• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Jumat, 23 Januari 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ekonomi Islam

    Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

    Ekonomi

    Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

    Prabowo

    Singgung Soal Penertiban Tambang Ilegal, Kemiskinan dan Kelaparan Jadi Sorotan Utama Prabowo di Davos

    Penjaga gawang PERSIB, Teja Paku Alam

    Teja Paku Alam Pastikan Persib Siap Tempur Jamu PSBS Biak di GBLA

    TAMBANG

    Gubernur Jabar Berlakukan Moratorium Perumahan dan Tertibkan Tambang Liar

    Pembuatan paritan untuk mengetahui keberadaan sesar di bawah permukaan (Dok. BRIN 2024)

    Mengenal Sesar Baribis-Kendeng: Jalur Patahan Aktif yang Melintasi Jantung Pulau Jawa

    Ilustrasi Pilkada

    Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

    serakahnomics prabowo

    Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

    BIOSRA

    Purwakarta Jadi Pilot Project! Inilah BIOSRA, Bioskop Rakyat yang Bikin Fadli Zon “Kepincut”

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ekonomi Islam

    Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

    Ekonomi

    Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

    Prabowo

    Singgung Soal Penertiban Tambang Ilegal, Kemiskinan dan Kelaparan Jadi Sorotan Utama Prabowo di Davos

    Penjaga gawang PERSIB, Teja Paku Alam

    Teja Paku Alam Pastikan Persib Siap Tempur Jamu PSBS Biak di GBLA

    TAMBANG

    Gubernur Jabar Berlakukan Moratorium Perumahan dan Tertibkan Tambang Liar

    Pembuatan paritan untuk mengetahui keberadaan sesar di bawah permukaan (Dok. BRIN 2024)

    Mengenal Sesar Baribis-Kendeng: Jalur Patahan Aktif yang Melintasi Jantung Pulau Jawa

    Ilustrasi Pilkada

    Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

    serakahnomics prabowo

    Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

    BIOSRA

    Purwakarta Jadi Pilot Project! Inilah BIOSRA, Bioskop Rakyat yang Bikin Fadli Zon “Kepincut”

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Muslim

Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

Deni Hamzah by Deni Hamzah
23 Januari 2026
in Muslim, Belajar
Ekonomi Islam

Ilustrasi Gambar oleh Olga Ozik dari Pixabay

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Perbedaan mendasar antara kedua sistem ini terletak pada pandangan dunia (worldview) dan sumber hukum yang mendasarinya. Ekonomi Kapitalis berakar pada filosofi sekuler yang menempatkan kebebasan individu dan mekanisme pasar sebagai pilar utama, sementara Ekonomi Islam berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, menjadikan falah (kesejahteraan dunia dan akhirat) sebagai tujuan tertinggi.

Sistem ekonomi Islam tidak hanya mengatur transaksi dan mekanisme pasar, tetapi juga menanamkan seperangkat etika dan moral yang komprehensif ke dalam setiap aktivitas bisnis. Dalam Islam, berbisnis adalah bagian dari ibadah (muamalah), dan oleh karena itu harus dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Etika bisnis Islami (sering disebut Akhlak al-Tijarah) dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang Islami (Social Responsibility) bukan hanya aksesoris tambahan, melainkan inti dari operasional perusahaan. Ini menciptakan model ekonomi yang bertujuan mencapai falah (kesejahteraan holistik) bagi semua pemangku kepentingan, tidak hanya pemegang saham.

BACA JUGA

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

Seminar Advokasi PGRI Purwakarta: Iwan Rasiwan Bedah Strategi Pemulihan Mental Guru dalam Menghadapi Tekanan Hukum

Prinsip Tauhid dan Amanah

Pilar utama etika bisnis Islam adalah Tauhid (keesaan Allah) dan Amanah (pertanggungjawaban). Keyakinan bahwa segala sesuatu dimiliki oleh Allah SWT menjadikan pelaku bisnis sebagai khalifah atau wakil di bumi yang bertanggung jawab atas sumber daya, karyawan, dan lingkungan. Prinsip ini menuntut kejujuran dan keadilan dalam setiap interaksi. Seorang pedagang atau pengusaha Muslim harus menjauhi segala bentuk kecurangan, seperti mengurangi timbangan, menyembunyikan cacat barang, atau memutarbalikkan fakta dalam promosi. Kejujuran dianggap sebagai siddiq (kebenaran), yang merupakan sifat wajib para Nabi, menunjukkan betapa tingginya nilai etika ini.

Pelarangan Transaksi Tidak Etis

Untuk memastikan keadilan dan menghindari eksploitasi, Syariah secara tegas melarang beberapa jenis transaksi:

  1. Riba (Bunga): Dilarang karena dianggap sebagai eksploitasi modal tanpa berbagi risiko nyata. Pelarangan ini mendorong pengusaha untuk terlibat dalam pembiayaan berbasis bagi hasil (Mudharabah atau Musyarakah) yang lebih adil dan produktif, mengikat modal dengan aktivitas sektor riil.
  2. Gharar (Ketidakjelasan): Melarang transaksi yang memiliki ketidakpastian tinggi atau kurangnya informasi yang jelas mengenai objek akad. Ini melindungi konsumen dari penipuan dan spekulasi liar, mendorong transparansi penuh dalam kontrak.
  3. Maysir (Judi/Spekulasi): Melarang segala bentuk transaksi yang menyerupai perjudian. Ini mengarahkan modal dari aktivitas spekulatif yang tidak produktif ke investasi riil yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pelarangan ini memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh adalah halal dan berkah, bukan sekadar hasil dari manipulasi atau ketidakadilan.

Tanggung Jawab Sosial yang Komprehensif

Dalam Islam, konsep CSR jauh melampaui sekadar donasi filantropi. Ini adalah kewajiban yang terintegrasi di seluruh rantai nilai perusahaan, mencakup berbagai dimensi:

  1. Tanggung Jawab Terhadap Karyawan

Islam menekankan pentingnya hak-hak pekerja. Pengusaha diwajibkan untuk:

  • Memberikan upah yang adil dan memadai (fair wage) sebelum keringat pekerja mengering.
  • Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan bermartabat.
  • Tidak membebani pekerja melebihi kapasitasnya.

Pekerja adalah mitra dalam produksi, dan perlakuan etis terhadap mereka adalah kunci keberkahan bisnis.

  1. Tanggung Jawab Terhadap Konsumen

Selain larangan gharar, bisnis harus menghasilkan produk yang berkualitas, bermanfaat, dan aman. Larangan terhadap segala bentuk fasad (kerusakan) tidak hanya berlaku pada alam, tetapi juga pada produk yang dapat membahayakan konsumen.

  1. Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan

Sebagai khalifah, pengusaha memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan ekologis. Eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan secara berkelanjutan (sustainable), menghindari israf (pemborosan) dan tabdzir (penyia-nyiaan). Konsep ini menjadikan bisnis Islam selaras dengan gerakan ekonomi hijau.

  1. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat dan Negara

Ini diwujudkan melalui mekanisme wajib dan sukarela:

  • Zakat: Kewajiban pengusaha untuk membayar 2.5% dari harta tertentu kepada delapan golongan penerima. Ini adalah bentuk CSR wajib yang berfungsi sebagai redistribusi kekayaan.
  • Waqf dan Infaq/Sedekah: Pengusaha didorong untuk menyalurkan sebagian keuntungan untuk kepentingan publik (pendidikan, kesehatan, infrastruktur).

Dengan kerangka ini, bisnis Islam secara inheren menciptakan nilai ekonomi sambil juga menciptakan nilai sosial yang signifikan. Tujuan utamanya bukan semata-mata memaksimalkan kekayaan pribadi, tetapi memaksimalkan maslahah (kebaikan dan manfaat umum) bagi seluruh umat. Etika bisnis Islami menempatkan moralitas di atas materi, menjadikannya model yang relevan untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial dan krisis lingkungan di era modern

Tags: Ekonomi IslamKapitalis
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ekonomi
Muslim

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

23 Januari 2026
Kompol Dr. Iwan Rasiwan, S.H., M.H
Belajar

Seminar Advokasi PGRI Purwakarta: Iwan Rasiwan Bedah Strategi Pemulihan Mental Guru dalam Menghadapi Tekanan Hukum

15 Januari 2026
Hukum Pasal
Opini

Hafal Pasal tapi Tidak Memahami Unsur Pidana Bukan Pemahaman Seutuhnya

6 Januari 2026
Politik
Opini

Ilmu Politik Bukanlah Sesuatu yang Jahat; Ia Bersifat Netral

6 Januari 2026
UMKM
Muslim

UMKM: Pilar Ekonomi Umat dalam Sistem Ekonomi Islam

6 Januari 2026
KUHP Baru, Living Together
Belajar

Check-in Hotel di Era KUHP Baru: Jangan Senang Dulu, Ini Bukan Lampu Hijau buat Kumpul Kebo!

5 Januari 2026
  • website

    10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Update Banjir Aceh dan Sumatera 23 Desember 2025: 1.113 Orang Meninggal, 158 Ribu Rumah Rusak

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Jejak Awal Teh di Purwakarta: Dari Kebun Percontohan hingga ‘Pabrik Pertama’ di Nusantara

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Orang Tua Pekerja Ungkap Nasib: PT Velasto Indonesia Diduga Tak Bayar Gaji Secara Penuh

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Mandiri Tanpa Anggaran Kampus, FIKOM Universitas Kartamulia Sukses Gelar MABIM Perdana

    706 shares
    Share 282 Tweet 177
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan