• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, 13 Mei 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Pemain PERSIB Adam Alis melakukan selebrasi - Dok. PERSIB.co.id

    PERSIB Tekuk Persija 2-1 dan Kubur Mimpi Juara Macan Kemayoran

    Ilustrasi - Gambar/MUI

    Keadilan dan Kemaslahatan: Membedah Macam-Macam Sanksi dalam Hukum Islam

    Disdik Jabar Sinkronkan Kompetensi SMK dengan Kebutuhan Industri - Disdik Jabar

    Aturan Baru Disdik Jabar: Siswa SMK Kini Wajib PKL 1 Tahun!

    Baim Wong ceritakan Pengalaman menjadi Sutradara - Foto/Instagram.

    Jadi Sutradara, Baim Wong Bikin Reza Rahadian Nyaman Berakting

    Rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

    Rupiah ‘Undervalued’, BI Beberkan 7 Jurus Sakti Penguatan ke Presiden Prabowo

    Bupati Purwakarta Om Zein

    Gebrakan Pemkab Purwakarta: ASN Wajib Ngantor Naik Kendaraan Umum Tiap Rabu!

    Beranda Berita sosial PMI Kota Bandung Luncurkan Laboratorium Canggih Pertama di Indonesia - Dok. Humas Jabar

    Pertama di Indonesia! PMI Bandung Resmikan Teknologi Pengolahan Darah Canggih, Sanggup Libas 1.000 Sampel Sehari

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soroti kondisi Bogor - Humas Jabar

    KDM Bunyikan Alarm Keras Tata Ruang Bogor: Rusak di Hulu, Jakarta Ikut Terancam Tenggelam!

    Review: PERSIB Amankan Kemenangan dari PSIM - Dok. Persib.co.id

    Gol Kilat 2 Menit Matricardi Bawa PERSIB Kokoh di Puncak Klasemen, Tekuk PSIM dalam Laga Penuh Drama

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Pemain PERSIB Adam Alis melakukan selebrasi - Dok. PERSIB.co.id

    PERSIB Tekuk Persija 2-1 dan Kubur Mimpi Juara Macan Kemayoran

    Ilustrasi - Gambar/MUI

    Keadilan dan Kemaslahatan: Membedah Macam-Macam Sanksi dalam Hukum Islam

    Disdik Jabar Sinkronkan Kompetensi SMK dengan Kebutuhan Industri - Disdik Jabar

    Aturan Baru Disdik Jabar: Siswa SMK Kini Wajib PKL 1 Tahun!

    Baim Wong ceritakan Pengalaman menjadi Sutradara - Foto/Instagram.

    Jadi Sutradara, Baim Wong Bikin Reza Rahadian Nyaman Berakting

    Rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

    Rupiah ‘Undervalued’, BI Beberkan 7 Jurus Sakti Penguatan ke Presiden Prabowo

    Bupati Purwakarta Om Zein

    Gebrakan Pemkab Purwakarta: ASN Wajib Ngantor Naik Kendaraan Umum Tiap Rabu!

    Beranda Berita sosial PMI Kota Bandung Luncurkan Laboratorium Canggih Pertama di Indonesia - Dok. Humas Jabar

    Pertama di Indonesia! PMI Bandung Resmikan Teknologi Pengolahan Darah Canggih, Sanggup Libas 1.000 Sampel Sehari

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soroti kondisi Bogor - Humas Jabar

    KDM Bunyikan Alarm Keras Tata Ruang Bogor: Rusak di Hulu, Jakarta Ikut Terancam Tenggelam!

    Review: PERSIB Amankan Kemenangan dari PSIM - Dok. Persib.co.id

    Gol Kilat 2 Menit Matricardi Bawa PERSIB Kokoh di Puncak Klasemen, Tekuk PSIM dalam Laga Penuh Drama

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Esai

Perempuan Indonesia di Era Modern Sebagai Refleksi Hari Kartini 2025

Firman Aji Setiyawan by Firman Aji Setiyawan
21 April 2025
in Esai, Budaya
Ilustrasi Hari Kartini - Freepik/jcomp

Ilustrasi Hari Kartini - Freepik/jcomp

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Setiap tanggal 21 April, nama R.A. Kartini selalu menggema di seluruh pelosok Indonesia. Pada peringatan Hari Kartini 2025 ini, kita tidak hanya memperingati sosok pahlawan nasional yang lahir 146 tahun lalu, tetapi juga merefleksikan perjalanan panjang perempuan Indonesia dari zaman ke zaman.

Sosok yang dikenal dengan surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” ini telah menjadi simbol perjuangan kesetaraan dan pembuka pintu emansipasi bagi perempuan Indonesia.

BACA JUGA

4 Alat Musik Sunda ini Jarang Diketahui, dari Toleat Hingga Tarawangsa

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

Di masa kolonial, ketika Kartini hidup, perempuan Indonesia menghadapi diskriminasi berlapis—tidak hanya sebagai perempuan tetapi juga sebagai warga negara terjajah.

Cita-cita Kartini untuk membuka akses pendidikan bagi kaum perempuan merupakan visi radikal untuk zamannya. Bersama tokoh-tokoh seperti Dewi Sartika di Jawa Barat, Maria Walanda Maramis di Sulawesi Utara, dan Nyai Ahmad Dahlan di Yogyakarta, mereka menjadi pionir yang meletakkan fondasi bagi gerakan perempuan di Indonesia.

Perjalanan emansipasi perempuan Indonesia terus berkembang setelah kemerdekaan. Meski UUD 1945 telah menjamin kesetaraan gender, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan.

Era Orde Baru dengan program-program seperti PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dan Dharma Wanita cenderung mengarahkan perempuan pada peran-peran yang mendukung pembangunan dalam bingkai “ibu yang baik” dan “pendamping suami.”

Reformasi 1998 membuka lembaran baru bagi perjuangan perempuan Indonesia. Terbentuknya Komnas Perempuan menandai komitmen negara untuk melindungi hak-hak perempuan. Kebijakan afirmasi seperti kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen mulai diterapkan pada Pemilu 2004. Ruang-ruang partisipasi publik semakin terbuka lebar bagi perempuan Indonesia.

Memasuki era digital dan global, perempuan Indonesia menghadapi lanskap yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi membuka peluang tak terbatas sekaligus menghadirkan tantangan baru. Media sosial menjadi arena baru untuk menyuarakan isu-isu gender, tetapi juga menjadi wadah kekerasan berbasis gender dalam bentuk yang baru, seperti cyber harassment dan penyebaran konten intim tanpa persetujuan.

Data terkini menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai bidang. Di sektor pendidikan tinggi, perempuan bahkan melebihi jumlah laki-laki di beberapa bidang studi. Perempuan semakin banyak yang menduduki posisi strategis di dunia korporasi, meski “glass ceiling” masih menjadi realitas di banyak sektor.

Di bidang UMKM, lebih dari 60% pelaku usaha adalah perempuan, menunjukkan peran vital mereka dalam ekonomi nasional.

Namun, di balik capaian tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Keterwakilan perempuan di DPR pada 2025 masih berkisar 21%, jauh dari target 30%. Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan untuk pekerjaan yang setara masih terjadi. Pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di banyak daerah.

Tantangan kontemporer lainnya yang dihadapi perempuan Indonesia adalah kesenjangan digital gender. Meski akses internet semakin meluas, perempuan di daerah pedesaan dan terpencil masih menghadapi hambatan dalam mengakses teknologi. Padahal, di era ekonomi digital, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kunci keberhasilan ekonomi.

Perubahan iklim juga menjadi isu yang berdampak tidak proporsional terhadap perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan di daerah pesisir dan pertanian lebih rentan terdampak bencana alam dan gagal panen akibat perubahan iklim. Namun di sisi lain, keterlibatan perempuan dalam gerakan lingkungan dan solusi berbasis masyarakat juga semakin meningkat.

Yang tidak kalah penting adalah menyadari bahwa perempuan bukanlah kelompok homogen. Perempuan dari kelompok minoritas, penyandang disabilitas, atau dari kelompok ekonomi rendah menghadapi tantangan berlapis. Pendekatan interseksional dalam kebijakan dan program pemberdayaan perempuan menjadi keharusan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Jika Kartini hidup di era sekarang, mungkin ia akan bangga melihat perempuan Indonesia yang menjadi ilmuwan, politisi, pengusaha, atlet berprestasi, hingga pemimpin organisasi internasional. Namun ia juga mungkin akan mengingatkan bahwa perjalanan menuju kesetaraan yang substansial masih panjang.

Di peringatan Hari Kartini 2025 ini, marilah kita menghormati warisan Kartini dengan terus memperjuangkan kesetaraan yang mencakup semua aspek kehidupan. Emansipasi di era modern tidak lagi sekadar soal mengakses pendidikan dasar, tetapi tentang menciptakan ruang yang aman dan setara di semua bidang—mulai dari rumah tangga, tempat kerja, ruang publik, hingga dunia digital.

Semangat Kartini hari ini tidak hanya tentang “mengangkat” derajat perempuan, tetapi tentang membangun masyarakat yang berkeadilan bagi semua gender. Perempuan Indonesia generasi masa kini berdiri di atas pundak para pejuang sebelumnya, melanjutkan perjalanan yang belum selesai—perjalanan menuju Indonesia yang benar-benar setara dan berkeadilan.

Selamat Hari Kartini 2025. Semoga api perjuangan terus menyala dalam diri setiap perempuan Indonesia.

Tags: Indonesia
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Liputan Intiporia mengenal alat musik Sunda - Dok. Intiporia
Budaya

4 Alat Musik Sunda ini Jarang Diketahui, dari Toleat Hingga Tarawangsa

6 April 2026
Transfer data dalam perjanjian Indonesia-AS
Dunia

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

24 Februari 2026
Mipit Nyi Pohaci
Budaya

Tradisi Rutin Mipit Nyi Pohaci, Desa Dangdeur Purwakarta Wujudkan Pelestarian Budaya Simbol Syukur Hasil Bumi

13 Februari 2026
Gapura Purwakarta
Budaya

Tahukah Kamu? Mengapa Banyak Nama Daerah di Purwakarta Berawalan ‘Kebon’ dan ‘Sawah’

28 Januari 2026
Ilustrasi Pilkada
Esai

Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

20 Januari 2026
Angklung
Budaya

Mengenal 5 Jenis Angklung: Alat Musik Masyarakat Sunda yang Mendunia

7 Januari 2026
Next Post
Hari Kartini - Gambar/freepik

Semangat Kartini Masih Relevan, Wakil Ketua DPC PWRI Purwakarta: Perempuan Harus Terus Melawan Batasan Budaya Patriarki

  • filler naruto

    Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Teknik Mata Terkuat: Sharingan, Byakugan, dan Rinnegan

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Analisis: Mengapa Kamui adalah Teknik Paling OP

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Kakashi Hatake: Hokage dengan Luka Masa Lalu dan Visi Masa Depan

    705 shares
    Share 282 Tweet 176
  • English Time Championship 2025: Dari Purwakarta, Anak-anak Belajar, Berani, dan Berprestasi

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan