Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat bereaksi keras terhadap laporan utama media Tempo yang dinilai mendiskreditkan marwah partai serta Ketua Umum Surya Paloh.
Dalam aksi damai dan konferensi pers yang dihadiri seluruh elemen kader dari tingkat DPD hingga simpatisan, NasDem Jabar menuntut pertanggungjawaban profesional atas pemberitaan tersebut.
Ketua DPW NasDem Jawa Barat, Mamat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan telaah mendalam terhadap konten yang dipublikasikan. Menurutnya, terdapat kejanggalan sejak dari aspek visual hingga kedalaman analisis.
“Mencermati pemberitaan yang ditampilkan dalam laporan utama Tempo, mulai dari judul, foto cover hingga keseluruhan isi tulisan berupa rangkuman dan hasil analisis, kami menemukan sejumlah catatan penting” ujar Mamat dalam keterangan resminya, 15 April 2026.
Salah satu poin krusial yang dipersoalkan adalah pelecehan terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan penggunaan judul sampul yang menyebut “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”.
NasDem Jabar menilai hal tersebut merupakan upaya penggiringan opini yang tidak berdasar. Framing ini dianggap memposisikan partai politik seolah-olah merupakan entitas bisnis, yang berujung pada pelecehan sistematis terhadap martabat partai dan sosok Surya Paloh.
Lebih lanjut, Mamat mengkritik keras gaya penulisan yang dianggap jauh dari kaidah jurnalistik yang sehat. Ia menilai laporan tersebut cenderung tendensius dan mengabaikan keberimbangan informasi atau cover both sides.
Lihat postingan ini di Instagram
Dalam kajian hukumnya, DPW NasDem Jabar mengingatkan media akan kewajiban yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Mamat merujuk pada Pasal 5 yang mewajibkan pers menyajikan informasi berimbang serta melayani hak jawab. Selain itu, mereka juga menyinggung potensi pelanggaran dalam UU ITE terkait penyebaran informasi menyesatkan.
Atas dasar pertimbangan tersebut, NasDem Jawa Barat melayangkan tuntutan:
- Mengutuk keras pemberitaan Tempo yang merusak reputasi partai NasDem
- Mendesak Tempo untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tertulis
- Menuntut pemuatan koreksi dan hak jawab secara proporsional
- Peringatan untuk tidak mengulangi terkait praktik pemberitaan serupa
Pihak wilayah menegaskan tidak akan tinggal diam jika tuntutan tersebut diabaikan. NasDem Jabar siap menempuh jalur formal berupa upaya hukum, baik melalui laporan ke Dewan Pers maupun menempuh jalur kepolisian jika diperlukan.
“Kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan upaya hukum melalui mekanisme pengaduan resmi kepada dewan pers, jalur hukum lainnya,” tegas Mamat.
Meski melakukan protes keras, Mamat menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk anti-kritik, melainkan upaya menjaga kualitas demokrasi di Indonesia agar tetap berada di jalur yang benar.
“Partai NasDem tetap berkomitmen menjaga pilar-pilar demokrasi tersebut, kebebasan pers yang sehat dan bertanggung jawab. Namun keterbatasan tersebut, tidak boleh digunakan untuk membangun opini yang menyudutkan tanpa dasar yang berimbang,” pungkasnya.
















