• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Minggu, 27 September 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

    Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

    Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

    Krakatau

    Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Berita
  • Feature
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Rahmat Bagja Ketua Bawaslu saat memberikan keterangan pada sidang pemeriksaan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Rabu (23/09) di Ruang Sidang MK. Foto Humas/Ifa.

    Bela Keabsahan Ijazah Gibran Pakai Permendikbud, KPU Dikritik Bawaslu Soal Pembatasan Akses Silon

    Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia

    Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa - Humas Jabar

    Gubernur Jabar Tegaskan Program Pendidikan Gratis Murni Bersumber dari Pajak Warga

    Beranda Berita pemerintahan Sekda Herman Lepas Kontingen Setda Jabar ke HAORNAS 2026 - Humas Jabar

    Sekda Jabar Lepas Ratusan Atlet Setda ke HAORNAS 2026

    Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta

    World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Berikan Dua Pilihan Tegas untuk PT Jui Shin Terkait Kerusakan Jalan Badami-Loji Karawang

    Purbaya

    Gak Ada Mendingnya! Ngurus Karyawan Resign Dadakan vs Nonton Reshuffle ala Prabowo

    Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

    Rp229 triliun Anggaran MBG, 43.838 Anak Keracunan dan Tutupnya 1.999 Dapur SPPG

    Krakatau

    Tersesak Asap Mempawah di Balik Kepanikan Krakatau

  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Berita
  • Feature
  • Have Fun!
  • Esai
  • Tips & Trik
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Feature Lingkungan

Apa Itu Badai Melissa? Fenomena Alam Dahsyat yang Mengguncang Jamaika

Raka Purnama by Raka Purnama
29 Oktober 2025
in Lingkungan, Dunia
Anggota Angkatan Laut Republik Dominika bersama otoritas perlindungan sipil melakukan pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Pencarian dilakukan di sepanjang garis pantai setelah laporan hilangnya seorang remaja akibat cuaca ekstrem. REUTERS/Eddy Vittini Warga menyaksikan upaya pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Tim gabungan militer dan perlindungan sipil dikerahkan untuk menyisir wilayah terdampak badai. REUTERS/Eddy Vittini Seorang anggota Angkatan Laut Republik Dominika menerbangkan drone untuk membantu pencarian remaja yang hilang akibat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Penggunaan drone memperluas jangkauan pemantauan di area pesisir yang sulit dijangkau. REUTERS/Eddy Vittini Anggota Angkatan Laut dan otoritas perlindungan sipil Republik Dominika menyisir kawasan pantai Santo Domingo dalam operasi pencarian remaja hilang, Sabtu (25/10/2025). Operasi dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk akibat Badai Tropis Melissa. REUTERS/Eddy Vittini Ombak besar menghantam sekitar mercusuar Punta Torrecilla saat Badai Tropis Melissa melanda Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi dan memperparah kerusakan di wilayah pesisir. REUTERS/Eddy Vittini Citra satelit memperlihatkan Badai Tropis Melissa melintasi Laut Karibia, Senin (27/10/2025). Badai tersebut membawa hujan deras dan angin kencang yang memengaruhi beberapa negara di kawasan Karibia. REUTERS/CSU/CIRA & NOAA

Anggota Angkatan Laut Republik Dominika bersama otoritas perlindungan sipil melakukan pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Pencarian dilakukan di sepanjang garis pantai setelah laporan hilangnya seorang remaja akibat cuaca ekstrem. REUTERS/Eddy Vittini Warga menyaksikan upaya pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Tim gabungan militer dan perlindungan sipil dikerahkan untuk menyisir wilayah terdampak badai. REUTERS/Eddy Vittini Seorang anggota Angkatan Laut Republik Dominika menerbangkan drone untuk membantu pencarian remaja yang hilang akibat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Penggunaan drone memperluas jangkauan pemantauan di area pesisir yang sulit dijangkau. REUTERS/Eddy Vittini Anggota Angkatan Laut dan otoritas perlindungan sipil Republik Dominika menyisir kawasan pantai Santo Domingo dalam operasi pencarian remaja hilang, Sabtu (25/10/2025). Operasi dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk akibat Badai Tropis Melissa. REUTERS/Eddy Vittini Ombak besar menghantam sekitar mercusuar Punta Torrecilla saat Badai Tropis Melissa melanda Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi dan memperparah kerusakan di wilayah pesisir. REUTERS/Eddy Vittini Citra satelit memperlihatkan Badai Tropis Melissa melintasi Laut Karibia, Senin (27/10/2025). Badai tersebut membawa hujan deras dan angin kencang yang memengaruhi beberapa negara di kawasan Karibia. REUTERS/CSU/CIRA & NOAA

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Akhir Oktober 2025 menjadi bulan yang menegangkan bagi warga Jamaika. Nama “Melissa” yang biasanya terdengar lembut justru menjadi simbol kehancuran, setelah Badai Melissa menerjang daratan pulau itu dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, apa sebenarnya Badai Melissa itu? Mengapa ia bisa begitu kuat? Dan bagaimana badai ini terbentuk hingga menjadi salah satu badai paling berbahaya dalam sejarah Jamaika?

BACA JUGA

Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

1. Dari Mana Badai Melissa Berasal?

Badai Melissa merupakan badai tropis kategori 5, kategori tertinggi dalam skala Saffir-Simpson Hurricane Wind Scale. Badai ini terbentuk di atas Samudra Atlantik bagian barat, ketika suhu permukaan laut meningkat tajam akibat cuaca ekstrem dan pemanasan global.

Fenomena seperti Melissa terjadi ketika udara hangat dan lembap dari laut naik ke atmosfer, lalu bertemu dengan udara dingin di lapisan atas. Perbedaan suhu ini menciptakan pusaran tekanan rendah yang kemudian berkembang menjadi badai tropis.

Menurut Layanan Informasi Jamaika (JIS), Melissa mulai terbentuk sekitar pertengahan Oktober dan terus menguat selama pergerakannya menuju Laut Karibia. Ketika mencapai daratan Jamaika pada Selasa, 28 Oktober 2025, kecepatannya mencapai 295 kilometer per jam — cukup kuat untuk merobohkan bangunan beton dan menumbangkan pohon besar.

2. Mengapa Disebut “Kategori 5”?

Dalam dunia meteorologi, badai dikelompokkan berdasarkan kecepatan angin maksimum yang dihasilkan.

Kategori 1 berarti badai dengan kecepatan 119–153 km/jam.

Kategori 5, seperti Melissa, memiliki kecepatan di atas 252 km/jam — kekuatan yang dapat menyebabkan kerusakan total pada rumah, jalan, dan infrastruktur listrik.

Direktur Layanan Meteorologi Jamaika, Evan Thompson, mengatakan dalam konferensi pers di Kingston bahwa Melissa termasuk badai “paling berbahaya dan berpotensi mematikan.”

“Sangat sedikit yang dapat menghentikan badai kategori lima. Di mana pun Anda berada… Anda akan mengalami kesulitan yang signifikan, bahkan dengan infrastruktur yang ada di area tersebut,”
ujarnya, dikutip dari JIS (jis.gov.jm).

3. Dampak Langsung di Jamaika

Saat badai menerjang wilayah Westmoreland dan St. Elizabeth, ribuan rumah mengalami kerusakan berat. Listrik padam di banyak daerah, dan jaringan komunikasi lumpuh. Banyak warga harus dievakuasi ke tempat perlindungan darurat di sekolah dan gedung pemerintahan.

Selain angin kencang, hujan ekstrem dan banjir bandang menjadi ancaman terbesar. Lembaga penanggulangan bencana Jamaika (ODPEM) memperingatkan bahwa Melissa membawa curah hujan lebih dari 400 mm dalam waktu 24 jam — cukup untuk menenggelamkan sebagian kota kecil.

Sebelum badai mencapai daratan, Evan Thompson, Direktur Utama Cabang Layanan Meteorologi di Kementerian Air, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Jamaika, telah mengingatkan publik bahwa wilayah barat daya akan menjadi titik masuk utama badai.

“Kami memang mengatakan bahwa [ketika] sistem tersebut… mencapai daratan, badai tersebut diperkirakan masih berkekuatan kategori lima,” ujar Thompson dalam konferensi pers di Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC), yang berlokasi di Kantor Kesiapsiagaan Bencana dan Manajemen Darurat (ODPEM), Kingston.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dilaporkan oleh JIS, lembaga komunikasi resmi pemerintah Jamaika.

Thompson menjelaskan bahwa inti badai, yang berisi angin paling kuat dan curah hujan tertinggi, berpotensi menimbulkan kerusakan berskala bencana di area terdampak.

4. Apa yang Membuat Melissa Unik?

Badai Melissa bukan sekadar badai kuat — ia juga menjadi simbol dari perubahan iklim global. Para ahli menyebut badai ini sebagai bukti bahwa pemanasan laut akibat gas rumah kaca telah meningkatkan intensitas badai tropis di seluruh dunia.

Data dari World Meteorological Organization (WMO) menunjukkan bahwa frekuensi badai kategori tinggi meningkat hampir dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Suhu laut yang hangat mempercepat pembentukan awan dan energi di atmosfer, membuat badai seperti Melissa lebih cepat tumbuh dan lebih lama bertahan.

5. Bagaimana Dunia Merespons?

Bantuan internasional segera mengalir ke Jamaika setelah laporan kerusakan besar meluas di media. Beberapa negara Karibia lain seperti Haiti dan Kuba juga bersiap menghadapi dampak sisa badai yang bergerak ke arah timur laut.

Pemerintah Jamaika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi evakuasi. Dalam siaran persnya, Thompson menambahkan:

“Kami memperkirakan kekuatannya akan berkurang secara bertahap seiring pergerakannya melewati pulau. Kekuatannya akan turun ke kategori empat, mungkin juga kategori tiga saat meninggalkan negara ini,”
ujarnya.

6. Pelajaran dari Badai Melissa

Melissa mengingatkan dunia bahwa badai bukan hanya fenomena cuaca, melainkan alarm nyata tentang krisis iklim global. Perubahan suhu laut sekecil apa pun dapat menciptakan badai yang lebih dahsyat, lebih lama, dan lebih merusak.

Bagi negara-negara kepulauan seperti Jamaika dan Indonesia, kesiap-siagaan terhadap bencana alam menjadi sangat penting — mulai dari sistem peringatan dini, infrastruktur tahan badai, hingga edukasi masyarakat.

Di balik kehancurannya, Badai Melissa membawa pesan kuat bahwa bumi sedang memberi peringatan. Seperti namanya yang lembut namun mematikan, Melissa mengajarkan bahwa alam tidak pernah main-main ketika keseimbangannya terganggu.

Tags: Badai MelissaBencana AlamCuacaJamaika
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Tanissa Puti Rahmadiva Founder Bumi Kreasi Jatiluhur bersama Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta - Intiporia
Lingkungan

Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

23 September 2026
Puncak Perayaan World Cleanup Day 2026 Jawa Barat di Purwakarta
Lingkungan

World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

21 September 2026
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Cijoged Dalam Menghasilkan Kerajinan Tangan Berbahan Baku Lokal Dari Serat Daun Nanas
Kampus

Pemberdayaan Masyarakat Kampung Cijoged Dalam Menghasilkan Kerajinan Tangan Berbahan Baku Lokal Dari Serat Daun Nanas

1 Agustus 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangannya di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dorong percepatan realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Foto: BPMI Setpres/Kris
Berita

Ambisi 100 GW: Prabowo Titahkan Percepatan PLTS demi ‘Suntik Mati’ Pembangkit Diesel

21 April 2026
Giant Sea Wall (Foto: MNC Media)
Tips & Trik

Mengenal Giant Sea Wall: Proyek “Benteng Samudra” Penyelamat Pesisir

20 April 2026
Bahas giant sea wall Prabowo panggil Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf - Dok. dit/HUMAS MENPANRB
Berita

Proyek Giant Sea Wall, Pantura Bakal Jadi Prioritas

20 April 2026
Next Post
ovethinking

Teknik 5 Menit untuk Mengatasi Overthinking di Tengah Aktivitas Padat

  • Pertarungan di Naruto Shippuden

    15 Episode Naruto Paling Sedih yang Membekas di Generasi 2000-an

    2274 shares
    Share 910 Tweet 569
  • Bumi Kreasi Jatiluhur, Inovasi Pengolahan Eceng Gondok Tembus Program ‘Climate Skills Global Collaboration Grants’ di Inggris

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Panduan Lengkap: Urutan Nonton Naruto hingga Boruto

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • World Cleanup Day 2026 di Purwakarta, Usung Tema ‘Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah’

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • 12 Villain Naruto Paling Menakutkan Sepanjang Masa

    678 shares
    Share 271 Tweet 170
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan