• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Selasa, 10 Februari 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia

    Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    Pelantikan Pengurus NasDem di Purwakarta - Dok. Intiporia

    Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    TPA Cikolotok

    TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

    Michael Scofield

    Refleksi Michael Scofield: Karena Menjadi Jenius di Film Zaman Sekarang Ternyata Lebih Susah Daripada Kabur dari Fox River

    Virus Nipah

    Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Dialog OJK dengan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. (Foto: Dok. OJK)

    Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Disorot, Pengamat Duga Ada Intervensi Presiden

    Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar

    Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

    Syariah

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia

    Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    Pelantikan Pengurus NasDem di Purwakarta - Dok. Intiporia

    Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    TPA Cikolotok

    TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

    Michael Scofield

    Refleksi Michael Scofield: Karena Menjadi Jenius di Film Zaman Sekarang Ternyata Lebih Susah Daripada Kabur dari Fox River

    Virus Nipah

    Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Dialog OJK dengan Industri Jasa Keuangan di Jakarta. (Foto: Dok. OJK)

    Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Disorot, Pengamat Duga Ada Intervensi Presiden

    Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar

    Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

    Syariah

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Belajar

Simak! Begini Cara Menulis Footnote pada Makalah atau Jurnal

Raka Purnama by Raka Purnama
28 Juli 2025
in Belajar, Kampus
Tips cara menulis footnote

Vietnamese college student reading information on laptop and taking notes

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Sebagai mahasiswa, menulis makalah atau jurnal adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan akademik Anda. Salah satu aspek penting yang seringkali menimbulkan kebingungan adalah cara menulis footnote atau catatan kaki yang baik dan benar.

Footnote bukan hanya sekadar formalitas, melainkan alat krusial untuk memberikan kredit kepada sumber ide, menghindari plagiarisme, dan memperkaya argumen Anda.

BACA JUGA

Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

Artikel ini akan memandu Anda melalui seluk-beluk penulisan footnote yang efektif.

Memahami Fungsi dan Kebutuhan Menulis Footnote

Footnote adalah catatan referensi yang ditempatkan di bagian bawah halaman tempat kutipan atau referensi muncul. Fungsinya mirip dengan daftar pustaka, namun lebih spesifik karena langsung merujuk pada bagian tertentu dalam teks Anda.

Pentingnya footnote tidak bisa diremehkan. Penggunaannya menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset yang cermat, menghargai karya orang lain, dan menjaga integritas akademik. Ini juga menjadi langkah vital untuk menghindari plagiarisme.

Dengan memberikan pengakuan jelas terhadap ide atau informasi yang bukan milik Anda, Anda memperkuat kredibilitas argumen Anda. Selain itu, footnote memudahkan pembaca untuk melacak sumber asli jika mereka ingin mendalami lebih lanjut.

Anda perlu menggunakan footnote setiap kali Anda mengutip langsung (menyalin kata demi kata dari sumber lain), memparafrasekan (menyatakan ide dari sumber lain dengan kata-kata Anda sendiri), atau meringkas argumen dari sumber eksternal. Penggunaan data, statistik, atau rujukan pada ide/konsep spesifik yang berasal dari karya orang lain juga menuntut adanya footnote.

Mengenal Berbagai Gaya Penulisan Footnote

Ada beberapa gaya penulisan footnote yang umum digunakan, dan pilihan gaya biasanya tergantung pada disiplin ilmu atau instruksi dari dosen Anda. Tiga gaya yang paling sering ditemui adalah:

Chicago/Turabian (Notes and Bibliography)

Gaya ini sangat populer di kalangan ilmu humaniora seperti sejarah, sastra, dan seni. Ciri khasnya adalah penggunaan footnote atau endnote untuk sitasi pertama kali, diikuti oleh sitasi singkat untuk referensi berulang. Di akhir makalah, akan disertakan daftar pustaka lengkap. Misalnya, footnote pertama untuk buku bisa seperti ini:

¹Michael Pollan, The Omnivore’s Dilemma: A Natural History of Four Meals (New York: Penguin Press, 2006), 99–100.

Untuk sitasi berulang, cukup:

²Pollan, Omnivore’s Dilemma, 102.

APA (American Psychological Association)

Meskipun gaya APA lebih sering mengandalkan sistem sitasi dalam teks (author-date), ada kalanya footnote digunakan untuk catatan tambahan atau penjelasan yang tidak terkait langsung dengan referensi sumber. Namun, untuk referensi sumber utama, sistem dalam teks tetap dominan.

MLA (Modern Language Association)

Serupa dengan APA, MLA juga lebih sering menggunakan sistem sitasi dalam teks. Footnote jarang digunakan untuk sitasi, melainkan untuk memberikan informasi tambahan yang dirasa tidak perlu disertakan dalam teks utama.

Menguasai Singkatan Penting dalam Footnote

Dalam penulisan footnote, Anda akan sering menemukan singkatan Latin yang berfungsi untuk merujuk pada sumber yang sama secara efisien. Memahami singkatan ini akan membantu Anda menulis footnote dengan lebih ringkas dan profesional:

Ibid. (Ibidem)

Singkatan ini berarti “di tempat yang sama”. Anda menggunakannya ketika mengutip sumber yang sama, termasuk nomor halaman yang sama, dengan footnote yang persis berada di atasnya.

Contohnya, jika footnote pertama adalah buku Pollan di halaman 99-100, maka footnote berikutnya yang mengacu pada halaman yang sama cukup ditulis

²Ibid.

Namun, jika Anda mengacu pada sumber yang sama tetapi halaman berbeda, Anda bisa menulis

²Ibid., hlm. 105.

Op. Cit. (Opere Citato)

Singkatan ini berarti “dalam karya yang telah dikutip”. Anda menggunakannya ketika merujuk pada karya yang sudah pernah dikutip sebelumnya, tetapi ada sumber lain yang menyela di antara kutipan tersebut. Ini berlaku jika Anda hanya mengutip satu karya dari penulis tersebut.

Formatnya adalah Nama Penulis, Op. Cit., hlm. [Nomor Halaman]. Misalnya, setelah mengutip Pollan, lalu Harari, Anda bisa kembali mengutip Pollan dengan

³Pollan, Op. Cit., hlm. 102.

Penting untuk diketahui bahwa penggunaan Op. Cit. mulai jarang dalam gaya modern dan sering digantikan dengan sitasi singkat (Nama Penulis, Judul Singkat, Halaman) untuk kejelasan yang lebih baik.

Loc. Cit. (Loco Citato)

Singkatan ini berarti “di tempat/lokasi yang telah dikutip”. Ini lebih spesifik daripada Op. Cit. karena digunakan ketika Anda merujuk pada karya dan halaman yang sama persis dengan kutipan sebelumnya, meskipun ada sumber lain yang menyela di antaranya.

Formatnya adalah Nama Penulis, Loc. Cit. Contohnya, setelah mengutip Pollan di halaman 99-100, lalu Harari, Anda bisa kembali mengacu pada Pollan di halaman yang sama dengan

³Pollan, Loc. Cit.

Mirip dengan Op. Cit., penggunaan Loc. Cit. juga semakin jarang dan cenderung diganti dengan sitasi singkat.

Tips Praktis Menulis Footnote yang Efektif

Untuk memastikan penulisan footnote Anda rapi dan akurat, ada beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan. Pertama, manfaatkan fitur “Insert Footnote” yang tersedia di sebagian besar program pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs.

Fitur ini akan secara otomatis menempatkan angka superskrip di teks dan membuat catatan kaki di bagian bawah halaman, sangat memudahkan pekerjaan Anda.

Kedua, konsistensi adalah kunci. Apapun gaya penulisan yang Anda pilih, pastikan Anda menerapkannya secara konsisten dari awal hingga akhir makalah Anda. Ketiga, selalu periksa keakuratan informasi dalam setiap footnote: nama penulis, judul, tahun terbit, nomor halaman, dan detail lainnya. Kesalahan kecil dapat mengurangi kredibilitas tulisan Anda.

Keempat, hindari “over-footnoting” atau memberikan footnote pada setiap kalimat. Gunakan footnote hanya saat Anda benar-benar mengutip, memparafrasekan, atau merujuk pada ide spesifik dari sumber. Terakhir, ingatlah bahwa footnote juga bisa digunakan untuk memberikan penjelasan singkat, definisi istilah, atau informasi tambahan yang tidak ingin mengganggu alur teks utama.

Struktur Dasar Footnote

Meskipun gaya bervariasi, berikut adalah contoh struktur dasar untuk beberapa jenis sumber umum dalam gaya Chicago/Turabian:

Buku:

¹Nama Penulis, Judul Buku (Kota Terbit: Penerbit, Tahun Terbit), Halaman.

Artikel Jurnal:

¹Nama Penulis, “Judul Artikel,” Nama Jurnal Volume, no. Nomor (Tahun Terbit): Halaman.

Artikel dari Situs Web:

¹Nama Penulis (jika ada), “Judul Artikel,” Nama Situs Web, Tanggal Publikasi (jika ada), URL.

Bab dalam Buku Antologi:

¹Nama Penulis Bab, “Judul Bab,” dalam Judul Buku Antologi, diedit oleh Nama Editor (Kota Terbit: Penerbit, Tahun Terbit), Halaman.

Dengan memahami fungsi, singkatan penting, dan cara menulis footnote pada makalah atau jurnal yang benar, Anda tidak hanya akan meningkatkan kualitas akademik tulisan Anda, tetapi juga menunjukkan integritas dan profesionalisme sebagai seorang peneliti muda.

Latihlah terus kemampuan ini, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dosen atau pustakawan jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut. Selamat menulis!

Tags: jurnalMahasiswaMakalahTips
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ilustrasi foto kolaborasi mahasiswa turun ke jalan - Dok. Intiporia
Kampus

Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

9 Februari 2026
Syariah
Muslim

Kecerdasan Buatan (AI) dan Etika Syariah: Menjaga Maslahah di Era Algoritma

31 Januari 2026
Ekonomi Islam
Muslim

Sistem Ekonomi Islam vs. Sistem Ekonomi Kapitalis

23 Januari 2026
serakahnomics prabowo
Sekilas

Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Naik 218 Persen

15 Januari 2026
Kompol Dr. Iwan Rasiwan, S.H., M.H
Belajar

Seminar Advokasi PGRI Purwakarta: Iwan Rasiwan Bedah Strategi Pemulihan Mental Guru dalam Menghadapi Tekanan Hukum

15 Januari 2026
Mabim Mahasiswa Fakultas Ilmu Kompter Universitas Kartamulia - Dok. Intiporia
Kampus

Mandiri Tanpa Anggaran Kampus, FIKOM Universitas Kartamulia Sukses Gelar MABIM Perdana

13 Januari 2026
Next Post
Palestina

Palestina di Masa Khalifah Umar bin Khattab: Awal Keemasan dalam Naungan Islam

  • Kiper kenzie fachrudin

    Kiper Pelajar SMP Berprestasi di Level Internasional, Targetkan Timnas Indonesia

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Untuk Mahasiswa: Panduan Mencampuri Dapur Rektorat demi Kemaslahatan Umat

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Kukuhkan Struktur Baru, NasDem Purwakarta Lantik Pengurus di 17 Kecamatan

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • 10 Website Gratis untuk Download Jurnal Ilmiah

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Membaca Fenomena Ekspresi Remaja lewat Teori Howard S. Becker

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan