BANDUNG – Pelayanan kesehatan di Kota Bandung kembali mencatatkan sejarah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, resmi meluncurkan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Senin, 4 Mei 2026.
Langkah inovatif ini patut menjadi kebanggaan, lantaran fasilitas berteknologi mutakhir tersebut merupakan yang pertama kali beroperasi di Indonesia, sekaligus menempati urutan ketiga di seluruh kawasan Asia Tenggara.
“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan fasilitas terbaru di PMI Kota Bandung. Ini merupakan bentuk digitalisasi pengelolaan donor darah agar bisa betul-betul efisien dan optimal menggunakan teknologi terbaru,” ujar Farhan, dikutip dari rilis resmi Humas Jabar.
Kehadiran sistem otomatisasi ini dinilai sebagai lompatan besar. Melalui teknologi GLP dan WBA, proses pengolahan darah pendonor menjadi komponen vital seperti Packed Red Cells (PRC), plasma, trombosit, dan leukosit, bisa dilakukan dengan waktu yang jauh lebih cepat.
Bukan cuma soal kecepatan, teknologi ini juga dirancang untuk menekan potensi human error hingga titik terendah.
“Dengan sistem ini, pencatatan tidak lagi manual sehingga risiko tertukar bisa dihindari. Ini membuat proses menjadi lebih akurat dan efisien,” tambah Farhan.
Daya gedor fasilitas anyar ini juga tak main-main. PMI Kota Bandung kini memiliki kapasitas untuk memproses lebih dari 1.000 sampel darah per hari. Tingginya kapasitas ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan kantong darah dan mempercepat layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan turut mengajak warga Bandung untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup. Pasalnya, mesin canggih ini memberikan bonus keuntungan berupa pengecekan kondisi tubuh pendonor.
“Dengan adanya alat ini, masyarakat juga bisa mendapatkan skrining kesehatan dari tes darahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, menegaskan bahwa modernisasi alat ini adalah bentuk komitmen nyata dalam menjalankan amanat kemanusiaan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelas Ade.
Kolaborasi apik antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta dukungan pihak swasta seperti PT Abbott dan PT Istama Ranoraya ini diproyeksikan akan menjadi benchmark atau standar baru bagi unit donor darah di tanah air.
“Insyaallah PMI DKI dan PMI Surabaya akan segera menyusul, diikuti oleh UDD lainnya di seluruh Indonesia,” tutupnya optimistis.

















