• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Jumat, 26 Juni 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia

    Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

    Motor Listrik MBG BGN - Gambar/Uzone

    Usut Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik BGN

    pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar

    Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

    SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya

    Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

    KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir

    Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

    Kepala BGN Nanik S. Deyang - Doc.Biro Hukum dan Humas BGN

    Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang

    Film "Rencana Besar Mati Dengan Tenang" - Instagram/melissa_karim

    Tembus Kompetisi Utama SIFF 2026, Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” Borong 7 Kategori

    Pengadilan

    Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

    Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana - Doc. Biro Hukum dan Humas

    Dugaan Jual Beli SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Dini Hari

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Lingkungan

Kopi Canaya, Inovasi Dunia dari Kamojang yang Gunakan Panas Bumi untuk Mengeringkan Biji Kopi

Raka Purnama by Raka Purnama
29 Oktober 2025
in Lingkungan, Lokal
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama para petani kopi Kamojang menggelar Panen Bersama dan Ekspor Perdana Kopi Geotermal Kamojang, Jawa Barat. (Foto: PT.PG)

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama para petani kopi Kamojang menggelar Panen Bersama dan Ekspor Perdana Kopi Geotermal Kamojang, Jawa Barat. (Foto: PT.PG)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Aroma kopi khas menyeruak dari sebuah kedai bernama Ecovil di kaki Gunung Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di sana, secangkir kopi tanpa gula disajikan dalam gelas kaca—kopi itu bernama Canaya, hasil karya anak muda lokal yang menjadikan energi panas bumi sebagai bagian dari proses pengolahannya.

Kopi Canaya merupakan hasil inovasi Moh Ramdan Reza, atau yang akrab disapa Deden, seorang pengusaha kopi berusia 34 tahun. Ia memanfaatkan panas buangan dari sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang untuk mengeringkan biji kopi.

BACA JUGA

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

“Saya yang memberi nama Canaya. Belum ada kopi yang pengolahannya menggunakan metode pengeringan geotermal,” ujar Deden dalam keterangan resmi, Rabu, 24 September 2025.

Nama Canaya sendiri berasal dari bahasa Sunda, gabungan kata can (belum) dan aya (ada), yang berarti belum ada. Nama ini melambangkan keunikan metode pengeringan kopi berbasis energi panas bumi—Geothermal Coffee Process (GCP)—yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Metode GCP berawal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT PGE yang dikembangkan sejak 2018. Sejak saat itu, inovasi ini menjelma menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar internasional.

Tahun 2023 menjadi titik balik bagi Canaya. Kopi ini mulai dipromosikan secara luas untuk bersaing dengan kopi lain yang umumnya dikeringkan menggunakan panas matahari. Hasilnya luar biasa: Canaya kini sudah diekspor ke Jerman dan Jepang, dan menarik minat dari negara-negara lain seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan Kolombia.

Dalam ajang World of Coffee (WoC) Jakarta 2025, kopi Canaya mencuri perhatian banyak pelaku industri. Dari pameran itu, Deden berhasil mendapatkan pesanan besar: 10 ton kopi arabika dari Jerman dan 5 ton dari Jepang dengan nilai jual mencapai Rp450 ribu per kilogram untuk kopi siap saji.

Namun, kapasitas produksi masih terbatas. Deden mengaku hanya mampu menghasilkan sekitar 20 ton kopi per musim panen, jauh di bawah potensi 1.500 ton ceri kopi yang dihasilkan dari 225 hektare lahan di wilayah Kamojang.

“Kita hanya mampu menyerap 15 persenan, sementara permintaan kopi ke kami itu luar biasa bisa sampai 40 sampai 50 ton,” tuturnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Indonesia.go.id.

Keunggulan utama metode pengeringan geotermal adalah kontrol suhu yang stabil. Proses pengeringan yang biasanya memakan waktu hingga satu bulan dengan sinar matahari dapat dipangkas menjadi hanya 8–10 hari menggunakan panas bumi.

“Setiap kopi tentu punya rasa tersendiri, termasuk kopi di sini. Saya mengukurnya, kalau ada pembelian berulang berarti ada indikasi bahwa kopi kita enak, dan konsisten,” ujar Deden.

Selain efisien, metode ini juga ramah lingkungan dan menjamin cita rasa kopi yang lebih konsisten.

Sebagai mitra penggerak, Community Development Officer Area PGE Kamojang, Reyhana Rashellasida, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi Deden dalam memperluas ekspor kopi Canaya.

“Ekspor perdana kopi hasil geotermal ke Jerman dan Jepang telah membuktikan bahwa produk ini sudah memenuhi standar pasar global,” ujarnya.

PT PGE bahkan telah mengantongi Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2024 untuk inovasi pengeringan kopi berbasis panas bumi tersebut.

Dengan inovasi yang berakar dari bumi Kamojang, kopi Canaya kini bukan sekadar minuman, tetapi simbol kreativitas energi terbarukan dan bukti bahwa teknologi hijau dapat menyatu harmonis dengan kearifan lokal.

Tags: Kopi CanayaWorld of Coffee
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Liputan Intiporia di Pasar Sasagaran - Dok. Intiporia
Budaya

Pasar Sasagaran: Oase Kuliner Tradisional dan Wisata Sejarah di Jantung Bungursari

23 Juni 2026
pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) - Humas Jabar
Sekilas

Kisruh SPMB Jabar 2026: Ombudsman Ingatkan Disdik Cegah Pungli dan Jangan Persulit Hak Anak Bersekolah

11 Juni 2026
SPMB Sekolah Maung, Dari 18 Ribu Lebih Kuota, Rata-Rata yang Diterima Setengahnya
Sekilas

Tak Lolos Sekolah Maung? Jangan Khawatir, Disdik Jabar Siapkan 909 Ribu Kursi SMA/SMK/MA

11 Juni 2026
KDM Sempurnakan Pelaksanaan SPMB, Jamin Proses Lancar Hingga Tahap Akhir
Sekilas

Tolak Isu Jual Beli Bangku di SPMB 2026, Gubernur Jabar Tantang Masyarakat Lapor Bawa Bukti

11 Juni 2026
Pengadilan
Lokal

Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Purwakarta, Sejumlah Pihak Tidak Hadir Sidang Ditunda

4 Juni 2026
Disdik Jabar Sinkronkan Kompetensi SMK dengan Kebutuhan Industri - Disdik Jabar
Sekilas

Aturan Baru Disdik Jabar: Siswa SMK Kini Wajib PKL 1 Tahun!

7 Mei 2026
Next Post
Waktu, Dunia

Seni Menemukan Ketenangan di Tengah Dunia yang Tak Pernah Berhenti

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    770 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Resmi Masuk KBLI 2025, Konten Kreator Wajib Punya NIB: Simak Aturan dan Cara Membuatnya

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Kisah Nazya, Atlet Muda yang Menjaga Asa Pencak Silat Prestasi hingga Tingkat Nasional

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Simak! Panduan Lengkap Daftar BPJS untuk Mahasiswa

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan