• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Senin, 09 Februari 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia

    Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    Pelantikan Pengurus NasDem di Purwakarta - Dok. Intiporia

    Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    TPA Cikolotok

    TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

    Michael Scofield

    Refleksi Michael Scofield: Karena Menjadi Jenius di Film Zaman Sekarang Ternyata Lebih Susah Daripada Kabur dari Fox River

    Virus Nipah

    Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Dialog OJK dengan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. (Foto: Dok. OJK)

    Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Disorot, Pengamat Duga Ada Intervensi Presiden

    Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar

    Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

    Syariah

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia

    Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    Pelantikan Pengurus NasDem di Purwakarta - Dok. Intiporia

    Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    TPA Cikolotok

    TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

    Michael Scofield

    Refleksi Michael Scofield: Karena Menjadi Jenius di Film Zaman Sekarang Ternyata Lebih Susah Daripada Kabur dari Fox River

    Virus Nipah

    Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Dialog OJK dengan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. (Foto: Dok. OJK)

    Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Disorot, Pengamat Duga Ada Intervensi Presiden

    Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar

    Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

    Syariah

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Opini

Diplomasi di Era Mikrofon Terbuka: Belajar dari Momen Prabowo dan Etika Pemimpin Modern

Firman Aji Setiyawan by Firman Aji Setiyawan
15 Oktober 2025
in Opini
Mikrofon

Prabowo dan Donald Trump berbincang - Tangkapan Layar (YouTube/Sekretariat Presiden)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Di tengah riuh forum perdamaian internasional di Mesir, sebuah momen tak terduga terjadi. Suara Presiden Prabowo Subianto terdengar jelas dari mikrofon yang seharusnya mati. “Bisa atur saya bertemu Eric Trump?” — begitu potongan kalimat yang kemudian viral di berbagai platform sosial media.

Dalam hitungan jam, dunia menoleh ke Jakarta. Media internasional seperti The Guardian dan Reuters memuat berita bertajuk “Indonesia’s President Prabowo caught on hot mic asking to meet Eric Trump”.

BACA JUGA

Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

Sebuah momen singkat yang memantik diskusi panjang soal diplomasi, etika, dan citra kepemimpinan modern.

Peristiwa semacam ini, tidak bisa dilihat hanya sebagai kesalahan teknis. Di era digital, privasi pemimpin hampir mustahil dipertahankan. Mikrofon dan kamera kini menjadi “bayangan” yang selalu menyertai, mencatat setiap kata, jeda, bahkan gerak tubuh.

Fenomena hot mic (mikrofon terbuka) bukan hal baru. Joe Biden, Justin Trudeau, hingga Emmanuel Macron pernah mengalaminya. Namun di Indonesia, setiap insiden semacam itu sering langsung dikaitkan dengan nilai moral dan simbol politik. Pertanyaannya: seberapa siap pemimpin kita menghadapi dunia yang tak lagi memiliki ruang privat?

Dalam diplomasi, kata adalah alat negara. Ia bisa menjadi jembatan, tapi juga jurang. Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, dalam sebuah wawancara yang diinisiasi oleh Kompas (2023), pernah mengingatkan:

“Seorang kepala negara berbicara bukan atas nama pribadi, melainkan atas nama republik. Maka setiap ucapan, sekecil apa pun, harus dipertimbangkan secara strategis.”

Dalam konteks ini, satu kalimat ringan seperti permintaan pertemuan bisa dimaknai beragam — tergantung siapa yang mendengar.

Sebagaimana catatan dalam dokumen UNAIR Political Communication Journal (2024) Dr. Endah Rahayu, peneliti komunikasi politik dari Universitas Airlangga, menyampaikan bahwa politisi kini hidup di ruang transparansi permanen. Semakin jujur mereka tampil, semakin mudah pula mereka disalahpahami.

Dulu, diplomat bisa berbincang panjang tanpa takut direkam. Kini, bahkan diam pun bisa diinterpretasi. Era media sosial menciptakan transparansi ekstrem: setiap kalimat bisa diambil konteksnya, dipotong, dan dibentuk ulang sesuai selera publik.

Kita hidup di dunia di mana setiap bisikan bisa menjadi berita utama, dan setiap jeda bisa ditafsirkan sebagai sikap politik.

Dari insiden ini, ada beberapa hal yang patut direnungkan. Pertama, pemimpin harus menguasai seni berbicara di ruang terbuka yang tak pernah tertutup. Pelatihan komunikasi publik bukan lagi pelengkap, tapi kebutuhan etis dalam pemerintahan modern. Kedua, publik perlu lebih bijak menafsirkan rekaman digital. Tidak setiap potongan audio mencerminkan niat politik. Kadang, itu hanya sisi manusiawi dari pemimpin yang sedang menjalankan diplomasi informal. Dan ketiga, era digital tak mengenal “off the record”. Semua bisa terdengar, dan semua bisa menjadi opini. Di sinilah integritas komunikasi diuji.

Momen hot mic ini adalah pengingat sederhana namun penting: bahwa kekuasaan bukan hanya tentang keputusan besar, tetapi juga tentang kesadaran kecil dalam berbicara. Tentang tahu kapan harus berbicara—dan kapan harus diam.

“Dalam dunia yang tak pernah benar-benar sunyi, bahkan bisikan bisa menjadi berita utama.”

Tags: MicPrabowoTrump
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia
Kampus

Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

9 Februari 2026
Ekonomi
Muslim

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

23 Januari 2026
Hukum Pasal
Opini

Hafal Pasal tapi Tidak Memahami Unsur Pidana Bukan Pemahaman Seutuhnya

6 Januari 2026
Politik
Opini

Ilmu Politik Bukanlah Sesuatu yang Jahat; Ia Bersifat Netral

6 Januari 2026
Dinar Dirham
Muslim

Mengapa Dinar dan Dirham Tidak Lagi Menjadi Mata Uang Utama?

23 Desember 2025
Upah
Opini

Upah yang Adil di Dunia Digital: Menimbang Keadilan dalam Ekonomi Kreator dan Gig Economy

20 Desember 2025
Next Post
Episode Naruto

20 Episode Wajib Tonton untuk Pemula Naruto

  • Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • 10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Membaca Fenomena Ekspresi Remaja lewat Teori Howard S. Becker

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan