Bulan Mei memang identik banget sama libur nasional Hari Buruh Internasional tiap tanggal 1. Sedikit kilas balik, momen ini awalnya didedikasikan buat mengenang insiden demo buruh di Chicago pada tahun 1886 silam.
Tapi tunggu dulu, keistimewaan Mei nggak berhenti di situ. Kalau ditelusuri, bulan ini ternyata jadi ajang “lahirannya para suhu” alias tokoh-tokoh penting dunia yang mengubah jalannya sejarah. Dari bapak sosialisme, pionir keperawatan, sampai presiden ikonik Amerika Serikat. Penasaran siapa aja? Yuk, simak daftarnya!
1. Karl Marx (5 Mei 1818)
Tokoh yang sering dijuluki “nabi”-nya kaum pekerja ini lahir di Jerman. Berawal dari belajar hukum, Marx makin kritis soal kelas sosial setelah ketemu bestie-nya, Friedrich Engels di Paris. Hubungan pertemanan mereka solid banget. Bahkan saat Marx jatuh miskin di Inggris, Engels yang terus menyokong finansialnya sampai naskah epik Das Kapital rampung. Perjalanan bapak sosialisme modern yang wafat pada 1883 ini masih terus jadi rujukan penting, seperti yang dikutip dari dokumentasi BBC.
2. Florence Nightingale (12 Mei 1820)
Lahir dari keluarga bangsawan Inggris saat liburan di Florence, Italia, perempuan ini memilih jalan hidup yang agak rebel di zamannya. Ketimbang menikmati privilese, dia milih jadi perawat. Puncaknya pada 1854, Florence bareng 38 perawat perempuannya merombak total fasilitas medis tentara Inggris di Perang Krimea. Saking dedikatifnya keliling bawa lampu tiap malam buat ngecek pasien, dia dijuluki “Lady of the Lamp”. Catatan sejarah yang dikutip dari Britannica menyebutkan bahwa dedikasinya sukses jadi acuan perombakan kesehatan militer Inggris secara besar-besaran.
3. Henry Dunant (8 Mei 1828)
Anak ekstrakurikuler PMR (Palang Merah Remaja) pasti udah hafal di luar kepala sama bapak yang satu ini. Berawal dari pebisnis Swiss yang lagi butuh air buat perusahaannya, Dunant malah “nyasar” ke medan perang berdarah di Solferino, Italia. Syok melihat banyak korban telantar, dia menulis buku A Memory of Solferino dan sukses menginisiasi berdirinya Palang Merah Internasional di tahun 1863. Menariknya, melansir kisah hidupnya yang dikutip dari The Nobel Prize, Dunant yang sempat bangkrut dan hidup melarat ini menolak hadiah uang dari Nobel Perdamaian yang diraihnya dan malah mendonasikannya untuk amal.
4. Sigmund Freud (6 Mei 1856)
Bapak Psikoanalisis ini lahir di Ceko tapi menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Vienna, Austria. Freud punya teori revolusioner pada masanya: masalah mental itu akarnya dari kejadian traumatis masa lalu yang tertahan di alam bawah sadar. Solusinya? Pasien harus diajak ngobrol panjang lebar buat “ngorek” dan menghadapi rasa trauma itu. Teori-teori mind-blowing Freud terus berkembang sampai akhirnya ia harus mengungsi ke London gara-gara invasi Nazi, menurut biografi yang dikutip dari Internet Encyclopedia of Philosophy.
5. Isadora Duncan (26 Mei 1877)
Kalau kamu suka eksplorasi dance bebas yang nggak kaku, kamu berutang budi sama Isadora Duncan. Lahir di San Fransisco, Duncan muak sama pakem balet klasik yang menurutnya terlalu membatasi. Ia pun nge-tur keliling Eropa membawa gaya tari modern yang bebas dan dinamis. Kisah hidup pionir seni tari ini cukup rollercoaster; dari dicap sebagai agen Bolshevik di AS karena bersuami pria Uni Soviet, sampai akhirnya tutup usia di umur 50 tahun gara-gara kecelakaan tragis di Prancis, seperti yang dikutip dari Britannica.
6. John F. Kennedy (29 Mei 1917)
JFK sukses pecah rekor jadi presiden termuda AS di umur 43 tahun, sekaligus presiden pertama yang beragama Katolik. Mantan anggota Angkatan Laut di era Perang Dunia II ini punya rekam jejak mentereng, mulai dari bikin badan relawan Peace Corps sampai berhasil meredam ketegangan perang nuklir dengan Uni Soviet. Sayangnya, seperti yang dicatat dan dikutip dari The White House Historical Association, karir cemerlang pria berkharisma ini harus berakhir tragis usai dirinya tewas ditembak saat iring-iringan mobil di Texas pada 1963.
7. Paus Yohanes Paulus II (18 Mei 1920)
Lahir dengan nama Karol Jósef Wojtyla di Polandia, masa sekolahnya sempat terhambat gara-gara invasi Nazi. Meski begitu, tekadnya mengabdi di jalan agama nggak luntur sampai ia sukses jadi Paus non-Italia pertama dalam 400 tahun terakhir! Selama menjabat (1978-2005), Paus Yohanes Paulus II vokal banget mengadvokasi isu HAM dan ikut andil meruntuhkan rezim komunisme di Eropa Timur. Atas segala dedikasinya semasa hidup, mendiang Paus Fransiskus resmi memimpin upacara kanonisasinya sebagai santo, menurut sejarah yang dikutip dari situs Biography.

















