakat justru dapat menjadi sumber pengalaman yang memiliki karakter lokal. Bagi pengunjung, melihat orang berjualan dengan busana tradisional, menyaksikan kesenian lokal, mendengarkan musik tradisional, atau menemukan kerajinan yang dibuat masyarakat dapat menciptakan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan kunjungan ke pusat perdagangan biasa. Dengan demikian, Pasar Sasagaran memiliki potensi untuk mempertemukan kuliner dan budaya dalam satu pengalaman wisata.

Dari Pasar Menjadi Destinasi, Apa yang Dibutuhkan?

Meski memiliki daya tarik, sebuah pasar belum otomatis menjadi destinasi wisata. Pengunjung membutuhkan lebih dari sekadar produk yang menarik. Mereka membutuhkan akses, fasilitas, informasi, dan pengelolaan yang mendukung keseluruhan pengalaman.

Pengunjung juga membutuhkan kemudahan untuk mencapai lokasi, fasilitas yang memadai, dan pengelolaan yang membuat seluruh pengalaman tersebut dapat berlangsung dengan nyaman. Karena itu, pengembangan Pasar Sasagaran dapat dibaca melalui konsep

4A yaitu Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary Services (Cooper, 2005). Kerangka ini dapat membantu melihat kondisi yang sudah ada sekaligus kebutuhan pengembangan destinasi.

  • Attraction

Dari sisi attraction, Pasar Sasagaran sebenarnya sudah memiliki modal yang cukup beragam. Terdapat kuliner tradisional, kesenian, kerajinan, aktivitas masyarakat, dan suasana pasar itu sendiri. Daya tarik tersebut menjadi semakin penting karena tidak semuanya mudah direplikasi di tempat lain.

  • Accessibility

Pengalaman wisata tidak hanya dimulai ketika pengunjung masuk ke pasar, tetapi sejak mereka berusaha mencapai lokasi, menemukan area parkir, memasuki kawasan, dan bergerak di dalamnya. Karena itu, aspek akses, sirkulasi, kenyamanan, keselamatan, dan kemudahan bergerak menjadi bagian dari pengembangan destinasi.

  • Amenities

Fasilitas yang mendukung kebutuhan pengunjung. Dalam konteks pasar, fasilitas tersebut dapat berupa toilet, area makan, tempat duduk, air, kebersihan, tempat sampah, penerangan, informasi, keamanan, hingga kemudahan transaksi.

  • Ancillary Services

Bagian terakhir yang berkaitan dengan siapa yang mengelola pasar dan bagaimana destinasi tersebut dijalankan. Di dalamnya termasuk pembagian peran, aturan operasional, promosi, layanan informasi, hubungan dengan pemerintah, kemitraan, dan evaluasi pengembangan.

Jika dilihat dari kondisi aktual, Pasar Sasagaran telah memiliki elemen-elemen awal  tersebut.  Tantangan  berikutnya  adalah  bagaimana berbagai  elemen itu saling terhubung sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan tempat untuk makan, tetapi sebuah pengalaman wisata yang utuh.

Berkembang dengan Perspektif Berkelanjutan (Sustainable Tourism)

Pertanyaan selanjutnya adalah: “Dapatkah Pasar Sasagaran berkembang sebagai destinasi wisata dengan masyarakat dan lingkungan yang juga ikut mendapatkan manfaat?.

Konsep keberlanjutan menjadi penting pada titik ini. UNEP dan UNWTO (2005) menekankan pentingnya memperhatikan dampak jangka panjang kegiatan pariwisata terhadap masyarakat dan lingkungan. Dalam konteks Pasar Sasagaran, perspektif tersebut dapat dilihat melalui aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan.

Dari sisi ekonomi, pasar telah menjadi ruang usaha bagi UMKM dan menciptakan perputaran ekonomi masyarakat Desa Dangdeur. Dari sisi sosial-budaya, aktivitas pasar berkaitan dengan pelestarian kuliner tradisional, ruang pertunjukan kesenian, identitas lokal, interaksi masyarakat, dan partisipasi lintas generasi.   Sementara itu, aspek lingkungan mulai diperhatikan melalui penyediaan tempat sampah di beberapa titik, praktik pengembalian piring kepada penjual, serta area inti yang bebas kendaraan. Namun, pengelolaan sampah dan limbah makanan masih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pengembangan pasar ke depan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak cukup dipahami sebagai “menjaga lingkungan”. Keberlanjutan juga menyangkut pertanyaan mengenai siapa yang memperoleh manfaat dari kegiatan wisata, bagaimana budaya lokal dipertahankan, dan bagaimana pertumbuhan destinasi tidak justru mengurangi kualitas lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

Melihat Masa Depan Pasar Sasagaran sebagai Wisata Berbasis Lokal

Pasar Sasagaran saat ini masih berada dalam tahap awal perkembangannya. Karena itu, potensinya sebagai destinasi wisata tidak seharusnya dipahami sebagai sesuatu yang sudah final, melainkan sebagai peluang yang masih perlu dikembangkan dan dikelola. Apa yang sudah terlihat cukup jelas adalah adanya pertemuan antara kuliner tradisional, budaya lokal, masyarakat, dan ruang sosial. Kombinasi inilah yang memberikan karakter pada Pasar Sasagaran dan menjadi dasar penting dalam melihat peluang pengembangannya sebagai destinasi wisata.

Bagi Purwakarta, keberadaan pasar seperti ini dapat menjadi contoh bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus dimulai dari pembangunan destinasi baru. Pariwisata juga dapat tumbuh dari ruang yang sudah dimiliki masyarakat, selama nilai lokalnya dikenali, dikelola, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, Pasar Sasagaran tidak harus menjadi seperti destinasi wisata lainnya untuk menarik pengunjung. Justru keunikan pasar ini terletak pada apa yang sudah dimilikinya yaitu makanan tradisional, aktivitas budaya, produk lokal, dan masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan pasar itu sendiri.

Tantangannya tinggal bagaimana semua potensi tersebut dikembangkan menjadi sebuah pengalaman wisata yang menarik, memberi manfaat bagi masyarakat, dan tetap menjaga identitas serta keberlanjutan lingkungan. Karena sebuah destinasi wisata yang baik bukan hanya tempat yang membuat orang datang. Melainkan tempat yang membuat orang mengenal, mengalami, dan mengingat sebuah daerah.

Tags: BudayaJawa BaratPasar SasagaranPurwakarta
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Gelaran Kesenian Tarawangsa di Sumedang - Dok. Intiporia
Esai

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

4 September 2026
Budaya Sunda di Desa Cicadas - Dok. Intiporia
Budaya

Angkat Budaya Sunda, Desa Cicadas Meriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

22 Agustus 2026
Kuliner Paripurna di Rumah Makan Terapung Biru - Dok Intiporia
Gaya Hidup

Rumah Makan Terapung Biru Jatiluhur: Ujian Kesabaran Berhadiah Gurame Bakar Paling ‘Skena’

4 Agustus 2026
Festival Mendongeng Suara Nusantara Hadir di Jawa Barat
Komunitas

Masih Dibuka! Festival Mendongeng Suara Nusantara Hadir di Jawa Barat, Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Legenda Rakyat

4 Agustus 2026
Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia
Budaya

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

23 Juni 2026
Liputan Intiporia mengenal alat musik Sunda - Dok. Intiporia
Budaya

4 Alat Musik Sunda ini Jarang Diketahui, dari Toleat Hingga Tarawangsa

6 April 2026
  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Resimen Armed 1/Stihira Yudha Gelar Penyuluhan P4GN, Iwan Rasiwan Jadi Pemateri Bahaya Narkoba

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Pulang dari Agenda Bang Ijo, Peserta Bawa Ilmu dan Bibit Jambu Kristal

    668 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

    660 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Pemerintah Luncurkan Sekolah Garuda, Dorong Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

    660 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan