Panggung persaingan sepak bola Asia Tenggara mulai memanas setelah pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi merilis daftar 23 pemain yang akan mengisi pemusatan latihan menjelang ASEAN Championship 2026.
Agenda yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 26 hingga 30 Mei mendatang ini menjadi saringan krusial bagi para pemain domestik maupun mereka yang berkarier di luar negeri untuk membuktikan kelayakannya mengenakan seragam Garuda.
Pemusatan latihan selama lima hari tersebut dirancang sebagai fase evaluasi akhir setelah tim pelatih melakukan pemantauan panjang terhadap performa para pemain di kompetisi musim ini.
Nantinya, mereka yang mampu mencuri perhatian tidak hanya akan mengamankan tiket ke skuad final AFF Hyundai Cup, tetapi juga berpeluang besar dipertahankan untuk agenda FIFA Matchday pada Juni 2026.
John Herdman menegaskan bahwa pemanggilan ini didasarkan pada data objektif hasil pantauannya bersama staf teknis di lapangan.
“Sebagai kepala pelatih dan staf pelatih, kami telah menyaksikan banyak pertandingan musim ini dan mendapatkan gambaran mengenai potensi pemain domestik,” ujar pelatih asal Kanada tersebut.
Herdman pun tidak menutupi bahwa sesi latihan di Jakarta nanti akan menjadi ajang pembuktian mental dan kualitas individu.
“ini adalah momen penting bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas mereka dan mengamankan tempat di skuad Hyundai Cup.” jelas John, dalam keterangan yang dirilis PSSI.
Dalam daftar yang dirilis, terlihat kombinasi wajah-wajah langganan Timnas seperti Marselino Ferdinan dan Thom Haye, hingga nama-nama yang sedang naik daun di liga domestik seperti Alfahrezzi Buffon dan Jens Raven. Menariknya, beberapa pemain kunci seperti Shayne Pattynama dan Witan Sulaeman juga dipastikan bergabung untuk memperkuat lini pertahanan dan penyerangan.
Indonesia sendiri dipastikan akan menghadapi tantangan berat di ASEAN Championship 2026 yang bergulir mulai 24 Juli mendatang. Tergabung di Grup A, skuad asuhan Herdman harus bersiap meladeni kekuatan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Turnamen ini menjadi ujian bagi stabilitas tim di bawah kepemimpinan Herdman sekaligus panggung pembuktian apakah proses transformasi sepak bola Indonesia sudah berjalan di jalur yang benar.
















