• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, 23 September 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

    Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

    Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

    Krakatau

    Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

    Pengamatan visual Gunungapi Anak Krakatau melalui CCTV Lava93 tanggal 5 September 2026 pukul 00.01 WIB. Warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus - Gambar/Sekretariat Badan Geologi

    Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Aman Tsunami dan BMKG Jelaskan Asal Dentuman

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

    Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

    Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

    Krakatau

    Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

    Pengamatan visual Gunungapi Anak Krakatau melalui CCTV Lava93 tanggal 5 September 2026 pukul 00.01 WIB. Warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus - Gambar/Sekretariat Badan Geologi

    Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Aman Tsunami dan BMKG Jelaskan Asal Dentuman

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Berita
  • Feature
  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Feature Lingkungan

Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

Raka Purnama by Raka Purnama
23 September 2026
in Lingkungan, Lokal
Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Purwakarta — Isu lingkungan dan penanganan krisis iklim tak lagi sekadar wacana di tangan anak muda. Melalui inovasi pemanfaatan gulma berbasis pelestarian lingkungan, Tanissa Puti Rahmadiva, Founder Bumi Kreasi Jatiluhur, bersiap membawa misi keberlanjutan dari Waduk Jatiluhur menuju kancah internasional di Inggris.

Produk kreatif hasil olahan gulma eceng gondok yang dikembangkan Bumi Kreasi Jatiluhur melalui pemberdayaan masyarakat sekitar, tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi solusi nyata atas permasalahan ekosistem perairan. Inovasi hijau inilah yang mengantarkannya terpilih sebagai salah satu penerima manfaat dari Climate Skills Global Collaboration Grants yang diselenggarakan oleh British Council.

BACA JUGA

Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

Menjelang keberangkatannya, Tanissa menyambangi Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta pada Rabu, 23 September 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan audiensi, memperkenalkan eksistensi Bumi Kreasi Jatiluhur, sekaligus mendekatkan program-program berdampak agar mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Kehadiran Tanissa disambut langsung oleh Kepala Disporaparbud Purwakarta, DR. Aep Durohman, S.Pd., M.Pd. Pihaknya menyambut baik langkah inovatif yang melakukan kolaborasi pemberdayaan pemuda dengan kepedulian ekologi tersebut.

“Saat ini kita harus dukung anak-anak muda yang tidak mencari kerja tetapi yang membuat lapangan pekerjaan, itu sangat bermakna dan berkualitas,” ujar Kadis Aep saat diwawancarai Intiporia.

Aep menilai, pergerakan berbasis ekonomi kreatif yang mengusung nilai lingkungan ini patut menjadi teladan.

“Saat ini, saya melihat bahwa wirausaha muda pemula maupun tingkat lanjut itu merupakan kegiatan yang betul-betul bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya, khususnya di bidang ekraf,” tambahnya.

Melihat langsung produk yang akan dibawa Tanissa ke Inggris, Aep mengungkapkan optimisme pemerintah daerah.

“Hari ini hadir produk dari bumi kreasi, yang memproduksi aneka produk anyaman yang berbahan dasar eceng gondok, ini adalah produk luar biasa dan itu semoga bisa bersaing baik di luar Purwakarta, Jawa Barat bahkan skala internasional,” tegas Aep.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dinasnya selalu terbuka untuk menjadi inkubator bagi kreativitas pemuda lokal.

“Kami memiliki berbagai program dari bidang-bidang yang ada di Disporaparbud, seperti wirausaha muda, kebudayaan, kaitannya dengan pariwisata, dan lainnya” papar Aep.

“Kami juga menyambut bagi para pemuda yang memiliki potensi pasti akan kami sambut dan bisa datang langsung ke Disporaparbud, selain dengan program yang ada kami juga secara rutin mendatangi para pemuda di wilayah Kabupaten Purwakarta.” lanjut Aep.

Pertemuan Tanissa di Kantor Disporaparbud, turut menjumpai, Kepala Bidang Kepemudaan Tatang Supriadi, Kepala Bidang Pariwisata Dodi Syamsul Bahri, S.E., dan Ketua Ekraf Rana Cahya Nugraha.

Kepala Bidang Kepemudaan Tatang Supriadi
Kepala Bidang Pariwisata Dodi Syamsul Bahri, S.E., (kanan) dan Ketua Ekraf Rana Cahya Nugraha (kiri)

Bukan Sekadar Pameran, Fokus pada Aksi Iklim Global

Di Inggris, Tanissa dijadwalkan mengikuti rangkaian iGrow Green Careers Programme di Lancaster University yang berlangsung mulai 26 September hingga 3 Oktober 2026.

Perjalanan ini bukanlah pencapaian instan. Latar belakang gerakannya bermula dari kegelisahan melihat pertumbuhan eceng gondok yang mengganggu aktivitas masyarakat, perairan, dan mata pencaharian di Waduk Jatiluhur.

“Dari persoalan tersebut, saya bersama Bumi Kreasi Jatiluhur mencoba melihat eceng gondok bukan hanya sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai potensi sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat,” tutur Tanissa menceritakan titik awalnya.

Produk Anyaman Eceng Gondok dari Bumi Kreasi Jatiluhur - Dok. BKJ
Produk Anyaman Eceng Gondok dari Bumi Kreasi Jatiluhur – Dok. BKJ

Sejak mengikuti proses pembelajaran Climate Skills pada Mei 2026, perspektifnya terkait krisis iklim kian matang.

“Melalui proses tersebut, saya kemudian belajar bahwa penyelesaian masalah lingkungan tidak cukup hanya dengan membersihkan atau mengolah limbahnya. Kita juga perlu memahami climate skills, inovasi, kewirausahaan, pengembangan pasar, kolaborasi, serta bagaimana menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Tanissa.

Di Inggris nanti, agendanya akan sangat padat, mencakup training workshops, networking events, collaborative meetings, dan iGrow Green Careers Summit.

Bagi Tanissa, keberangkatannya membawa makna yang jauh lebih besar bukan hanya memperkenalkan produk yang dihasilkan.

“Bagi saya, kesempatan ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ini merupakan kelanjutan dari perjalanan yang dimulai dari sebuah persoalan lingkungan di Jatiluhur, kemudian diproses menjadi solusi berbasis masyarakat, dikembangkan melalui pembelajaran Climate Skills, dan akhirnya dibawa ke ruang kolaborasi internasional,” tegasnya.

Misinya adalah membangun iklim kewirausahaan sosial yang berakar pada kearifan lokal Indonesia.

“Bagi saya, go international bukan sekadar menjual produk ke luar negeri. Lebih dari itu, kami ingin membawa cerita tentang Indonesia—tentang masyarakatnya, kreativitasnya, kearifan lokalnya, dan bagaimana sebuah permasalahan lingkungan di daerah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang memberdayakan masyarakat,” ungkap Tanissa.

Menutup sesi wawancara bersama Intiporia, Tanissa memberikan pesan khusus bagi generasi muda di Purwakarta agar berani mengambil langkah nyata dari lingkungan sekitarnya.

“Jadi, manfaatkan masa muda sebaik-baiknya. Berani bermimpi, berani mencoba, jangan mudah menyerah, dan terus berkarya. Karena hidup hanya sekali, mari gunakan waktu yang kita punya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan lingkungan,” pesannya.

“Karena terkadang, perjalanan menuju dunia internasional justru dimulai dari masalah yang kita lihat setiap hari di lingkungan kita sendiri.” tutup Tanissa.

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar
Berita

Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

23 September 2026
Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta
Lingkungan

World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

21 September 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Berita

Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

17 September 2026
Papan peringatan di Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran yang dipasang untuk memperhatikan keselamatan (dok TNI AD) via Detik
Berita

TNI AD Ungkap Fakta Jembatan Pongpet Oleng Kelebihan Muatan, Begini Kabar Bupati Pangandaran Usai Insiden

1 September 2026
Mahasiswa KKN ajukan Program Air Bersih - Dok. Intiporia
Kampus

Fasilitasi Pengajuan Program Air Bersih dan Toren di Desa Sukahaji, Ini Cara Mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Purwakarta

25 Agustus 2026
Politeknik Jatiluhur
Kampus

Politeknik Jatiluhur Sosialisasikan Literasi Digital bagi Keluarga PKH

7 Agustus 2026
  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    1889 shares
    Share 756 Tweet 472
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    668 shares
    Share 267 Tweet 167
  • 12 Villain Naruto Paling Menakutkan Sepanjang Masa

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Prabowo Akui 28 Ribu Penerima MBG Keracunan, Hanya 0,0006% dari Total 4,5 Miliar Porsi?

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan