Di hadapan para pemimpin ekonomi dunia dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat, yakni kesejahteraan rakyat kecil adalah prioritas tertinggi, dan korupsi adalah musuh utamanya.
Presiden menegaskan bahwa memerangi praktik curang bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan misi kemanusiaan untuk menghapus penderitaan rakyat paling bawah.
“Tidak ada yang lebih rentan, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” ujar Presiden Prabowo di Davos, Kamis, 22 Januari 2026..
Dalam pidatonya, sebagaimana dikutip dari BPMI Setpres, Prabowo mengungkap keberhasilan pemerintahannya dalam menyita empat juta hektare perkebunan dan tambang ilegal selama setahun terakhir. Ia mengkritik keras praktik ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir pihak dengan cara melanggar hukum.
“Pada tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita empat juta hektare perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Ini luar biasa. Saya menyebut ini bukan usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas. Saya menyebutnya secara terang-terangan ini ekonomi keserakahan, ekonomi ketamakan, ekonomi dengan praktik yang rakus,” tegas Kepala Negara.
Prabowo juga mengaitkan kesejahteraan sosial dengan iklim investasi. Menurutnya, investasi global hanya akan masuk jika Indonesia mampu menjamin supremasi hukum yang bersih dan adil. Tanpa penegakan hukum, pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan.
“Tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan,” tambahnya.
Meski menghadapi tantangan besar, Prabowo berkomitmen penuh untuk membersihkan sisa-sisa penyalahgunaan wewenang, termasuk dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah yang sempat bocor di awal pemerintahannya.
“Kami bertekad untuk memerangi korupsi ini secara langsung. Ini tantangan. Tidak banyak orang yang percaya kita bisa melakukannya, tetapi kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik, saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” katanya.
Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Dengan tren penurunan kemiskinan ekstrem yang kini mencapai level terendah sepanjang sejarah Indonesia, pemerintah optimis mampu menghapusnya secara total dalam empat tahun ke depan. Bagi Prabowo, hasil akhir dari semua kebijakan ekonomi adalah kebahagiaan rakyat miskin.
“Itulah misi saya sekarang untuk membuat rakyat Indonesia yang paling miskin, yang paling lemah, tersenyum. Saya pikir sebagian dari itu adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan wewenang,” tandasnya.

















