Jakarta – Gelombang dukungan terhadap aktivis Andrie Yunus terus mengalir. Terbaru, sutradara dan pegiat seni Joko Anwar menyampaikan pernyataan sikap mendalam terkait kondisi terkini Andrie yang masih terbaring di High Care Unit (HCU) RSCM akibat serangan air keras.
Dalam pernyataan videonya, Joko Anwar menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie bukanlah respons atas sebuah kejahatan, melainkan upaya pembungkaman terhadap keberaniannya bersuara.
“Ia diserang karena ia berani bersuara. Dan ini semua terjadi karena ia membela hak-hak kita,” ujar Joko melalui unggahan video pada akun Instagram @jokoanwar, 2 April 2026.
Lihat postingan ini di Instagram
Hingga saat ini, kondisi penglihatan Andrie Yunus berada dalam tahap kritis. Andrie telah menjalani tiga kali operasi pada mata kanannya setelah ditemukan kebocoran pada dinding bola mata. Joko mengungkapkan bahwa Andrie kini menghadapi risiko nyata berupa cacat penglihatan permanen.
Saat ini, akses terhadap Andrie masih sangat dibatasi. Selain pihak keluarga, hanya perwakilan dari KontraS yang diizinkan untuk menjenguk demi menjaga proses pemulihan di ruang perawatan intensif.
Meskipun empat tersangka yang merupakan anggota aktif Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI telah ditetapkan, Joko Anwar menilai langkah hukum tersebut belum cukup. Ia menekankan bahwa publik tidak boleh puas hanya dengan penangkapan pelaku di lapangan.
“Pertanyaan terbesar belum terjawab: siapa yang memerintahkan?” tegas Joko.
Ia mendesak agar pengusutan kasus ini dilakukan secara tuntas hingga menyentuh struktur komando atas dan mengungkap aktor intelektual yang merancang serangan tersebut. Menurutnya, membiarkan kasus ini menguap begitu saja adalah pengkhianatan terhadap keadilan.
Pernyataan ini ditutup dengan pesan keras bagi para pelaku: bahwa publik tidak akan berhenti bertanya hingga keadilan bagi Andrie Yunus tegak sepenuhnya.

















