• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, 25 Maret 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Curug 7

    Wisata Alam Curug 7 Gunung Kujang Subang Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

    TNI Tahan 4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    Puspom TNI Amankan 4 Personel Atas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    Run Race Purwakarta - Intiporia/ M. Fajri

    Demam “Run Race” Sampai ke Purwakarta: Adu Cepat Anak Muda di Lintasan Aspal

    Abu Janda Debat Ikrar Nusa Bhakti & Feri Amsari Soal Jasa AS untuk Indonesia - Tangkapan Layar: Youtube/Official iNews

    Debat Panas Abu Janda vs Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari: Dari Jasa Amerika untuk RI hingga Isu Gaza

    Bersama Tim SAR Gabungan Melakukan Kaji Cepat Kejadian Longsor di TPST Bantar Gebang - Foto: BPBD Prov DKI Jakarta

    Fakta Tragedi Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang

    Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat

    Buntut Tragis Longsor Bantargebang: KLH Turun Tangan, Ancam Sanksi Pidana bagi Pengelola

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Curug 7

    Wisata Alam Curug 7 Gunung Kujang Subang Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

    TNI Tahan 4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    Puspom TNI Amankan 4 Personel Atas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    Run Race Purwakarta - Intiporia/ M. Fajri

    Demam “Run Race” Sampai ke Purwakarta: Adu Cepat Anak Muda di Lintasan Aspal

    Abu Janda Debat Ikrar Nusa Bhakti & Feri Amsari Soal Jasa AS untuk Indonesia - Tangkapan Layar: Youtube/Official iNews

    Debat Panas Abu Janda vs Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari: Dari Jasa Amerika untuk RI hingga Isu Gaza

    Bersama Tim SAR Gabungan Melakukan Kaji Cepat Kejadian Longsor di TPST Bantar Gebang - Foto: BPBD Prov DKI Jakarta

    Fakta Tragedi Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang

    Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat

    Buntut Tragis Longsor Bantargebang: KLH Turun Tangan, Ancam Sanksi Pidana bagi Pengelola

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Esai

Kalau Dokter Malah Bikin Sakit: Pelajaran ‘Pahit’ dari Kasus RSHS Bandung

Firman Aji Setiyawan by Firman Aji Setiyawan
12 April 2025
in Esai
Polda Jabar Ungkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Pelajar di RSHS Bandung - Dok Humas Polda Jabar

Polda Jabar Ungkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Pelajar di RSHS Bandung - Dok Humas Polda Jabar

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Biasanya orang ke rumah sakit itu buat sembuh. Tapi apa jadinya kalau justru malah pulang bawa trauma? Bukan cuma trauma karena tagihan obat yang mahal, ya, tapi trauma sesungguhnya: jadi korban kekerasan seksual.

Nah, ini bukan plot sinetron kriminal, tapi kisah nyata yang baru-baru ini terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

BACA JUGA

Ada-ada Saja Purwakarta: Bupati Sibuk Ngevlog, Wakilnya Curhat di Kolom Komentar IG

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

Pelakunya? Seorang dokter muda yang lagi sekolah spesialis anestesi—sebut saja P.A.P. Bukan PAP semesteran ya, walau sama-sama bikin deg-degan.

Ketika “Ambil Darah” Berujung Gelap

Dilansir dari laman resmi Humas Polda Jabar, ceritanya, si dokter ini membawa korban berinisial F.H yang saat itu tengah menjaga ayahnya yang menjadi pasien. Korban diminta oleh tersangka untuk pengecekan atau transfusi darah. Korban dibawa dari IGD ke sebuah ruangan di lantai 7 Gedung MCHC, sekitar jam 1 dini hari. Katanya sih, mau “ambil darah” dan cek alergi. Tapi yang mencurigakan, adik korban dilarang ikut. Hmm… ada bendera merah nih (dan ini bukan soal hemoglobin).

Begitu sampai di ruang 711, F.H. diminta ganti baju operasi dan melepas pakaian dalam. Lalu, katanya lagi, si dokter menusuk-nusuk korban (dalam konteks medis, harap tenang) dengan jarum suntik sampai 15 kali. Setelah itu, cairan bening misterius disuntikkan ke infus. Korban langsung pusing dan… blackout.

“Sesampainya di ruang 711, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi dan melepas pakaian dalamnya. P.A.P. kemudian melakukan pengambilan darah dengan sekitar 15 kali tusukan, lalu menyuntikkan cairan bening ke infus yang membuat korban pusing dan tak sadarkan diri,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. dalam penjelasannya persnya, 9 April 2025.

Korban baru sadar sekitar jam 4 pagi dalam kondisi sakit di bagian sensitif. Dan kita semua tahu, itu bukan efek samping dari cek alergi biasa.

Power? Yes. Abuse of Power? Big Yes.

Kalau kamu pikir ini cuma soal “dokter nakal”, kamu belum lihat masalah sebenarnya. Relasi kuasa antara dokter dan pasien itu kayak antara pemilik remote dan TV, terlebih ini adalah keluarga pasien yang turut ‘diperiksa’.

Pasien nurut, dokter ngatur. Tapi kalau si “pemilik remote” niatnya jahat? Ya, bisa kacau.

Dokter punya ilmu, punya akses ke tubuh pasien, dan… punya kepercayaan. Nah, kepercayaan ini yang disalahgunakan. Bukan cuma melanggar etika, tapi juga melukai rasa aman pasien. Terutama kalau ruang pemeriksaannya kayak set film horor—sunyi, tertutup, tanpa saksi.

Sistem Rumah Sakit: Ke Mana Aja?

Coba deh pikir: ini kejadian bukan sekali. Lokasinya pun itu-itu aja, di ruang 711. Gimana bisa ada kegiatan “medis” tanpa pengawasan di tempat yang sepi? CCTV? Ada. Tapi fungsi CCTV bukan buat nonton replay kejadian aneh, kan? Harusnya mencegah sejak awal.

Apa enggak ada sistem pengawasan di situ? Satpam? Suster? Alarm otomatis kalau ada aktivitas mencurigakan jam 1 pagi? Kalau enggak ada, wah… fix perlu upgrade SOP. Standard Operating Perasaan.

Hukum Bicara: Tapi Cukupkah?

Untungnya, korban melapor. Polda Jawa Barat bergerak cepat, mengamankan alat medis, obat bius macam Propofol, Fentanyl, dan Midazolam (yang kalau di film barat dipakai agen CIA). Juga ada rekaman CCTV dan… satu buah kondom.

Ya, barang bukti ini makin memperjelas bahwa ini bukan salah paham medis.

Pelaku kini dijerat dengan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pasal 6C UU Nomor 12 Tahun 2022. Ancaman hukumannya? 12 tahun penjara. Tapi pertanyaannya: cukupkah ini mencegah kasus serupa di masa depan?

Pasien Jadi Korban Dua Kali

Bayangin deh, kamu pergi ke dokter karena butuh pertolongan. Tapi pulang malah bawa trauma dan kehilangan kepercayaan pada seluruh profesi medis. Ini bukan luka kecil yang bisa ditutup plester. Ini luka batin yang dalam—bahkan bisa bikin pasien takut ke rumah sakit lagi (iatrofobia, istilah kerennya).

Dan yang lebih mengerikan: kasus ini bisa bikin pasien-pasien lain—khususnya perempuan—jadi takut untuk memeriksakan diri atau ragu kalau dokter minta ganti baju.

Kalau Mau Aman, Sistemnya Harus Waras

Kita enggak bisa terus bilang “oknum”, lalu selesai. Harus ada perbaikan sistem yang nyata. Beberapa hal yang harus segera masuk wishlist dunia medis kita:

1. Pemeriksaan Sensitif = Wajib Ada Pendamping

Mau itu perawat, keluarga, atau tenaga medis lain. Minimal harus ada dua orang yang tahu apa yang sedang terjadi.

2. Ruangan Medis Jangan Kayak Lab Rahasia

Pakai ruang terbuka, pasang kamera yang aktif (dan diawasi), jangan yang sekadar dekorasi.

3. Lapor Jadi Mudah dan Aman

Harus ada saluran pengaduan yang anonim, cepat, dan melindungi pelapor. Jangan sampai korban yang trauma malah dibikin ribet atau malah disalahkan.

4. Etika Medis Jangan Sekadar Teori

Dokter bukan cuma belajar operasi, tapi juga empati. Pendidikan kedokteran harus serius dalam hal ini. Ada pelatihan rutin, ada diskusi tentang batas profesional, dan yang paling penting: tentang relasi kuasa.

Kepercayaan Itu Bukan Sekadar Gelar

Kasus ini bukan cuma soal satu dokter jahat. Ini cermin rusak dari sistem yang harusnya menyembuhkan, tapi malah jadi ladang predator. Kepercayaan publik itu dibangun bertahun-tahun, tapi bisa runtuh hanya dalam satu kasus seperti ini.

Jadi, kalau kita masih mau bilang “profesi dokter adalah profesi mulia”, ya mari kita pastikan sistemnya juga mulia. Aman bagi pasien, adil dalam pengawasan, dan terbuka terhadap kritik.

Dan buat kamu yang calon dokter: semoga jadi dokter yang bukan cuma bisa nyuntik, tapi juga bisa menyembuhkan—tanpa bikin sakit hati (dan trauma mental)

Tags: Jawa Barat
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta - Ilustrasi Gambar/Gemini AI
Lokal

Ada-ada Saja Purwakarta: Bupati Sibuk Ngevlog, Wakilnya Curhat di Kolom Komentar IG

24 Februari 2026
Transfer data dalam perjanjian Indonesia-AS
Dunia

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

24 Februari 2026
Ilustrasi Pilkada
Esai

Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

20 Januari 2026
Redenominasi, gaji
Esai

Jika Redenominasi Terjadi: Harga Nasi Goreng Jadi 15 Rupiah dan Anak Kost Merasa Kaya Mendadak

10 November 2025
Restorative Justice
Opini

Ketika Restorative Justice Belum Benar-Benar Adil

10 Oktober 2025
Wisata
Esai

Menemukan Makna Wisata di Era Overtourism

2 Oktober 2025
Next Post
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan - Humas Kota Bandung

Wali Kota Bandung Resmikan Gebyar Padat Karya 2025: Tersebar di 92 Titik di Kota Bandung

  • Kampung KDM

    7 Daya Tarik Kampung KDM di Pasir Cabe Purwakarta, Hunian Nyunda yang Estetik!

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Menkeu Purbaya Soroti Hutang Whoosh: “kalau pakai APBN dulu agak lucu”

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih: Ini 54 Daftar Kabinet Prabowo

    655 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Presiden Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Independensi Ilmiah di KSTI 2025

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Presiden Prabowo Tunaikan Ibadah Umrah di Sela Kunjungan Kenegaraan ke Arab Saudi

    656 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan