• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Senin, 26 Januari 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ekonomi Islam

    Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

    Ekonomi

    Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

    Prabowo

    Singgung Soal Penertiban Tambang Ilegal, Kemiskinan dan Kelaparan Jadi Sorotan Utama Prabowo di Davos

    Penjaga gawang PERSIB, Teja Paku Alam

    Teja Paku Alam Pastikan Persib Siap Tempur Jamu PSBS Biak di GBLA

    TAMBANG

    Gubernur Jabar Berlakukan Moratorium Perumahan dan Tertibkan Tambang Liar

    Pembuatan paritan untuk mengetahui keberadaan sesar di bawah permukaan (Dok. BRIN 2024)

    Mengenal Sesar Baribis-Kendeng: Jalur Patahan Aktif yang Melintasi Jantung Pulau Jawa

    Ilustrasi Pilkada

    Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

    serakahnomics prabowo

    Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

    BIOSRA

    Purwakarta Jadi Pilot Project! Inilah BIOSRA, Bioskop Rakyat yang Bikin Fadli Zon “Kepincut”

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ekonomi Islam

    Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

    Ekonomi

    Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

    Prabowo

    Singgung Soal Penertiban Tambang Ilegal, Kemiskinan dan Kelaparan Jadi Sorotan Utama Prabowo di Davos

    Penjaga gawang PERSIB, Teja Paku Alam

    Teja Paku Alam Pastikan Persib Siap Tempur Jamu PSBS Biak di GBLA

    TAMBANG

    Gubernur Jabar Berlakukan Moratorium Perumahan dan Tertibkan Tambang Liar

    Pembuatan paritan untuk mengetahui keberadaan sesar di bawah permukaan (Dok. BRIN 2024)

    Mengenal Sesar Baribis-Kendeng: Jalur Patahan Aktif yang Melintasi Jantung Pulau Jawa

    Ilustrasi Pilkada

    Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

    serakahnomics prabowo

    Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

    BIOSRA

    Purwakarta Jadi Pilot Project! Inilah BIOSRA, Bioskop Rakyat yang Bikin Fadli Zon “Kepincut”

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Muslim

Keunggulan Abadi Dinar dan Dirham: Stabilitas Melawan Inflasi

Deni Hamzah by Deni Hamzah
23 Desember 2025
in Muslim, Belajar
Dinar

Ilsutrasi Gambar oleh Sergii Koviarov dari Pixabay

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Dinar emas dan dirham perak adalah dua jenis mata uang historis dalam Islam yang kini kembali mendapat perhatian. Meskipun dunia modern didominasi oleh mata uang kertas atau fiat money (uang atas perintah), keunggulan fundamental dinar dan dirham—yang terletak pada sifat fisik dan nilai intrinsiknya—menawarkan stabilitas dan keadilan ekonomi yang sulit ditandingi oleh mata uang lainnya.

  1. Nilai Intrinsik dan Perlindungan dari Inflasi

Keunggulan utama dinar dan dirham adalah nilai intrinsiknya (intrinsic value).

BACA JUGA

Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

  • Dinar (Emas) dan Dirham (Perak) adalah komoditas berharga yang memiliki nilai nyata, terlepas dari pengakuan pemerintah. Setiap koin mengandung sejumlah berat emas atau perak murni yang diakui secara global.
  • Sebaliknya, mata uang fiat (seperti Rupiah, Dolar, atau Euro) hanyalah selembar kertas atau data digital. Nilainya sepenuhnya didasarkan pada kepercayaan masyarakat dan jaminan yang diberikan oleh pemerintah atau bank sentral.

Kebergantungan pada nilai intrinsik menjadikan dinar dan dirham sebagai penyimpan nilai (store of value) yang sangat andal. Sejak dahulu kala, jumlah emas yang dibutuhkan untuk membeli kebutuhan pokok (seperti seekor kambing atau sekarung gandum) cenderung tetap. Hal ini memberikan perlindungan alami terhadap inflasi. Sementara mata uang fiat dapat kehilangan daya belinya karena pencetakan uang yang berlebihan (Quantitative Easing), daya beli dinar dan dirham relatif stabil.

  1. Ketiadaan Risiko Kontrapihak dan Utang

Mata uang fiat modern hampir selalu diterbitkan melalui sistem perbankan sentral yang melibatkan utang. Ketika bank sentral mencetak lebih banyak uang, hal itu sering kali menambah utang nasional dan mendilusi nilai uang yang sudah beredar.

Dinar dan dirham, karena sifatnya yang berbasis komoditas, tidak memiliki risiko kontrapihak (counterparty risk).

  • Memegang koin dinar berarti Anda memegang kekayaan secara fisik, bukan sekadar janji untuk membayar utang di masa depan.
  • Nilainya tidak terikat pada kesehatan finansial atau keputusan politik suatu negara. Ini memberikan otonomi moneter yang lebih besar kepada individu.
  1. Standar Moneter yang Universal dan Transparan

Sistem dinar dan dirham menawarkan standar moneter yang seragam dan transparan.

  • Meskipun desain koin dapat bervariasi antar dinasti atau negara, standar berat dan kemurniannya (4.25 gram emas untuk dinar dan 2.975 gram perak untuk dirham) telah dijaga secara konsisten sesuai prinsip syariat.
  • Standar ini memungkinkan perdagangan internasional yang lebih adil dan mudah karena nilainya dipahami dan diterima lintas batas tanpa perlu mengandalkan kurs yang berfluktuasi secara ekstrem akibat spekulasi mata uang.
  • Dalam konteks Islam, standar ini juga memudahkan penentuan kewajiban agama seperti nisab zakat dan diyat, karena ukurannya sudah baku dan diakui.
  1. Pencegahan Spekulasi dan Gelembung Ekonomi

Sistem dinar dan dirham cenderung menekan spekulasi yang merusak. Karena koin tersebut memiliki nilai fisik, ada batas alamiah terhadap seberapa banyak mata uang yang dapat “diciptakan.”

  • Dalam sistem fiat, dimungkinkan untuk menciptakan uang dari udara tipis (melalui mekanisme fractional reserve banking) yang dapat memicu gelembung aset dan krisis keuangan ketika kepercayaan publik runtuh.
  • Dengan mata uang logam mulia, setiap transaksi harus diimbangi dengan komoditas nyata, yang secara inheren mendorong perilaku ekonomi yang lebih konservatif, stabil, dan berbasis nilai riil, bukan utang atau spekulasi.
  1. Keberlanjutan dalam Sejarah

Sebagai mata uang, dinar dan dirham telah membuktikan daya tahan historis (historical resilience) yang tak tertandingi.

  • Keduanya telah digunakan sebagai alat tukar utama selama lebih dari seribu tahun di berbagai kekhalifahan dan kerajaan, melewati perang, perubahan politik, dan bencana alam.
  • Sebaliknya, umur rata-rata mata uang fiat relatif pendek. Banyak mata uang kertas telah hilang sepenuhnya dalam satu abad karena hiperinflasi atau kehancuran pemerintahan. Keberadaan dinar dan dirham yang berkesinambungan mencerminkan keunggulan fundamental mereka sebagai basis kekayaan yang abadi.

Kesimpulan

Meskipun dinar dan dirham mungkin belum sepenuhnya menggantikan mata uang fiat dalam sistem global saat ini, keunggulannya tidak dapat diabaikan. Sebagai mata uang yang terikat pada nilai intrinsik, bebas dari risiko kontrapihak, dan didukung oleh standar yang stabil, mereka menawarkan solusi untuk banyak masalah yang menghantui sistem moneter modern, terutama inflasi dan kerentanan ekonomi akibat utang. Bagi mereka yang mencari stabilitas jangka panjang dan kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariat dalam urusan moneter, dinar dan dirham tetap menjadi pilihan yang unggul dan relevan

Tags: DinarDirhamInflasiIslam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ekonomi Islam
Muslim

Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

23 Januari 2026
Ekonomi
Muslim

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

23 Januari 2026
Kompol Dr. Iwan Rasiwan, S.H., M.H
Belajar

Seminar Advokasi PGRI Purwakarta: Iwan Rasiwan Bedah Strategi Pemulihan Mental Guru dalam Menghadapi Tekanan Hukum

15 Januari 2026
Hukum Pasal
Opini

Hafal Pasal tapi Tidak Memahami Unsur Pidana Bukan Pemahaman Seutuhnya

6 Januari 2026
Politik
Opini

Ilmu Politik Bukanlah Sesuatu yang Jahat; Ia Bersifat Netral

6 Januari 2026
UMKM
Muslim

UMKM: Pilar Ekonomi Umat dalam Sistem Ekonomi Islam

6 Januari 2026
Next Post
Dinar Dirham

Mengapa Dinar dan Dirham Tidak Lagi Menjadi Mata Uang Utama?

  • Tobirama Senju - Narutopedia

    Tobirama Senju: Penemu Banyak Jutsu yang Membentuk Wajah Konoha Modern

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • 10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Update Banjir Aceh dan Sumatera 23 Desember 2025: 1.113 Orang Meninggal, 158 Ribu Rumah Rusak

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Jejak Awal Teh di Purwakarta: Dari Kebun Percontohan hingga ‘Pabrik Pertama’ di Nusantara

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Orang Tua Pekerja Ungkap Nasib: PT Velasto Indonesia Diduga Tak Bayar Gaji Secara Penuh

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan