• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, 24 Juni 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Esai

Kalau Dokter Malah Bikin Sakit: Pelajaran ‘Pahit’ dari Kasus RSHS Bandung

Firman Aji Setiyawan by Firman Aji Setiyawan
12 April 2025
in Esai
Polda Jabar Ungkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Pelajar di RSHS Bandung - Dok Humas Polda Jabar

Polda Jabar Ungkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Pelajar di RSHS Bandung - Dok Humas Polda Jabar

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Biasanya orang ke rumah sakit itu buat sembuh. Tapi apa jadinya kalau justru malah pulang bawa trauma? Bukan cuma trauma karena tagihan obat yang mahal, ya, tapi trauma sesungguhnya: jadi korban kekerasan seksual.

Nah, ini bukan plot sinetron kriminal, tapi kisah nyata yang baru-baru ini terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

BACA JUGA

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

Pelakunya? Seorang dokter muda yang lagi sekolah spesialis anestesi—sebut saja P.A.P. Bukan PAP semesteran ya, walau sama-sama bikin deg-degan.

Ketika “Ambil Darah” Berujung Gelap

Dilansir dari laman resmi Humas Polda Jabar, ceritanya, si dokter ini membawa korban berinisial F.H yang saat itu tengah menjaga ayahnya yang menjadi pasien. Korban diminta oleh tersangka untuk pengecekan atau transfusi darah. Korban dibawa dari IGD ke sebuah ruangan di lantai 7 Gedung MCHC, sekitar jam 1 dini hari. Katanya sih, mau “ambil darah” dan cek alergi. Tapi yang mencurigakan, adik korban dilarang ikut. Hmm… ada bendera merah nih (dan ini bukan soal hemoglobin).

Begitu sampai di ruang 711, F.H. diminta ganti baju operasi dan melepas pakaian dalam. Lalu, katanya lagi, si dokter menusuk-nusuk korban (dalam konteks medis, harap tenang) dengan jarum suntik sampai 15 kali. Setelah itu, cairan bening misterius disuntikkan ke infus. Korban langsung pusing dan… blackout.

“Sesampainya di ruang 711, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi dan melepas pakaian dalamnya. P.A.P. kemudian melakukan pengambilan darah dengan sekitar 15 kali tusukan, lalu menyuntikkan cairan bening ke infus yang membuat korban pusing dan tak sadarkan diri,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. dalam penjelasannya persnya, 9 April 2025.

Korban baru sadar sekitar jam 4 pagi dalam kondisi sakit di bagian sensitif. Dan kita semua tahu, itu bukan efek samping dari cek alergi biasa.

Power? Yes. Abuse of Power? Big Yes.

Kalau kamu pikir ini cuma soal “dokter nakal”, kamu belum lihat masalah sebenarnya. Relasi kuasa antara dokter dan pasien itu kayak antara pemilik remote dan TV, terlebih ini adalah keluarga pasien yang turut ‘diperiksa’.

Pasien nurut, dokter ngatur. Tapi kalau si “pemilik remote” niatnya jahat? Ya, bisa kacau.

Dokter punya ilmu, punya akses ke tubuh pasien, dan… punya kepercayaan. Nah, kepercayaan ini yang disalahgunakan. Bukan cuma melanggar etika, tapi juga melukai rasa aman pasien. Terutama kalau ruang pemeriksaannya kayak set film horor—sunyi, tertutup, tanpa saksi.

Sistem Rumah Sakit: Ke Mana Aja?

Coba deh pikir: ini kejadian bukan sekali. Lokasinya pun itu-itu aja, di ruang 711. Gimana bisa ada kegiatan “medis” tanpa pengawasan di tempat yang sepi? CCTV? Ada. Tapi fungsi CCTV bukan buat nonton replay kejadian aneh, kan? Harusnya mencegah sejak awal.

Apa enggak ada sistem pengawasan di situ? Satpam? Suster? Alarm otomatis kalau ada aktivitas mencurigakan jam 1 pagi? Kalau enggak ada, wah… fix perlu upgrade SOP. Standard Operating Perasaan.

Hukum Bicara: Tapi Cukupkah?

Untungnya, korban melapor. Polda Jawa Barat bergerak cepat, mengamankan alat medis, obat bius macam Propofol, Fentanyl, dan Midazolam (yang kalau di film barat dipakai agen CIA). Juga ada rekaman CCTV dan… satu buah kondom.

Ya, barang bukti ini makin memperjelas bahwa ini bukan salah paham medis.

Pelaku kini dijerat dengan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pasal 6C UU Nomor 12 Tahun 2022. Ancaman hukumannya? 12 tahun penjara. Tapi pertanyaannya: cukupkah ini mencegah kasus serupa di masa depan?

Pasien Jadi Korban Dua Kali

Bayangin deh, kamu pergi ke dokter karena butuh pertolongan. Tapi pulang malah bawa trauma dan kehilangan kepercayaan pada seluruh profesi medis. Ini bukan luka kecil yang bisa ditutup plester. Ini luka batin yang dalam—bahkan bisa bikin pasien takut ke rumah sakit lagi (iatrofobia, istilah kerennya).

Dan yang lebih mengerikan: kasus ini bisa bikin pasien-pasien lain—khususnya perempuan—jadi takut untuk memeriksakan diri atau ragu kalau dokter minta ganti baju.

Kalau Mau Aman, Sistemnya Harus Waras

Kita enggak bisa terus bilang “oknum”, lalu selesai. Harus ada perbaikan sistem yang nyata. Beberapa hal yang harus segera masuk wishlist dunia medis kita:

1. Pemeriksaan Sensitif = Wajib Ada Pendamping

Mau itu perawat, keluarga, atau tenaga medis lain. Minimal harus ada dua orang yang tahu apa yang sedang terjadi.

2. Ruangan Medis Jangan Kayak Lab Rahasia

Pakai ruang terbuka, pasang kamera yang aktif (dan diawasi), jangan yang sekadar dekorasi.

3. Lapor Jadi Mudah dan Aman

Harus ada saluran pengaduan yang anonim, cepat, dan melindungi pelapor. Jangan sampai korban yang trauma malah dibikin ribet atau malah disalahkan.

4. Etika Medis Jangan Sekadar Teori

Dokter bukan cuma belajar operasi, tapi juga empati. Pendidikan kedokteran harus serius dalam hal ini. Ada pelatihan rutin, ada diskusi tentang batas profesional, dan yang paling penting: tentang relasi kuasa.

Kepercayaan Itu Bukan Sekadar Gelar

Kasus ini bukan cuma soal satu dokter jahat. Ini cermin rusak dari sistem yang harusnya menyembuhkan, tapi malah jadi ladang predator. Kepercayaan publik itu dibangun bertahun-tahun, tapi bisa runtuh hanya dalam satu kasus seperti ini.

Jadi, kalau kita masih mau bilang “profesi dokter adalah profesi mulia”, ya mari kita pastikan sistemnya juga mulia. Aman bagi pasien, adil dalam pengawasan, dan terbuka terhadap kritik.

Dan buat kamu yang calon dokter: semoga jadi dokter yang bukan cuma bisa nyuntik, tapi juga bisa menyembuhkan—tanpa bikin sakit hati (dan trauma mental)

Tags: Jawa Barat
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Transfer data dalam perjanjian Indonesia-AS
Dunia

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

24 Februari 2026
Ilustrasi Pilkada
Esai

Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

20 Januari 2026
Redenominasi, gaji
Esai

Jika Redenominasi Terjadi: Harga Nasi Goreng Jadi 15 Rupiah dan Anak Kost Merasa Kaya Mendadak

10 November 2025
Restorative Justice
Opini

Ketika Restorative Justice Belum Benar-Benar Adil

10 Oktober 2025
Wisata
Esai

Menemukan Makna Wisata di Era Overtourism

2 Oktober 2025
Rojali dan Rohana
Esai

Fenomena Rojali dan Rohana: Ilusi Kemewahan dan Status Sosial di Mall

25 September 2025
Next Post
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan - Humas Kota Bandung

Wali Kota Bandung Resmikan Gebyar Padat Karya 2025: Tersebar di 92 Titik di Kota Bandung

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Resmi Masuk KBLI 2025, Konten Kreator Wajib Punya NIB: Simak Aturan dan Cara Membuatnya

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • 10 Karakter Terkuat di Era Boruto: Ranking Lengkap 2025

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Evolusi Naruto Mode: Dari Kyubi hingga Baryon Mode

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan