• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, 11 Februari 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia

    Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    Pelantikan Pengurus NasDem di Purwakarta - Dok. Intiporia

    Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    TPA Cikolotok

    TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

    Michael Scofield

    Refleksi Michael Scofield: Karena Menjadi Jenius di Film Zaman Sekarang Ternyata Lebih Susah Daripada Kabur dari Fox River

    Virus Nipah

    Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Dialog OJK dengan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. (Foto: Dok. OJK)

    Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Disorot, Pengamat Duga Ada Intervensi Presiden

    Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar

    Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

    Syariah

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia

    Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    Pelantikan Pengurus NasDem di Purwakarta - Dok. Intiporia

    Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    TPA Cikolotok

    TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

    Michael Scofield

    Refleksi Michael Scofield: Karena Menjadi Jenius di Film Zaman Sekarang Ternyata Lebih Susah Daripada Kabur dari Fox River

    Virus Nipah

    Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Dialog OJK dengan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. (Foto: Dok. OJK)

    Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Disorot, Pengamat Duga Ada Intervensi Presiden

    Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar

    Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

    Syariah

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Gaya Hidup

Seni Menemukan Ketenangan di Tengah Dunia yang Tak Pernah Berhenti

Raka Purnama by Raka Purnama
29 Oktober 2025
in Gaya Hidup
Waktu, Dunia

Photo by Dipqi Ghozali on Unsplash

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Di dunia yang tak pernah benar-benar diam, waktu seolah menjadi mata uang paling mahal. Setiap hari kita berlari, mengejar tenggat, mengatur jadwal, menyesuaikan diri dengan notifikasi yang seolah tak ada habisnya. Anehnya, semakin banyak alat bantu waktu yang kita punya — jam pintar, kalender digital, aplikasi produktivitas — justru semakin sering kita merasa kehilangan kendali.

Mungkin ini saatnya berhenti sejenak dan bertanya: apakah kita benar-benar mengatur waktu, atau justru waktu yang mengatur kita?

BACA JUGA

Dopamine Detox: Cara Ampuh Biar Kamu Gak ‘Zonki’ Sama Gadget Terus

Plant-Based Lifestyle: Tren Makan Sehat yang Bikin Kamu Tetap Hype

Menata Hari, Bukan Sekadar Menyusun Jadwal

Banyak orang memulai pagi dengan to-do list panjang, berharap bisa menaklukkan semua hal sebelum matahari terbenam. Namun, sering kali daftar itu berakhir dengan coretan frustrasi — setengahnya tertunda, sisanya terlupakan.

Padahal, kunci dari manajemen waktu bukan sekadar menulis tugas, tapi mengalokasikan ruang hidup.
Metode time-blocking — mengatur blok waktu spesifik untuk setiap jenis kegiatan — kini menjadi rahasia kecil para pekerja kreatif dan profesional muda.

Misalnya, jam 08.00–10.00 untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi, jam 10.30–12.00 untuk kolaborasi dan rapat, lalu jam 14.00–16.00 untuk deep work tanpa gangguan.

Dengan begitu, setiap aktivitas memiliki ruangnya sendiri, dan kamu tidak lagi terjebak dalam ilusi “sibuk tapi tak bergerak.”

Tiga Hal yang Cukup Membuat Hari Bermakna

Ada sebuah metode sederhana bernama Rule of Three — pilih tiga hal terpenting setiap pagi.

Tidak lebih, tidak kurang. Ingat ya! tiga hal penting.

Fokus hanya pada tiga hal itu, dan anggap semua hal lain adalah tambahan jika masih ada waktu dan energi.

Cara ini bukan hanya membantu otak tetap fokus, tapi juga menanamkan rasa cukup. Kita hidup di era overcommitment — terlalu banyak janji, target, dan ambisi yang saling bertabrakan. Dengan Rule of Three, kamu belajar membedakan antara yang penting dan yang hanya mendesak.

Berhenti Itu Bukan Kalah

Bagi sebagian orang, istirahat terasa seperti dosa kecil. Padahal, otak bukan mesin. Metode Pomodoro yang terkenal — 25 menit kerja, 5 menit istirahat — telah terbukti meningkatkan fokus hingga 70%. Namun, istirahat yang sesungguhnya bukan hanya menutup laptop. Kadang, itu berarti melepaskan genggaman ponsel, berjalan tanpa tujuan, atau menatap langit tanpa rasa bersalah.

Ada pepatah Jepang yang berbunyi:

“Hati yang sibuk tak akan mendengar suara angin.”

Dan mungkin, dalam kesunyian lima menit tanpa notifikasi, kita justru bisa mendengar kembali apa yang benar-benar penting.

Digital Detox: Menemukan Waktu di Antara Notifikasi

Menurut laporan Deloitte tahun 2024, rata-rata orang Indonesia membuka ponsel lebih dari 150 kali sehari. Angka itu mungkin tampak ekstrem, tapi coba pikir — seberapa sering kamu memeriksa layar tanpa alasan jelas?

Coba mulai dari kebiasaan kecil: no phone zone selama 30 menit pertama setelah bangun tidur dan 30 menit sebelum tidur malam.

Gunakan waktu itu untuk menulis jurnal, membaca buku, atau sekadar menikmati kopi tanpa distraksi.
Lama-lama kamu akan merasakan efeknya — detak jantung lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan anehnya, hari terasa lebih panjang.

Katakan “Tidak”, Agar Bisa Mengatakan “Ya” Pada Hal yang Lebih Penting

Salah satu keterampilan paling berharga dalam mengatur waktu adalah seni menolak.
Menolak undangan, menolak proyek tambahan, bahkan menolak perasaan harus selalu ada untuk semua orang.

Setiap “ya” yang kita ucapkan sebenarnya adalah “tidak” untuk hal lain — waktu istirahat, keluarga, atau diri sendiri.

Kamu tidak harus menjelaskan semuanya. Cukup katakan,

“Terima kasih, tapi saya sedang fokus menyelesaikan prioritas lain.”

Kalimat sederhana yang bisa menyelamatkan kesehatan mentalmu di jangka panjang.

Hidup Bukan Tentang Menyelesaikan Semuanya

Mengatur waktu bukan tentang menjejalkan sebanyak mungkin aktivitas dalam 24 jam, tapi tentang menyadari batasan manusiawi kita.

Tidak ada aplikasi atau planner yang bisa menggantikan kemampuan mendengar diri sendiri.
Kadang, manajemen waktu terbaik bukan soal melakukan lebih banyak, tapi memilih lebih sedikit — dengan lebih sadar.

Karena di ujung hari, bukan jumlah tugas yang menentukan kualitas hidupmu, tapi ketenangan yang kamu rasakan setelah semuanya selesai.

Dan ketenangan itu, percayalah, hanya datang pada mereka yang berani melambat — sejenak saja — di dunia yang terus berlari.

Tags: Gaya HidupJadwalKebiasaan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Dopamine
Gaya Hidup

Dopamine Detox: Cara Ampuh Biar Kamu Gak ‘Zonki’ Sama Gadget Terus

26 Januari 2026
Makan
Gaya Hidup

Plant-Based Lifestyle: Tren Makan Sehat yang Bikin Kamu Tetap Hype

26 Januari 2026
Psikolog
Gaya Hidup

Menghapus Stigma Mental Health: Kenapa Curhat ke Psikolog Itu Keren?

26 Januari 2026
Warkop nuansa alam
Gaya Hidup

Kopi Sachet Naik Kelas! Warkop ala Cafe, dari Pelosok Desa ke Pusat Kota

23 Desember 2025
ovethinking
Gaya Hidup

Teknik 5 Menit untuk Mengatasi Overthinking di Tengah Aktivitas Padat

29 Oktober 2025
Digital
Gaya Hidup

Digital Minimalism: Seni Menyaring Kebisingan Dunia Maya agar Hidupmu Lebih Penuh Arti

29 Oktober 2025
Next Post
Digital

Digital Minimalism: Seni Menyaring Kebisingan Dunia Maya agar Hidupmu Lebih Penuh Arti

  • Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • 10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    963 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Sejarah Lengkap Klan Otsutsuki dari Awal hingga Boruto

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan