Dalam sebuah manuver militer yang dramatis, pasukan elite Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, di kediaman mereka di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Operasi bersandi “Absolute Resolve” ini menandai intervensi militer paling signifikan Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir.
Berdasarkan keterangan resmi dari beberapa media internasional, pasukan khusus AS mendarat di Caracas menggunakan helikopter dan jet tempur untuk menembus pengamanan ketat kepresidenan. Dilansir dari BBC News, pasukan tersebut bahkan melibatkan anggota Delta Force, unit misi khusus teratas militer AS, lebih dari 150 pesawat—termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai—akhirnya dikerahkan sepanjang malam.
Presiden Donald Trump, yang memantau langsung operasi tersebut dari ruang kendali di Mar-a-Lago, Florida, menyatakan bahwa pasukan AS berhasil menembus berbagai sistem pengamanan, termasuk pintu baja yang dirancang khusus untuk melindungi Maduro.
Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya segera diterbangkan keluar dari Venezuela menuju New York untuk menghadapi proses peradilan federal. Trump menegaskan bahwa langkah ini diambil karena Maduro dianggap sebagai pemimpin tidak sah yang mendukung kartel narkoba internasional.
Pernyataan Jaksa Agung AS, Pamela Bondi menegaskan, Maduro kini menghadapi serangkaian dakwaan kriminal di Distrik Selatan New York yang dapat berujung pada hukuman penjara seumur hidup.
Nicolas Maduro and his wife, Cilia Flores, have been indicted in the Southern District of New York. Nicolas Maduro has been charged with Narco-Terrorism Conspiracy, Cocaine Importation Conspiracy, Possession of Machineguns and Destructive Devices, and Conspiracy to Possess…
— Attorney General Pamela Bondi (@AGPamBondi) January 3, 2026
“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolas Maduro didakwa dengan Konspirasi Terorisme Narkoba, Konspirasi Impor Kokain, Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak, dan Konspirasi untuk Memiliki Senapan Mesin dan Alat Perusak terhadap Amerika Serikat.” tulisnya.
Pamela Bondi juga memberikan apresiasi tinggi kepada militer AS, atas keberhasilan operasi tersebut.
“Atas nama seluruh Departemen Kehakiman, saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas keberaniannya dan militer kita yang luar biasa dalam menangkap kedua terduga pengedar narkoba internasional ini,” tulis Bondi melalui akun X resminya, 3 Januari 2026.
Mengutip laporan The Guardian Saat Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berpidato di pengadilan di Lower Manhattan, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat hanya beberapa mil di sebelah utara, di mana selusin negara mengutuk “kejahatan agresi” AS dan sekretaris jenderal António Guterres menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

















