• Tentang Kami
  • Layanan Iklan
  • Hubungi Kami
Minggu, 29 Maret 2026
Intiporia
Kirim Artikel
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Curug 7

    Wisata Alam Curug 7 Gunung Kujang Subang Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

    TNI Tahan 4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    Puspom TNI Amankan 4 Personel Atas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    Run Race Purwakarta - Intiporia/ M. Fajri

    Demam “Run Race” Sampai ke Purwakarta: Adu Cepat Anak Muda di Lintasan Aspal

    Abu Janda Debat Ikrar Nusa Bhakti & Feri Amsari Soal Jasa AS untuk Indonesia - Tangkapan Layar: Youtube/Official iNews

    Debat Panas Abu Janda vs Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari: Dari Jasa Amerika untuk RI hingga Isu Gaza

    Bersama Tim SAR Gabungan Melakukan Kaji Cepat Kejadian Longsor di TPST Bantar Gebang - Foto: BPBD Prov DKI Jakarta

    Fakta Tragedi Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang

    Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat

    Buntut Tragis Longsor Bantargebang: KLH Turun Tangan, Ancam Sanksi Pidana bagi Pengelola

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
No Result
View All Result
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
    • All
    • Budaya
    • Dunia
    • Film
    • Kampus
    • Lingkungan
    • Lokal
    • Musik
    • Muslim
    • Olahraga
    • Opini
    • Peristiwa
    • Politik
    • Selebritas
    • Teknologi
    • Wisata
    Curug 7

    Wisata Alam Curug 7 Gunung Kujang Subang Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

    TNI Tahan 4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    Puspom TNI Amankan 4 Personel Atas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    Run Race Purwakarta - Intiporia/ M. Fajri

    Demam “Run Race” Sampai ke Purwakarta: Adu Cepat Anak Muda di Lintasan Aspal

    Abu Janda Debat Ikrar Nusa Bhakti & Feri Amsari Soal Jasa AS untuk Indonesia - Tangkapan Layar: Youtube/Official iNews

    Debat Panas Abu Janda vs Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari: Dari Jasa Amerika untuk RI hingga Isu Gaza

    Bersama Tim SAR Gabungan Melakukan Kaji Cepat Kejadian Longsor di TPST Bantar Gebang - Foto: BPBD Prov DKI Jakarta

    Fakta Tragedi Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang

    Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat

    Buntut Tragis Longsor Bantargebang: KLH Turun Tangan, Ancam Sanksi Pidana bagi Pengelola

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

    Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    8 Platform Digital yang Dibatasi untuk Anak di Bawah Usia 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

    Komdigi Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret

  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Intiporia
  • Sekilas
  • Tren
  • Have Fun!
  • Esai
  • Belajar
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
Home Tren Lingkungan

Apa Itu Badai Melissa? Fenomena Alam Dahsyat yang Mengguncang Jamaika

Raka Purnama by Raka Purnama
29 Oktober 2025
in Lingkungan, Dunia
Anggota Angkatan Laut Republik Dominika bersama otoritas perlindungan sipil melakukan pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Pencarian dilakukan di sepanjang garis pantai setelah laporan hilangnya seorang remaja akibat cuaca ekstrem. REUTERS/Eddy Vittini Warga menyaksikan upaya pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Tim gabungan militer dan perlindungan sipil dikerahkan untuk menyisir wilayah terdampak badai. REUTERS/Eddy Vittini Seorang anggota Angkatan Laut Republik Dominika menerbangkan drone untuk membantu pencarian remaja yang hilang akibat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Penggunaan drone memperluas jangkauan pemantauan di area pesisir yang sulit dijangkau. REUTERS/Eddy Vittini Anggota Angkatan Laut dan otoritas perlindungan sipil Republik Dominika menyisir kawasan pantai Santo Domingo dalam operasi pencarian remaja hilang, Sabtu (25/10/2025). Operasi dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk akibat Badai Tropis Melissa. REUTERS/Eddy Vittini Ombak besar menghantam sekitar mercusuar Punta Torrecilla saat Badai Tropis Melissa melanda Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi dan memperparah kerusakan di wilayah pesisir. REUTERS/Eddy Vittini Citra satelit memperlihatkan Badai Tropis Melissa melintasi Laut Karibia, Senin (27/10/2025). Badai tersebut membawa hujan deras dan angin kencang yang memengaruhi beberapa negara di kawasan Karibia. REUTERS/CSU/CIRA & NOAA

Anggota Angkatan Laut Republik Dominika bersama otoritas perlindungan sipil melakukan pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Pencarian dilakukan di sepanjang garis pantai setelah laporan hilangnya seorang remaja akibat cuaca ekstrem. REUTERS/Eddy Vittini Warga menyaksikan upaya pencarian remaja yang hilang saat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Tim gabungan militer dan perlindungan sipil dikerahkan untuk menyisir wilayah terdampak badai. REUTERS/Eddy Vittini Seorang anggota Angkatan Laut Republik Dominika menerbangkan drone untuk membantu pencarian remaja yang hilang akibat Badai Tropis Melissa di Santo Domingo, Sabtu (25/10/2025). Penggunaan drone memperluas jangkauan pemantauan di area pesisir yang sulit dijangkau. REUTERS/Eddy Vittini Anggota Angkatan Laut dan otoritas perlindungan sipil Republik Dominika menyisir kawasan pantai Santo Domingo dalam operasi pencarian remaja hilang, Sabtu (25/10/2025). Operasi dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk akibat Badai Tropis Melissa. REUTERS/Eddy Vittini Ombak besar menghantam sekitar mercusuar Punta Torrecilla saat Badai Tropis Melissa melanda Santo Domingo, Republik Dominika, Sabtu (25/10/2025). Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi dan memperparah kerusakan di wilayah pesisir. REUTERS/Eddy Vittini Citra satelit memperlihatkan Badai Tropis Melissa melintasi Laut Karibia, Senin (27/10/2025). Badai tersebut membawa hujan deras dan angin kencang yang memengaruhi beberapa negara di kawasan Karibia. REUTERS/CSU/CIRA & NOAA

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Linkedin

Akhir Oktober 2025 menjadi bulan yang menegangkan bagi warga Jamaika. Nama “Melissa” yang biasanya terdengar lembut justru menjadi simbol kehancuran, setelah Badai Melissa menerjang daratan pulau itu dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, apa sebenarnya Badai Melissa itu? Mengapa ia bisa begitu kuat? Dan bagaimana badai ini terbentuk hingga menjadi salah satu badai paling berbahaya dalam sejarah Jamaika?

BACA JUGA

Kondisi Terkini di Iran, Dampak Serangan AS-Israel

MUI Desak Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran

1. Dari Mana Badai Melissa Berasal?

Badai Melissa merupakan badai tropis kategori 5, kategori tertinggi dalam skala Saffir-Simpson Hurricane Wind Scale. Badai ini terbentuk di atas Samudra Atlantik bagian barat, ketika suhu permukaan laut meningkat tajam akibat cuaca ekstrem dan pemanasan global.

Fenomena seperti Melissa terjadi ketika udara hangat dan lembap dari laut naik ke atmosfer, lalu bertemu dengan udara dingin di lapisan atas. Perbedaan suhu ini menciptakan pusaran tekanan rendah yang kemudian berkembang menjadi badai tropis.

Menurut Layanan Informasi Jamaika (JIS), Melissa mulai terbentuk sekitar pertengahan Oktober dan terus menguat selama pergerakannya menuju Laut Karibia. Ketika mencapai daratan Jamaika pada Selasa, 28 Oktober 2025, kecepatannya mencapai 295 kilometer per jam — cukup kuat untuk merobohkan bangunan beton dan menumbangkan pohon besar.

2. Mengapa Disebut “Kategori 5”?

Dalam dunia meteorologi, badai dikelompokkan berdasarkan kecepatan angin maksimum yang dihasilkan.

Kategori 1 berarti badai dengan kecepatan 119–153 km/jam.

Kategori 5, seperti Melissa, memiliki kecepatan di atas 252 km/jam — kekuatan yang dapat menyebabkan kerusakan total pada rumah, jalan, dan infrastruktur listrik.

Direktur Layanan Meteorologi Jamaika, Evan Thompson, mengatakan dalam konferensi pers di Kingston bahwa Melissa termasuk badai “paling berbahaya dan berpotensi mematikan.”

“Sangat sedikit yang dapat menghentikan badai kategori lima. Di mana pun Anda berada… Anda akan mengalami kesulitan yang signifikan, bahkan dengan infrastruktur yang ada di area tersebut,”
ujarnya, dikutip dari JIS (jis.gov.jm).

3. Dampak Langsung di Jamaika

Saat badai menerjang wilayah Westmoreland dan St. Elizabeth, ribuan rumah mengalami kerusakan berat. Listrik padam di banyak daerah, dan jaringan komunikasi lumpuh. Banyak warga harus dievakuasi ke tempat perlindungan darurat di sekolah dan gedung pemerintahan.

Selain angin kencang, hujan ekstrem dan banjir bandang menjadi ancaman terbesar. Lembaga penanggulangan bencana Jamaika (ODPEM) memperingatkan bahwa Melissa membawa curah hujan lebih dari 400 mm dalam waktu 24 jam — cukup untuk menenggelamkan sebagian kota kecil.

Sebelum badai mencapai daratan, Evan Thompson, Direktur Utama Cabang Layanan Meteorologi di Kementerian Air, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Jamaika, telah mengingatkan publik bahwa wilayah barat daya akan menjadi titik masuk utama badai.

“Kami memang mengatakan bahwa [ketika] sistem tersebut… mencapai daratan, badai tersebut diperkirakan masih berkekuatan kategori lima,” ujar Thompson dalam konferensi pers di Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC), yang berlokasi di Kantor Kesiapsiagaan Bencana dan Manajemen Darurat (ODPEM), Kingston.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dilaporkan oleh JIS, lembaga komunikasi resmi pemerintah Jamaika.

Thompson menjelaskan bahwa inti badai, yang berisi angin paling kuat dan curah hujan tertinggi, berpotensi menimbulkan kerusakan berskala bencana di area terdampak.

4. Apa yang Membuat Melissa Unik?

Badai Melissa bukan sekadar badai kuat — ia juga menjadi simbol dari perubahan iklim global. Para ahli menyebut badai ini sebagai bukti bahwa pemanasan laut akibat gas rumah kaca telah meningkatkan intensitas badai tropis di seluruh dunia.

Data dari World Meteorological Organization (WMO) menunjukkan bahwa frekuensi badai kategori tinggi meningkat hampir dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Suhu laut yang hangat mempercepat pembentukan awan dan energi di atmosfer, membuat badai seperti Melissa lebih cepat tumbuh dan lebih lama bertahan.

5. Bagaimana Dunia Merespons?

Bantuan internasional segera mengalir ke Jamaika setelah laporan kerusakan besar meluas di media. Beberapa negara Karibia lain seperti Haiti dan Kuba juga bersiap menghadapi dampak sisa badai yang bergerak ke arah timur laut.

Pemerintah Jamaika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi evakuasi. Dalam siaran persnya, Thompson menambahkan:

“Kami memperkirakan kekuatannya akan berkurang secara bertahap seiring pergerakannya melewati pulau. Kekuatannya akan turun ke kategori empat, mungkin juga kategori tiga saat meninggalkan negara ini,”
ujarnya.

6. Pelajaran dari Badai Melissa

Melissa mengingatkan dunia bahwa badai bukan hanya fenomena cuaca, melainkan alarm nyata tentang krisis iklim global. Perubahan suhu laut sekecil apa pun dapat menciptakan badai yang lebih dahsyat, lebih lama, dan lebih merusak.

Bagi negara-negara kepulauan seperti Jamaika dan Indonesia, kesiap-siagaan terhadap bencana alam menjadi sangat penting — mulai dari sistem peringatan dini, infrastruktur tahan badai, hingga edukasi masyarakat.

Di balik kehancurannya, Badai Melissa membawa pesan kuat bahwa bumi sedang memberi peringatan. Seperti namanya yang lembut namun mematikan, Melissa mengajarkan bahwa alam tidak pernah main-main ketika keseimbangannya terganggu.

Tags: Badai MelissaBencana AlamCuacaJamaika
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.

Related Posts

Ilustrasi Iran dan Amerika - Intiporia/Edited
Dunia

Kondisi Terkini di Iran, Dampak Serangan AS-Israel

3 Maret 2026
Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia – Amerika Serikat (Dok. Setneg)
Sekilas

MUI Desak Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran

2 Maret 2026
Transfer data dalam perjanjian Indonesia-AS
Dunia

Transfer Data Lintas Batas, jadi Syarat Nego Perjanjian Indonesia-AS?

24 Februari 2026
TPA Cikolotok
Lingkungan

TPA Cikolotok: Menghitung Mundur Umur “Gunung” Sampah Purwakarta yang Penuh Drama

5 Februari 2026
Virus Nipah
Lingkungan

Berkenalan dengan Virus Nipah: Si “Sepupu” Jauh yang Lebih Galak dari COVID-19

2 Februari 2026
Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi - Dok. Humas Jabar
Sekilas

Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 41 Korban Teridentifikasi, Operasi SAR Terus Berlanjut

31 Januari 2026
Next Post
ovethinking

Teknik 5 Menit untuk Mengatasi Overthinking di Tengah Aktivitas Padat

  • Jalan Berlubang di Depan PT Iluva, Jl.Raya Cikopo, Purwakarta - Intiporia/Fauzan

    Jalan Berlubang di Depan PT Iluva: Tiga Korban Berjatuhan, Warga Desak Pemerintah Bertindak

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Presiden Prabowo Luncurkan Logo dan Tema HUT ke-80 Kemerdekaan RI

    653 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Wisata Alam Curug 7 Gunung Kujang Subang Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Joko Anwar Kembali dengan ‘Ghost in the Cell’ Horor Komedi di Balik Jeruji Besi yang Mengguncang

    653 shares
    Share 261 Tweet 163
  • 7 Daya Tarik Kampung KDM di Pasir Cabe Purwakarta, Hunian Nyunda yang Estetik!

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Creative Intiporia
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Creative Intiporia
  • Hubungi Kami

© 2025 All Right Reserved Intiporia - Intip Dunia yang Menyenangkan