Siapa sih yang nggak kenal Situ Wanayasa? Buat warga Purwakarta atau kamu yang hobi touring ke arah Subang via Jalan Cagak, danau ini ibarat “pemberhentian wajib”. Selain udaranya yang sejuk karena ada di ketinggian 600 mdpl kaki Gunung Burangrang, tempat ini adalah lokasi paling pas buat makan Sate Maranggi sambil menikmati semilir angin pegunungan.
Tapi coba jujur, setiap kali kamu berfoto di pinggir danau, mata kamu pasti otomatis tertuju ke sebuah pulau kecil nan hijau di tengah-tengah air itu, kan? Saking seringnya jadi latar belakang foto, banyak yang cuma menganggap pulau itu sebagai “pajangan” pemanis pemandangan.
Padahal, si mungil ini punya nama dan sejarah yang nggak main-main. Kenalan yuk, namanya adalah Pasir Mantri!
1. “Pasir” yang Bukan Berarti Debu Pantai
Masyarakat lokal sering menyebutnya Penclut Pasir Mantri. Buat kamu yang belum tahu bahasa Sunda, jangan bayangkan pulau ini penuh pasir putih kayak di Bali, ya.
Dalam bahasa Sunda, “Pasir” itu artinya bukit kecil. Jadi, Pasir Mantri sebenarnya adalah sebuah puncak bukit yang tetap muncul ke permukaan meskipun area sekitarnya sudah menjadi genangan air Situ Wanayasa.
2. Rahasia “The Last Survivor”
Ada satu fun fact atau legenda yang jarang diketahui orang. Konon katanya, dahulu kala di area ini terdapat empat bukit kecil.
Namun, entah karena proses alam atau perubahan lingkungan, tiga bukit lainnya seolah “menghilang” dan tinggal menyisakan satu-satunya, yaitu Pasir Mantri. Ibarat sebuah grup musik, dia adalah personel terakhir yang masih aktif bertahan sampai sekarang. The real definition of a legend!
3. Rumah Abadi Para Ulama Besar
Nah, ini rahasia yang bikin Pasir Mantri sangat dihormati. Pulau ini bukan pulau kosong buat hura-hura, lho. Di dalamnya terdapat sekitar 33 makam leluhur dan ulama besar Purwakarta zaman dulu. Salah satunya adalah Kyai Ageung (Rd Tisna Direja), sosok “influencer” agama legendaris asal Banten yang sudah datang ke Wanayasa sejak tahun 1586.
Bayangkan, di zaman itu beliau sudah mendirikan Pesantren Saung Agung tepat di sekitar Situ Wanayasa dan memiliki 100 santri. Setelah beliau wafat pada 1603, jasadnya dikebumikan di pulau ini, diikuti oleh para santri dan keluarga besarnya. Jadi, vibes sejuk yang kamu rasakan di sini bukan cuma dari AC alam, tapi juga dari ketenangan spiritualnya.
4. Wisata “3-in-1” yang Gak Bikin Kantong Kering
Kenapa Situ Wanayasa masih tetap jadi primadona meskipun banyak wisata baru bermunculan? Karena di sini kamu bisa dapat paket lengkap:
- Wisata Alam: Pemandangan danau dan gunung yang asri.
- Wisata Kuliner: Berderet penjual sate maranggi dan makanan lokal.
- Wisata Sejarah & Religi: Jejak perjuangan Kyai Ageung di Pasir Mantri.
Lain kali kalau kamu ke Situ Wanayasa dan ambil foto dengan latar belakang pulau itu, kamu nggak cuma punya foto bagus, tapi juga punya cerita keren buat dibagikan. Pasir Mantri bukan sekadar gundukan tanah, tapi saksi bisu sejarah Purwakarta yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu.

















