• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Minggu, 28 Juni 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Muslim

Mengapa Dinar dan Dirham Tidak Lagi Menjadi Mata Uang Utama?

Deni Hamzah by Deni Hamzah
23 Desember 2025
in Muslim, Opini
Dinar Dirham

Dinar Dirham - Ist

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Meskipun dinar emas dan dirham perak diakui sebagai sistem moneter yang stabil dan berkeadilan dalam sejarah Islam, penggunaannya sebagai mata uang resmi dan alat tukar harian telah memudar di sebagian besar negara modern. Fenomena ini bukan disebabkan oleh kelemahan inheren pada konsep logam mulia itu sendiri, melainkan karena pergeseran besar dalam sistem ekonomi global, kebutuhan logistik, dan perubahan geopolitik.

  1. Keterbatasan Logistik dan Skalabilitas

Salah satu alasan terbesar mengapa dinar dan dirham surut adalah keterbatasan logistik dalam ekonomi berskala besar modern.

BACA JUGA

Keadilan dan Kemaslahatan: Membedah Macam-Macam Sanksi dalam Hukum Islam

Sahur Anti-Zonk: Biar Nggak Cuma Kenyang di Awal, Tapi Lemes di Tengah Jalan

  • Transportasi: Membawa koin emas dan perak dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis internasional atau penyimpanan di bank sentral sangat mahal, berat, dan berisiko tinggi. Dibandingkan dengan transfer elektronik atau pengiriman mata uang kertas, pengangkutan logam mulia membutuhkan keamanan dan biaya asuransi yang masif.
  • Transaksi Kecil: Untuk transaksi sehari-hari, koin yang sangat berharga (seperti dinar emas) menjadi tidak praktis. Membagi koin emas (misalnya, menjadi pecahan senilai ratusan ribu rupiah) untuk membeli kebutuhan kecil sangat sulit dilakukan. Mata uang kertas dan koin kecil (fiat money) jauh lebih fleksibel untuk transaksi ritel.
  • Perkembangan Digital: Di era digital, mayoritas transaksi dilakukan secara elektronik. Dinar dan dirham yang berbasis fisik tidak dapat mengimbangi kecepatan dan efisiensi transfer dana melalui sistem perbankan dan digital wallet global.
  1. Gejolak Harga Komoditas dan Deflasi

Meskipun stabilitas daya beli jangka panjang adalah keunggulan dinar/dirham, dalam jangka pendek, harga emas dan perak dapat berfluktuasi drastis karena permintaan industri, spekulasi, dan faktor geopolitik.

  • Risiko Deflasi: Ketika mata uang terikat pada komoditas, kelangkaan komoditas (emas/perak) dapat menyebabkan deflasi (peningkatan daya beli uang) yang berkepanjangan. Deflasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena masyarakat cenderung menunda pengeluaran, berharap harga akan turun lagi di masa depan.
  • Keterbatasan Pasokan: Pasokan emas dan perak di dunia terbatas oleh jumlah yang dapat ditambang. Jika ekonomi suatu negara tumbuh lebih cepat daripada pasokan logam mulia, hal itu dapat menghambat likuiditas dan membatasi kemampuan bank sentral untuk mengelola krisis ekonomi.
  1. Kebangkitan Sistem Moneter Fiat Global

Keputusan krusial yang mengakhiri dominasi logam mulia adalah penghapusan standar emas secara global.

  • Peran Bank Sentral: Dengan standar fiat, bank sentral memiliki kontrol penuh atas suplai uang. Kontrol ini dianggap penting oleh pemerintah untuk dapat melakukan kebijakan moneter (seperti menurunkan suku bunga atau mencetak uang) guna merangsang pertumbuhan ekonomi, mendanai proyek infrastruktur, atau menangani resesi. Sistem dinar/dirham sangat membatasi kemampuan pemerintah untuk melakukan intervensi moneter tersebut.
  • Bretton Woods dan Kehancuran Standar Emas: Meskipun Amerika Serikat dan negara-negara lain mempertahankan ikatan dengan emas hingga pertengahan abad ke-20 (melalui sistem Bretton Woods), Presiden Nixon secara resmi menghapus konvertibilitas Dolar AS ke emas pada tahun 1971. Keputusan ini secara efektif mengakhiri ketergantungan mata uang dunia pada emas, membuka jalan bagi mata uang fiat untuk menjadi standar global. Negara-negara lain, termasuk negara-negara mayoritas Muslim, mengikuti tren ini untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional.
  1. Fragmentasi dan Kesulitan Standardisasi

Setelah runtuhnya kekhalifahan yang menggunakan dinar dan dirham secara seragam, negara-negara penerusnya memilih untuk menciptakan mata uang nasional mereka sendiri (seperti Rial, Dinar modern, Lira, dll.) sebagai simbol kedaulatan baru.

  • Kedaulatan Nasional: Penggunaan mata uang nasional yang unik dianggap sebagai hak dasar dan simbol independensi suatu negara. Mengadopsi dinar dan dirham sebagai mata uang tunggal akan memerlukan kerja sama dan standardisasi yang tinggi di antara banyak negara yang memiliki kepentingan ekonomi dan politik yang berbeda.
  • Regulasi Internasional: Sistem keuangan internasional modern diatur oleh lembaga seperti IMF dan Bank Dunia, yang beroperasi berdasarkan mata uang fiat. Keluar dari sistem ini dan kembali ke standar logam mulia akan menimbulkan hambatan besar dalam perdagangan, investasi, dan hubungan keuangan global.

Kesimpulan

Dinar dan dirham tidak hilang karena konsepnya buruk, melainkan karena tantangan logistik, kebutuhan pemerintah modern akan fleksibilitas moneter, dan perubahan mendasar pada arsitektur keuangan global. Meskipun kini sebagian besar digunakan sebagai alat investasi atau simpanan nilai, keberadaan mereka tetap menjadi kritik abadi terhadap sistem mata uang fiat yang rentan terhadap inflasi dan utang

Tags: DinarDirhamIslamUang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ilustrasi - Gambar/MUI
Muslim

Keadilan dan Kemaslahatan: Membedah Macam-Macam Sanksi dalam Hukum Islam

7 Mei 2026
Sahur
Gaya Hidup

Sahur Anti-Zonk: Biar Nggak Cuma Kenyang di Awal, Tapi Lemes di Tengah Jalan

20 Februari 2026
Al-Khwarizmi
Belajar

Al-Khwarizmi: Arsitek Digital dan Bapak Aljabar Modern

20 Februari 2026
Teknologi Muslim, Islam
Opini

Teknologi dari Perspektif Islam: Mengintegrasikan Inovasi dengan Nilai Ilahi

15 Februari 2026
Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia
Kampus

Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

9 Februari 2026
Syariah
Muslim

Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

31 Januari 2026
Next Post
Banjir

Update Banjir Aceh dan Sumatera 23 Desember 2025: 1.113 Orang Meninggal, 158 Ribu Rumah Rusak

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    781 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Resmi Masuk KBLI 2025, Konten Kreator Wajib Punya NIB: Simak Aturan dan Cara Membuatnya

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Kisah Nazya, Atlet Muda yang Menjaga Asa Pencak Silat Prestasi hingga Tingkat Nasional

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • 10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan