Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil sikap tegas merespons gelombang demonstrasi warga setempat pada Selasa (15/9) akibat rusaknya infrastruktur di kawasan Karawang. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi secara langsung menyodorkan dua pilihan solusi kepada manajemen PT Jui Shin dalam pertemuan yang digelar di Kabupaten Bekasi pada Rabu, menyusul parahnya kerusakan di ruas Jalan Badami-Loji yang kerap dibebani armada truk semen perusahaan tersebut.
Dedi memaparkan, masalah kerusakan jalan ini sudah lama menjadi beban keuangan daerah. Selama ini, Pemprov Jabar telah berulang kali menggelontorkan dana perbaikan untuk poros jalan tersebut, tetapi selalu berujung sia-sia karena konstruksinya tak mampu menahan beban kendaraan berat industri yang melintas secara rutin.
“Uang dialirkan ratusan miliar setiap tahun hanya untuk mengurusi jalan yang dilewati PT Jui Shin,” ujar KDM, sebagaimana dilansir dari Antara Jabar.
Bagi Dedi, siklus perbaikan jalan umum yang terus berulang demi mengakomodasi kendaraan logistik industri merupakan bentuk pemborosan yang menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar secara tidak efisien.
Oleh karena itu, ia memberikan dua opsi solusi tegas. Opsi pertama mewajibkan perusahaan membangun jalur khusus mandiri bagi truk pengangkut semen menuju area pabrik di Bekasi, sehingga aktivitas logistik terpisah total dari jalur publik. Adapun opsi kedua adalah skema kolaborasi pembangunan jalan berstandar nasional antara PT Jui Shin dan Pemprov Jabar, yang nantinya didukung oleh pembangunan jembatan khusus kendaraan industri dari pihak Pemprov.
Ke depan, penataan ketat ini dipastikan tidak hanya menyasar satu perusahaan saja. Kebijakan serupa bakal diterapkan secara merata kepada seluruh pelaku industri semen yang memanfaatkan infrastruktur jalan provinsi di Jawa Barat.
“Saya akan surati seluruh perusahaan semen yang melewati jalan provinsi. Jangan bangun industri tidak disiapkan infrastrukturnya,” tutur Dedi.
















