Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mengambil langkah progresif untuk mencetak lulusan sekolah kejuruan yang lebih matang. Guna menyelaraskan kompetensi siswa dengan tuntutan nyata dunia kerja, Disdik Jabar resmi memperpanjang masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK menjadi satu tahun penuh.
Kebijakan strategis tersebut disosialisasikan langsung oleh Kepala Disdik Jabar, Purwanto, dalam agenda Pembinaan Kepala SMK Negeri yang berlangsung di SMKN 3 Kuningan pada Kamis pekan lalu.
Ia menekankan bahwa perpanjangan durasi magang ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat agar mentalitas dan keterampilan teknis siswa benar-benar terasah sebelum terjun ke industri.
“Pemanfaatan praktik harus lebih maksimal. Pelaksanaan PKL selama satu tahun akan membuat prosesnya lebih terkontrol serta meningkatkan kecocokan (match) dengan kebutuhan di industri,” tegas Purwanto, dikutip dari rilis resmi Disdik Jabar, 7 Mei 2026.
Selain menggembleng keahlian teknis para murid, Disdik Jabar rupanya juga memfokuskan perbaikan pada kualitas manajemen sekolah. Hal ini diwujudkan melalui program transformasi kepemimpinan bertajuk “Pandita 5.0” yang diisi oleh Self Learning Institute. Sesi ini dirancang khusus untuk membekali para kepala sekolah dengan kemampuan manajerial yang tangkas dan adaptif di tengah pusaran era digital.
Melengkapi pembinaan tersebut, para peserta juga mendapatkan suntikan ilmu literasi keuangan yang difasilitasi oleh bank bjb. Program ini diharapkan mampu mendongkrak pemahaman akan tata kelola keuangan yang akuntabel di lingkungan pendidikan.
Melalui sinergi kurikulum, penambahan porsi praktik, dan peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah ini, pendidikan vokasi di Jawa Barat ditargetkan mampu memproduksi lulusan yang berdaya saing tinggi. Turut hadir mengawal agenda penting ini, Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto.

















