Purwakarta – Bertempat di Gedung PGRI Tritangtu, Panitia Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) PGRI Cabang Kecamatan Purwakarta menggelar Seminar Advokasi Guru pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi tenaga pendidik di era modern, khususnya terkait persinggungan tugas profesi dengan ranah hukum.
Hadir sebagai narasumber utama, Kompol Dr. Iwan Rasiwan, S.H., M.H. (Kabagren Polres Purwakarta), memaparkan materi mendalam bertajuk “Pemulihan Mental Pendidik dalam Kasus Hukum”. Dalam paparannya, beliau menggarisbawahi adanya dilema nyata di mana guru seringkali terjebak di antara kewajiban menjalankan tugas profesional dan risiko menghadapi konsekuensi hukum yang tidak terduga.
Dr. Iwan menjelaskan bahwa proses hukum yang melelahkan seringkali memberikan beban emosional dan psikologis yang berat bagi pendidik. Menurutnya, menjaga kesehatan mental guru bukan sekadar urusan pribadi, melainkan kebutuhan mendesak bagi sistem pendidikan.
“Pemulihan mental pendidik adalah fondasi keberlangsungan pendidikan berkualitas tinggi yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tegas Kompol Dr. Iwan Rasiwan dalam sesinya.
Beliau menambahkan bahwa perlindungan hukum yang kuat harus berjalan beriringan dengan dukungan psikologis yang komprehensif agar keduanya saling menguatkan dalam melindungi hak-hak guru.
Dalam menghadapi tantangan sistem pendidikan modern, Dr. Iwan mendorong para guru untuk memahami kerangka hukum yang melindungi hak serta tanggung jawab mereka. Sebagai solusi, beliau menawarkan strategi pemulihan melalui pendekatan holistik.
“Kita perlu membangun jalan menuju pemulihan dengan menggabungkan tiga pilar utama: dukungan psikologis, kepastian hukum, dan dukungan sosial,” jelasnya di hadapan perwakilan guru TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Purwakarta.
Seminar ini diakhiri dengan pesan kuat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan suportif. Dr. Iwan menekankan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan para pendidiknya dalam kondisi mental yang prima.
“Guru yang sehat mental adalah kunci terciptanya generasi yang tangguh dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para guru dalam menjalankan tugas mulianya, sekaligus memperkuat sinergi antara PGRI dan pihak Kepolisian dalam memberikan perlindungan bagi tenaga pendidik.

















