Zaman sekarang, syarat jadi kepala daerah kayaknya bukan cuma pandai merumuskan kebijakan, tapi juga harus jago bikin konten.
Kalau nggak ada kamera yang ngikutin pas lagi bagi-bagi sembako atau marahin bawahan, rasanya ada yang kurang dari SOP kepemerintahan modern. Setidaknya, vibe itulah yang terasa kental di Kabupaten Purwakarta setahun belakangan ini.
Mari kita kenalan dengan duo pemimpin Purwakarta: Bupati Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, dan Wakilnya, Abang Ijo Hapidin.
Om Zein ini bukan orang sembarangan. Beliau dikenal punya relasi patronase yang kuat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Konon, mereka ini bestie sejak lama.
Jadi, jangan heran kalau gaya kepemimpinan Om Zein ini “KDM Core” banget. Sedikit-sedikit turun ke warga, interaksi humanis, direkam, lalu upload ke YouTube atau media sosial. Pokoknya, kalau soal engagement digital, beliau ini hatam betul.
Masalahnya, kalau Bupatinya sudah jadi content creator, idealnya sang Wakil yang ngurusin urusan dapur pemerintahan. Mengatur birokrasi, ngecek berkas, yang gitu-gitu lah. Tapi, Abang Ijo rupanya nggak mau kalah panggung. Beliau juga ikutan rajin bikin konten blusukan dan interaksi sama warga.
Hasilnya? Purwakarta seperti punya dua Creator solo yang kebetulan nyewa studio di gedung pemerintahan yang sama. Mereka nampak jalan sendiri-sendiri, sibuk dengan gimbal stabilizer dan clip-on wireless-nya masing-masing.
Nggak ada tuh kesan dwi-tunggal. Yang ada malah self-action yang bikin warga bingung: ini Pemkab Purwakarta atau management influencer?
Puncak komedi dari “Perang Dingin Konten” ini akhirnya meledak baru-baru ini.
Akun Instagram info daerah, @urangpurwakarta.id, bikin postingan jajak pendapat dalam rangka setahun kepemimpinan mereka berdua. Pertanyaannya standar: Puas, Tidak Puas, atau No Comment.
Normalnya, postingan begini isinya adu mekanik antara buzzer pemda dan barisan sakit hati.
Tapi, tiba-tiba muncul sebuah akun centang biru di kolom komentar. Yang nulis bukan warga biasa, melainkan sang Wakil Bupati sendiri, @abangijo.hapidin.
Lihat postingan ini di Instagram
Dengan menggunakan gaya bahasa yang bikin kita mengelus dada, Abang Ijo menulis:
“Dimulai dilantik sampe detik ini yang nama nya wakil bupati tidak pernah dilibatkan, coba bisa dicek di medsosnya bupati apakah ada vidio bareng abang ijo? 😅 apalagi membahas 👉 pak wakil barang kali ada saran masukan bagaimana caranya purwakarta ke depan lebih baik, masyarakat nya sejahtera??? Kalau gak percaya tanya @omzein_bupatiaing !!!”
Buset dah. Membaca komentar itu, saya yakin banyak warga Purwakarta yang hape-nya hampir lepas dari genggaman.
Bagaimana tidak? Seorang Wakil Bupati, orang nomor dua di sebuah kabupaten, memilih jalur curhat di kolom komentar Instagram akun info daerah untuk mengeluhkan Bupatinya sendiri!
Beliau bahkan menyuruh netizen mengecek feed medsos Bupati sebagai bukti sahih bahwa mereka nggak pernah bareng. Seolah-olah, tolak ukur kerukunan pejabat daerah sekarang dinilai dari seberapa sering mereka collab di TikTok atau Instagram.
Pertanyaan terbesarnya adalah: Apakah di Pemkab Purwakarta tidak ada fasilitas WhatsApp? Apakah sinyal di pendopo kabupaten seburuk itu sampai Pak Wakil tidak bisa japri Pak Bupati? A
tau jangan-jangan, ruang kerja mereka dipisahkan oleh Samudra Pasifik sehingga mustahil untuk sekadar mengetuk pintu dan ngobrol sambil ngopi?
Beragam reaksi netizen pun sudah bisa ditebak, banyak yang bertanya, menyayangkan, bahkan terkesan menertawakan.
Mungkin memang begitulah SOP birokrasi zaman now. Kalau ada masalah internal, jangan dibawa ke rapat paripurna, bawalah ke kolom komentar Instagram. Siapa tahu dapat likes banyak dan masuk FYP.
Setahun kepemimpinan yang seharusnya diisi dengan laporan pertanggungjawaban program kerja, malah disuguhi drama unboxing konflik internal secara live di media sosial.
Om Zein dan Abang Ijo sepertinya lupa, masyarakat Purwakarta itu butuh kolaborasi nyata untuk membangun daerah, bukan sekadar menonton dua pejabat berbalas story atau curhat layaknya anak ABG yang lagi musuhan karena rebutan follback.
Saran saya untuk Om Zein dan Abang Ijo, daripada perangnya cuma lewat sindiran dan curhat di IG orang, mending diselesaikan secara jantan ala content creator. Bikin video kolaborasi di YouTube, kasih judul clickbait: “KLARIFIKASI!! WAKIL BUPATI DANGGANGGUR SETAHUN? (EMOSI MENGURAS AIR MATA)”.
Pasti views-nya tembus jutaan. Lumayan, adsense-nya bisa buat nambah-nambah PAD Purwakarta.














