• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Kamis, 25 Juni 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Budaya

Bagian ke-2: Brigade III Kiansantang, Dari Medan Perang ke Nama Sebuah Alun-Alun di Purwakarta

Raka Purnama by Raka Purnama
19 Oktober 2025
in Budaya, Lokal
Bidage Alun Kiansantang Purwakarta

Sejarah Alun-Alun Kiansantang Purwakarta dan Brigade III Kiansantang di Purwakarta - Dok. Pojok Carita/Disipusda Purwakarta

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Nama Kiansantang di Purwakarta tidak hanya hidup dalam legenda Sunda, tetapi juga dalam sejarah perjuangan nyata di masa revolusi kemerdekaan. Di masa itu, semangat Prabu Kiansantang — sosok legendaris yang dikenal gagah berani dan teguh dalam keyakinannya — seolah menjelma dalam tubuh para pejuang yang tergabung dalam Brigade III Kiansantang. Mereka adalah bagian dari generasi muda yang mempertahankan Indonesia di masa-masa genting, ketika Purwakarta menjadi salah satu titik penting dalam perang kemerdekaan di Jawa Barat.

Dikutip dari tulisan R.M.A. Ahmad Said Widodo dalam artikel “Sejarah Alun-Alun Kiansantang Purwakarta dan Brigade III Kiansantang di Purwakarta”, nama Kiansantang mulai melekat pada satuan militer ini karena semangatnya dianggap mencerminkan karakter perjuangan rakyat Sunda: berani, pantang menyerah, dan berlandaskan iman. Brigade III Kiansantang merupakan bagian dari Divisi Siliwangi — divisi yang dikenal tangguh dalam berbagai pertempuran mempertahankan wilayah Jawa Barat dari ancaman pasukan kolonial Belanda dan agresi militer setelah Proklamasi 1945.

BACA JUGA

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

Markas besar Brigade III ini sempat berpindah-pindah karena situasi medan perang yang dinamis, namun Purwakarta menjadi salah satu titik strategisnya. Letak geografis yang berada di antara Bandung dan Karawang menjadikan Purwakarta penting secara militer: mudah diakses, namun cukup terlindung oleh pegunungan seperti Burangrang dan Parang. Dalam banyak catatan lisan dan arsip lokal, disebutkan bahwa pasukan Kiansantang kerap menggunakan jalur perbukitan Purwakarta sebagai rute gerilya, memanfaatkan medan alam yang sulit dijangkau musuh.

Bagi masyarakat Purwakarta, keberadaan Brigade III Kiansantang bukan sekadar catatan sejarah militer, tapi juga bagian dari identitas daerah. Mereka bukan hanya pasukan bersenjata, melainkan simbol keberanian rakyat yang mempertaruhkan hidupnya demi kemerdekaan. Banyak di antara para pejuangnya adalah pemuda desa, guru, petani, hingga santri yang memilih angkat senjata. Mereka bukan tentara profesional, tetapi berjuang dengan keyakinan penuh: bahwa tanah kelahiran mereka harus bebas dari penjajahan.

Peran Brigade III Kiansantang di Purwakarta tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik dan sosial saat itu. Setelah Agresi Militer Belanda I dan II, Jawa Barat menjadi wilayah yang rawan karena perpecahan dan munculnya berbagai kelompok bersenjata. Brigade Kiansantang turut menjaga stabilitas daerah, terutama di kawasan pedalaman Purwakarta, Wanayasa, dan Tegalwaru. Mereka menertibkan jalur logistik, melindungi penduduk, serta menjadi penghubung antara pasukan Divisi Siliwangi dan pemerintah sipil di daerah.

Nama besar Kiansantang kemudian diabadikan bukan hanya sebagai kenangan militer, tetapi juga sebagai penghormatan. Ketika pemerintah daerah menetapkan nama Alun-Alun Kiansantang, itu bukan kebetulan — melainkan bentuk penghargaan terhadap semangat perjuangan brigade tersebut. Dengan begitu, ruang publik utama di jantung kota Purwakarta kini menjadi simbol dari dua kekuatan besar: spiritualitas (melalui tokoh legendaris Prabu Kiansantang) dan patriotisme (melalui Brigade III Kiansantang).

Alun-Alun Kiansantang hari ini menjadi ruang terbuka yang menampung berbagai aktivitas warga: dari upacara kenegaraan, pawai budaya, hingga sekadar tempat bersantai keluarga di sore hari. Namun bagi mereka yang tahu sejarahnya, tempat itu menyimpan gema masa lalu — tempat di mana para pejuang pernah berkumpul, dan dari mana semangat kebebasan pernah dikobarkan. Setiap langkah di atas tanah alun-alun itu seakan menyentuh bayangan masa perang, ketika rakyat dan tentara bersatu dalam satu tekad mempertahankan kemerdekaan.

Dalam konteks sejarah lokal, keberadaan Brigade III Kiansantang juga menegaskan bahwa Purwakarta bukan sekadar daerah administratif kecil di antara Bandung dan Karawang. Ia punya peran besar dalam sejarah militer dan politik Jawa Barat. Dari sinilah muncul narasi bahwa Purwakarta bukan hanya “kota istirahat” bagi pelancong, tetapi juga “kota perjuangan” yang menorehkan babak penting dalam perjalanan bangsa.

Kini, nama-nama pejuang dari Brigade III Kiansantang memang tak banyak lagi dikenal secara luas. Namun semangat mereka hidup dalam bentuk yang berbeda. Setiap kali upacara bendera digelar di Alun-Alun Kiansantang, setiap kali lagu kebangsaan dinyanyikan oleh anak sekolah di bawah naungan Gunung Burangrang, sejarah itu seolah berulang — bahwa perjuangan, doa, dan keberanian adalah fondasi sejati Purwakarta.

Menariknya, seperti dicatat oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo, penamaan Alun-Alun Kiansantang juga menjadi simbol rekonsiliasi antara masa lalu dan masa kini. Ia bukan hanya penghormatan bagi tokoh legenda atau pasukan perang, tapi juga ajakan untuk mengingat nilai-nilai dasar: kesetiaan pada tanah air, pengabdian tanpa pamrih, dan kebersamaan antarwarga. Di tengah modernisasi, nilai-nilai itu tetap menjadi jiwa dari kota kecil yang terus tumbuh ini.

Sejarah, pada akhirnya, bukan sekadar deretan tanggal dan peristiwa. Ia adalah napas yang menyertai kehidupan sebuah kota. Purwakarta dengan Alun-Alun Kiansantangnya menjadi bukti bahwa ruang publik dapat menjadi monumen hidup — tempat sejarah tidak hanya dihafalkan, tapi dirasakan setiap hari.

Tags: Alun-alunPurwakartaSejarah
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia
Budaya

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

23 Juni 2026
pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar
Sekilas

Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

11 Juni 2026
SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya
Sekilas

Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

11 Juni 2026
KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir
Sekilas

Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

11 Juni 2026
Pengadilan
Lokal

Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

4 Juni 2026
Disdik Jabar Sinkronkan Kompetensi SMK dengan Kebutuhan Industri - Disdik Jabar
Sekilas

Aturan Baru Disdik Jabar: Siswa SMK Kini Wajib PKL 1 Tahun!

7 Mei 2026
Next Post
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Prabowo Tegaskan Hukum Berkeadilan: Uang Pengganti Kerugian Negara dan Pesan Keadilan Sosial

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Resmi Masuk KBLI 2025, Konten Kreator Wajib Punya NIB: Simak Aturan dan Cara Membuatnya

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • 10 Karakter Terkuat di Era Boruto: Ranking Lengkap 2025

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Evolusi Naruto Mode: Dari Kyubi hingga Baryon Mode

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan