• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Sabtu, 24 Januari 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ekonomi Islam

    Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

    Ekonomi

    Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

    Prabowo

    Singgung Soal Penertiban Tambang Ilegal, Kemiskinan dan Kelaparan Jadi Sorotan Utama Prabowo di Davos

    Penjaga gawang PERSIB, Teja Paku Alam

    Teja Paku Alam Pastikan Persib Siap Tempur Jamu PSBS Biak di GBLA

    TAMBANG

    Gubernur Jabar Berlakukan Moratorium Perumahan dan Tertibkan Tambang Liar

    Pembuatan paritan untuk mengetahui keberadaan sesar di bawah permukaan (Dok. BRIN 2024)

    Mengenal Sesar Baribis-Kendeng: Jalur Patahan Aktif yang Melintasi Jantung Pulau Jawa

    Ilustrasi Pilkada

    Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

    serakahnomics prabowo

    Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

    BIOSRA

    Purwakarta Jadi Pilot Project! Inilah BIOSRA, Bioskop Rakyat yang Bikin Fadli Zon “Kepincut”

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Ekonomi Islam

    Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

    Ekonomi

    Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

    Prabowo

    Singgung Soal Penertiban Tambang Ilegal, Kemiskinan dan Kelaparan Jadi Sorotan Utama Prabowo di Davos

    Penjaga gawang PERSIB, Teja Paku Alam

    Teja Paku Alam Pastikan Persib Siap Tempur Jamu PSBS Biak di GBLA

    TAMBANG

    Gubernur Jabar Berlakukan Moratorium Perumahan dan Tertibkan Tambang Liar

    Pembuatan paritan untuk mengetahui keberadaan sesar di bawah permukaan (Dok. BRIN 2024)

    Mengenal Sesar Baribis-Kendeng: Jalur Patahan Aktif yang Melintasi Jantung Pulau Jawa

    Ilustrasi Pilkada

    Bagaimana Jika Pilkada Dipilih DPRD?

    serakahnomics prabowo

    Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

    BIOSRA

    Purwakarta Jadi Pilot Project! Inilah BIOSRA, Bioskop Rakyat yang Bikin Fadli Zon “Kepincut”

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Muslim

Ilmu Ekonomi dan Sistem Ekonomi Islam: Dua Perspektif Kesejahteraan

Deni Hamzah by Deni Hamzah
23 Desember 2025
in Muslim, Belajar
Ekonomi

Ilustrasi Ekonomi - Gambar oleh Sergii Koviarov dari Pixabay

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Ilmu ekonomi adalah studi sosial yang mengkaji bagaimana individu, bisnis, dan pemerintah membuat pilihan dalam mengalokasikan sumber daya yang langka untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas. Sementara ekonomi konvensional berfokus pada efisiensi, maksimalisasi keuntungan, dan pertumbuhan, Sistem Ekonomi Islam menawarkan kerangka kerja alternatif yang didasarkan pada nilai-nilai moral dan etika agama, bertujuan mencapai kesejahteraan material dan spiritual (falah).

Ilmu Ekonomi Konvensional: Asumsi dan Tujuan

BACA JUGA

Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

Ilmu ekonomi konvensional, yang sering disebut sebagai ekonomi Barat atau ekonomi neoklasik, berdiri di atas beberapa asumsi kunci:

  1. Rasionalitas Individu (Homo Economicus): Diasumsikan bahwa individu bertindak rasional untuk memaksimalkan kepuasan (utilitas) mereka.
  2. Kelangkaan (Scarcity): Sumber daya selalu terbatas, sedangkan keinginan manusia tidak terbatas, yang memaksa adanya pilihan.
  3. Maksimalisasi: Produsen bertujuan memaksimalkan keuntungan, sementara konsumen berusaha memaksimalkan utilitas.

Fokus utama ilmu ini adalah pada mekanisme pasar—permintaan, penawaran, dan harga—sebagai alat alokasi sumber daya yang paling efisien. Tujuan akhirnya sering kali diringkas sebagai pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

Dasar dan Filsafat Sistem Ekonomi Islam

Sistem Ekonomi Islam (SEI) bukanlah cabang ekonomi konvensional; ia adalah sistem yang berdiri sendiri yang berakar pada Syariah (hukum Islam). Filsafat dasarnya didasarkan pada tiga pilar utama:

  1. Tauhid (Keesaan Tuhan)

Konsep ini menegaskan bahwa Allah adalah pemilik absolut atas segala sumber daya di alam semesta. Manusia hanyalah khalifah (pemegang amanah) yang diberi tanggung jawab untuk mengelola harta dan sumber daya secara adil dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kekayaan tidak boleh hanya berputar pada segelintir orang.

  1. Ukhuwah (Persaudaraan)

Persaudaraan Islam menuntut adanya keadilan sosial dan pemerataan kekayaan. SEI sangat menekankan pentingnya kerja sama, kepedulian terhadap fakir miskin, dan penghindaran eksploitasi.

  1. Adil (Keadilan)

Prinsip keadilan dalam SEI mewajibkan bahwa semua transaksi harus bebas dari riba (bunga/tambahan tanpa imbalan), gharar (ketidakjelasan atau ketidakpastian ekstrem), dan maysir (perjudian). Tujuannya adalah memastikan setiap pihak mendapatkan imbalan yang proporsional dan transparan sesuai dengan risiko dan usaha yang mereka berikan.

Pilar Mekanisme Ekonomi Islam

Untuk mencapai tujuannya, SEI menggunakan beberapa mekanisme unik yang membedakannya dari sistem konvensional:

  • Larangan Riba (Bunga): Riba dianggap eksploitatif dan tidak adil. SEI menggantinya dengan sistem bagi hasil dan bagi risiko, seperti:
    • Mudharabah (investasi di mana satu pihak menyediakan modal dan pihak lain menyediakan keahlian).
    • Musyarakah (kemitraan di mana semua pihak berkontribusi modal dan berbagi keuntungan/kerugian).
  • Zakat: Sebagai instrumen redistribusi kekayaan wajib. Zakat (seperseratus dari harta tertentu) berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, memastikan kekayaan mengalir dari yang kaya kepada yang berhak.
  • Kebebasan Usaha yang Terikat: SEI mengakui hak milik pribadi dan kebebasan berusaha, tetapi dibatasi oleh norma moral. Kegiatan yang diharamkan (seperti produksi alkohol, perjudian) dilarang, meskipun mendatangkan keuntungan.
  • Uang Berbasis Komoditas (Dinar & Dirham): Secara historis, SEI lebih mengedepankan mata uang berbasis logam mulia (emas dan perak) karena nilai intrinsik mereka memberikan stabilitas dan melindungi daya beli dari inflasi dan spekulasi moneter.

Perbedaan Tujuan dan Pendekatan dalam Ekonomi

Meskipun Ilmu Ekonomi Konvensional dan Sistem Ekonomi Islam (SEI) sama-sama mengkaji alokasi sumber daya yang langka, keduanya memiliki perbedaan mendasar pada tujuan akhir dan kerangka operasinya. Ekonomi konvensional berfokus pada rasionalitas individu untuk memaksimalisasi utilitas dan keuntungan, dengan tujuan utama mencapai pertumbuhan ekonomi (dinyatakan melalui PDB). Sebaliknya, SEI berakar pada prinsip Tauhid (Keesaan Tuhan) dan Keadilan, yang menetapkan bahwa tujuan ekonomi adalah mencapai kesejahteraan material dan spiritual (falah) serta keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. Hal ini diwujudkan melalui mekanisme seperti larangan riba dan kewajiban zakat, yang memastikan kegiatan ekonomi terikat pada nilai-nilai etika dan sosial, bukan semata-mata pada efisiensi pasar atau akumulasi kekayaan individu.

Relevansi Kontemporer

Di tengah tantangan krisis keuangan global dan meningkatnya kesenjangan pendapatan, banyak pihak mulai melihat SEI sebagai model yang dapat memberikan solusi. Fokusnya pada risiko bersama, transparansi transaksi, dan keadilan distributif menawarkan alternatif terhadap sistem berbasis utang yang rentan.

SEI menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari etika. Tujuannya bukan hanya menciptakan kekayaan, tetapi memastikan bahwa proses penciptaan dan distribusi kekayaan tersebut berkontribusi pada kebaikan kolektif masyarakat, sejalan dengan prinsip maslahah (kemaslahatan umum).

Tags: EkonomiIslamMuslim
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ekonomi Islam
Muslim

Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

23 Januari 2026
Ekonomi
Muslim

Pengelolaan Sumber Daya Menurut Islam: Fondasi Ekonomi yang Adil dan Berkah

23 Januari 2026
Kompol Dr. Iwan Rasiwan, S.H., M.H
Belajar

Seminar Advokasi PGRI Purwakarta: Iwan Rasiwan Bedah Strategi Pemulihan Mental Guru dalam Menghadapi Tekanan Hukum

15 Januari 2026
Hukum Pasal
Opini

Hafal Pasal tapi Tidak Memahami Unsur Pidana Bukan Pemahaman Seutuhnya

6 Januari 2026
Politik
Opini

Ilmu Politik Bukanlah Sesuatu yang Jahat; Ia Bersifat Netral

6 Januari 2026
UMKM
Muslim

UMKM: Pilar Ekonomi Umat dalam Sistem Ekonomi Islam

6 Januari 2026
Next Post
Dinar

Keunggulan Abadi Dinar dan Dirham: Stabilitas Melawan Inflasi

  • Tobirama Senju - Narutopedia

    Tobirama Senju: Penemu Banyak Jutsu yang Membentuk Wajah Konoha Modern

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • 10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Update Banjir Aceh dan Sumatera 23 Desember 2025: 1.113 Orang Meninggal, 158 Ribu Rumah Rusak

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Orang Tua Pekerja Ungkap Nasib: PT Velasto Indonesia Diduga Tak Bayar Gaji Secara Penuh

    825 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Jejak Awal Teh di Purwakarta: Dari Kebun Percontohan hingga ‘Pabrik Pertama’ di Nusantara

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan