• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Senin, 07 September 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Krakatau

    Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

    Pengamatan visual Gunungapi Anak Krakatau melalui CCTV Lava93 tanggal 5 September 2026 pukul 00.01 WIB. Warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus - Gambar/Sekretariat Badan Geologi

    Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Aman Tsunami dan BMKG Jelaskan Asal Dentuman

    Gelaran Kesenian Tarawangsa di Sumedang - Dok. Intiporia

    Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

    Papan peringatan di Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran yang dipasang untuk memperhatikan keselamatan (dok TNI AD) via Detik

    TNI AD Ungkap Fakta Jembatan Pongpet Oleng Kelebihan Muatan, Begini Kabar Bupati Pangandaran Usai Insiden

    Mahasiswa KKN ajukan Program Air Bersih - Dok. Intiporia

    Fasilitasi Pengajuan Program Air Bersih dan Toren di Desa Sukahaji, Ini Cara Mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Purwakarta

    Kalimantan

    Menguji Tuah Helikopter dan Janji Pemadaman Prabowo di Langit Kalimantan

    Budaya Sunda di Desa Cicadas - Dok. Intiporia

    Angkat Budaya Sunda, Desa Cicadas Meriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

    ilustrasi partai politik dan kemerdekaan

    Tradisi Politik Kita Sejak 1945: Merdeka, Bikin Partai, Lalu Pecah Kongsi?

    Warnai Dunia Pendidikan: Mahasiswa KKN Desa Sukahaji, Universitas Kartamulia Dorong Kolaborasi Lintas Komunitas

    Warnai Dunia Pendidikan: Mahasiswa KKN Desa Sukahaji, Universitas Kartamulia Dorong Kolaborasi Lintas Komunitas

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Krakatau

    Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

    Pengamatan visual Gunungapi Anak Krakatau melalui CCTV Lava93 tanggal 5 September 2026 pukul 00.01 WIB. Warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus - Gambar/Sekretariat Badan Geologi

    Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Aman Tsunami dan BMKG Jelaskan Asal Dentuman

    Gelaran Kesenian Tarawangsa di Sumedang - Dok. Intiporia

    Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

    Papan peringatan di Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran yang dipasang untuk memperhatikan keselamatan (dok TNI AD) via Detik

    TNI AD Ungkap Fakta Jembatan Pongpet Oleng Kelebihan Muatan, Begini Kabar Bupati Pangandaran Usai Insiden

    Mahasiswa KKN ajukan Program Air Bersih - Dok. Intiporia

    Fasilitasi Pengajuan Program Air Bersih dan Toren di Desa Sukahaji, Ini Cara Mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Purwakarta

    Kalimantan

    Menguji Tuah Helikopter dan Janji Pemadaman Prabowo di Langit Kalimantan

    Budaya Sunda di Desa Cicadas - Dok. Intiporia

    Angkat Budaya Sunda, Desa Cicadas Meriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

    ilustrasi partai politik dan kemerdekaan

    Tradisi Politik Kita Sejak 1945: Merdeka, Bikin Partai, Lalu Pecah Kongsi?

    Warnai Dunia Pendidikan: Mahasiswa KKN Desa Sukahaji, Universitas Kartamulia Dorong Kolaborasi Lintas Komunitas

    Warnai Dunia Pendidikan: Mahasiswa KKN Desa Sukahaji, Universitas Kartamulia Dorong Kolaborasi Lintas Komunitas

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Sekilas

Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

Raka Purnama by Raka Purnama
7 September 2026
in Sekilas, Peristiwa
Krakatau

Tangkapan Layar Hotspot Confidence Level - Peta/Sistem Pemantauan Karhutla

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Langit hari-hari ini menuntut kita untuk kembali mengandalkan selembar masker. Di satu sisi, alam sedang menunjukkan gejolaknya lewat erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis satelit Himawari-9 pada Minggu (6/9), ada dua lapisan abu vulkanik yang kini berekspansi terbawa angin. Lapisan pertama melayang dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki, bergerak ke tenggara dan selatan memayungi sebagian Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Lapisan kedua menyapu lebih tinggi hingga 50.000 kaki ke arah barat daya dan barat laut, menutupi langit Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.

Berita letusan gunung berapi yang mengirimkan abu sejauh itu memang wajar jika seketika menjadi tajuk utama. Namun, sensasi abu Krakatau ini tidak boleh mengaburkan mata kita dari sebuah tragedi pernapasan yang jauh lebih pekat dan sistemik di seberang pulau.

BACA JUGA

Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Aman Tsunami dan BMKG Jelaskan Asal Dentuman

Mengukur Langkah Pupuk Indonesia di Vladivostok

Tengoklah grafik indeks kualitas udara dari pantauan BMKG pada Senin (7/9) pukul 07.00 WIB. Deretan angka yang tersaji bukan sekadar statistik di atas layar, melainkan alarm darurat bagi paru-paru manusia. Di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) melesat menembus angka 300 µg/m³—kategori hitam yang dengan gamblang dilabeli “Berbahaya”. Tepat di sebelahnya, Kabupaten Mempawah (yang sebelumnya bernama Kabupaten Pontianak), mencatatkan angka 237,5 µg/m³ atau bersatus “Sangat Tidak Sehat”. Mengikuti di belakangnya adalah wilayah-wilayah seperti Pekanbaru, Sintang, hingga Kota Jambi yang juga harus menelan udara berstatus “Tidak Sehat”.

Menyandingkan dua krisis udara ini bukan untuk mencari mana yang paling menderita, melainkan untuk meluruskan perspektif darurat kita. Abu vulkanik adalah debu material dari perut bumi—sebuah takdir alam yang akan mereda tersapu hujan. Sementara itu, PM2.5 yang mengepung pesisir Kalimantan adalah “pembunuh senyap” sisa pembakaran yang dipenuhi karbon dan racun. Partikel mikroskopis berukuran 2,5 mikrometer ini terlalu kecil untuk disaring oleh bulu hidung. Ia meluncur bebas ke kedalaman paru-paru dan menyusup ke aliran darah, mengancam nyawa dalam jangka panjang.

Fakta ini semakin menyesakkan ketika kita melacak sumber asapnya melalui mata satelit Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS). Sepanjang 1-18 Agustus 2026, instrumen satelit yang lebih presisi dari MODIS ini memetakan sebuah bencana ekologis masif. Kalimantan Barat mencatat rekor akumulasi tertinggi dengan 82.728 piksel anomali panas. Menyusul di belakangnya adalah Kalimantan Tengah (34.105 piksel), Kalimantan Timur (20.686 piksel), Kalimantan Selatan (16.602 piksel), dan Kalimantan Utara (5.157 piksel).

Dengan resolusi 375 meter per piksel, total deteksi citra satelit di sekujur Kalimantan ini merepresentasikan area seluas 2,24 juta hektare. Angka 2,24 juta hektare tersebut memang tidak serta-merta berarti seluruh lahan telah hangus menjadi arang (burn scar). Angka ini adalah akumulasi deteksi sensor atas segala jenis ukuran dan intensitas api—mulai dari titik api kecil yang terdeteksi sangat panas hingga kobaran kebakaran yang meluas. Namun, jutaan luasan deteksi termal itu secara nyata telah menjelma menjadi pabrik asap raksasa yang terus-menerus memproduksi udara beracun setiap harinya.

Alam punya caranya sendiri untuk mengingatkan kita lewat abu Anak Krakatau, yang pada akhirnya akan menghilang tertiup angin samudra. Tetapi asap karhutla yang mengepung udara Mempawah dan Kubu Raya adalah krisis ekologis yang menuntut penyelesaian, bukan sekadar diwajarkan sebagai musibah tahunan. Sembari kita merapatkan masker untuk menangkal abu vulkanik di langit barat, jangan biarkan abu itu membutakan simpati kita dari fakta bahwa di timur sana, hak bernapas jutaan manusia sedang direbus perlahan oleh asap yang tak berkesudahan.

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Pengamatan visual Gunungapi Anak Krakatau melalui CCTV Lava93 tanggal 5 September 2026 pukul 00.01 WIB. Warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus - Gambar/Sekretariat Badan Geologi
Sekilas

Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Aman Tsunami dan BMKG Jelaskan Asal Dentuman

5 September 2026
Pupuk
Sekilas

Mengukur Langkah Pupuk Indonesia di Vladivostok

4 September 2026
Papan peringatan di Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran yang dipasang untuk memperhatikan keselamatan (dok TNI AD) via Detik
Sekilas

TNI AD Ungkap Fakta Jembatan Pongpet Oleng Kelebihan Muatan, Begini Kabar Bupati Pangandaran Usai Insiden

1 September 2026
Kalimantan
Peristiwa

Menguji Tuah Helikopter dan Janji Pemadaman Prabowo di Langit Kalimantan

23 Agustus 2026
Putusan MK, Makan Bergizi
Sekilas

Simak! Ini Poin-Poin Putusan MK: Anggaran Makan Bergizi Wajib Dipisah dari Dana Pendidikan

1 Agustus 2026
Perpustakaan Gasibu - Tangkapan Layar/TikTok
Sekilas

Perpustakaan Gasibu Bakal Disulap Jadi Digital, Pemprov Jabar Siagakan Layanan Keliling

15 Juli 2026
  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    990 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Sejarah Lengkap Klan Otsutsuki dari Awal hingga Boruto

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Sejarah Baru pada Logo Persib Bandung, Empat Bintang Bersinar!

    714 shares
    Share 286 Tweet 179
  • 7 Transformasi Sakura Haruno yang Memukau di Shippuden

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Semua Bentuk Susanoo: Ranking dari Terlemah hingga Terkuat

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan