• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Senin, 19 Oktober 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash

    Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash

    Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

    Pasar Sasagaran - Dok. Pribadi

    Pengembangan Pasar Sasagaran sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Kuliner Berkelanjutan

    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Berita
  • Feature
  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Esai

Mencari Warna Langit Bersama Sartre, Nietzsche, dan Kierkegaard: Refleksi Eksistensial di Bawah Kanvas Blue Period

untuk apa semua ini dilakukan?

Kanya Rahma Tresnabudi by Kanya Rahma Tresnabudi
4 September 2026
in Esai
Langit Biru- Foto oleh Jelleke Vanooteghem di Unsplash
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Pernahkah rasa hampa hadir justru di saat seluruh dinamika hidup tampak berjalan baik-baik saja? Ketika pencapaian akademik aman, jejaring sosial terjalin luas, dan alur masa depan terbentang mulus tanpa kendala apapun, sering kali muncul kejenuhan yang sulit bagi kita untuk dijelaskan. Di balik keriuhan tawa dan pemenuhan ekspektasi publik, ada momen dimana seseorang merasa asing dengan dirinya sendiri. Keadaan ini sangat menggambarkan krisis eksistensial (existential dread), sebuah kondisi ketika rutinitas dan standar keberhasilan masyarakat tidak lagi mampu menjawab pertanyaan mendasar, “untuk apa semua ini dilakukan?”

Fenomena alienasi diri ini tergambar secara presisi dalam kisah Yatora Yaguchi dari seri Blue Period. Mengamati langit pagi berwarna biru sunyi seusai menghabiskan malam dalam keriuhan sosial, ia mendadak menyadari bahwa seluruh pencapaian hidupnya hanyalah respons otomatis terhadap tuntutan lingkungan. Momen ketika seseorang memutuskan keluar dari jalur nyaman demi mengejar sesuatu yang benar-benar personal, seperti keputusan Yatora terjun ke dunia seni, bukan sekadar dorongan impulsif, melainkan upaya mendasar manusia untuk merebut kembali kendali atas eksistensinya.

BACA JUGA

Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

Dalam realitas sosial hari ini, masyarakat cenderung mendewakan konsep “bakat dari lahir”. Ketika dihadapkan pada individu yang mampu menguasai suatu bidang dengan sangat natural, kecenderungan umum adalah menyimpulkan bahwa mereka dibekali keistimewaan sejak lahir. Sebaliknya, proses panjang yang penuh trial-and-error, rasa lelah, serta kegagalan berulang kerap dilabeli sebagai tanda “ketidakmampuan” atau “ketidakbakatan”.

Membedah fenomena ini melalui kacamata Jean-Paul Sartre, kecenderungan melabeli diri “tidak berbakat” sering kali merupakan bentuk Bad Faith (Itikad Buruk). Bad Faith terjadi ketika manusia melarikan diri dari kebebasan dan tanggung jawab dirinya dengan cara berlindung di balik anggapan deterministik seperti takdir, keturunan, atau bawaan lahir. Menganggap orang lain jenius dan menilai diri sendiri biasa saja menciptakan ruang aman yang semu, kita membentengi diri agar tidak perlu tertekan oleh ekspektasi tinggi atau rasa takut akan kegagalan setelah berusaha maksimal.

Filsuf Friedrich Nietzsche menggarisbawahi kecenderungan serupa dalam psikologi masyarakat melalui konsep ressentiment. Kekaguman yang berlebihan terhadap “bakat alami” pihak lain sering kali berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri pasif. Dengan meletakkan jarak yang jauh antara “sang jenius” dan “diri yang biasa”, batin merasa terjustifikasi untuk berhenti berjuang. Padahal, kekaguman tersebut hanyalah cara terselubung untuk merasionalisasi ketakutan kita dalam menghadapi keterbatasan diri sendiri.

Jalan keluar dari krisis eksistensial dan rasa minder tidak terletak pada tuntutan untuk mencapai kesempurnaan secara instan, melainkan pada keberanian merangkul keterbatasan secara lapang. Di sinilah relevansi gagasan Nietzsche mengenai Amor Fati, sikap tidak hanya menerima, tetapi mencintai alur perjalanan hidup beserta seluruh kecacatannya yang ada.

Menerapkan Amor Fati bukan berarti bersikap apatis atau menyerah pada keadaan. Sikap ini merupakan pergeseran paradigma dari meratapi apa yang tidak dimiliki menjadi mengonsolidasikan apa yang ada di tangan. Seseorang yang memulai perjalanan dari titik nol tanpa keistimewaan bawaan justru memiliki keunggulan tersendiri, ia memahami setiap jengkal proses, mampu membedah mekanisme keberhasilannya secara rasional, dan memiliki fondasi yang kokoh karena setiap langkahnya dibangun atas kesadaran penuh, bukan sekadar insting mentah.

Dunia modern seringkali menilai kualitas hidup maupun karya secara seragam melalui indikator-indikator kuantitatif dan standar objektif. Namun, sebagaimana ditegaskan oleh Søren Kierkegaard, kebenaran tertinggi dalam kehidupan manusia bersifat subjektif. Nilai otentik dari keberadaan seseorang tidak diukur dari seberapa sempurna ia memenuhi blue print yang ditetapkan orang lain, melainkan dari keberaniannya untuk hadir secara jujur dan utuh.

Ketika seseorang berhenti meniru standar eksternal dan mulai menuangkan seluruh keraguan, proses belajar, serta perjuangan pribadinya ke dalam karya maupun pilihan hidupnya, keberadaannya menjadi berbobot. Keindahan hidup tidak terletak pada ketiadaan cela, melainkan pada kejujuran untuk terus melangkah di tengah keterbatasan.

Pada akhirnya, tidak memiliki keunggulan alami sejak awal bukanlah sebuah hukuman dari sebuah kekalahan, melainkan ruang terbuka yang memberi kebebasan bagi setiap individu untuk bertumbuh sesuai iramanya sendiri. Di tengah riuhnya tuntutan zaman yang menuntut hasil instan, tugas terpenting manusia bukanlah tampil tanpa cela di mata publik, melainkan berani menerima ketidaksempurnaan diri, merawat prosesnya, dan terus menggoreskan warna baru di atas kanvas kehidupannya sendiri.

Tags: FilsufNietzschePsikologisRefleksiSartre
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ilustrasi aksi massa - Foto oleh Markus Spiske di Unsplash
Esai

Pada Akhirnya, Mantan Pentolan Aksi selalu dapat Kursi

12 Oktober 2026
Gelaran Kesenian Tarawangsa di Sumedang - Dok. Intiporia
Esai

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

4 September 2026
ilustrasi partai politik dan kemerdekaan
Esai

Tradisi Politik Kita Sejak 1945: Merdeka, Bikin Partai, Lalu Pecah Kongsi?

15 Agustus 2026
Ilustrasi Pinjaman Online - Gambar (Magnific/rawpixel.com)
Esai

Fenomena Pinjaman Online dan Gaya Hidup Konsumtif dalam Perspektif Stoikisme

4 Agustus 2026
Transfer data dalam perjanjian Indonesia-AS
Dunia

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

24 Februari 2026
Ilustrasi Pilkada
Esai

Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

20 Januari 2026
Next Post
Gelaran Kesenian Tarawangsa di Sumedang - Dok. Intiporia

Menyelisik Magisnya Tarawangsa: Dari Dawai Penolak Bala hingga Jurus Bertahan di Era TikTok

  • KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Nonblok dan Perdamaian Global di SPIEF 2025

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Anggota DPR RI Muhammad Kadafi Dilaporkan ke Bareskrim dan KPK, Terkait Kasus ini

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Hindari 4 Lomba Ini Kalau Mau Benar-Benar Merdeka dari Kegalauan

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Relokasi Wiskul Purwakarta Mulai Pekan Ini, Netizen: Pedagangnya juga masih menolak

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan