Purwakarta — Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (FSP TSK) SPSI Kabupaten Purwakarta menggelar aksi damai dengan melakukan konvoi kendaraan bermotor di sejumlah ruas jalan utama Purwakarta, Senin 22 Desember 2025. Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Aksi dipimpin langsung oleh Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Purwakarta, Rahmat Saepudin.
Rahmat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi buruh terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai membutuhkan perhatian dan respons konkret dari pemerintah serta pemangku kebijakan terkait.
“Buruh turun ke jalan bukan untuk mencari keributan. Kami menyampaikan aspirasi secara sah, damai, dan bermartabat. Ini adalah suara yang lahir dari konsolidasi dan kajian bersama,” ujar Rahmat Saepudin.
Ia menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki komitmen untuk menjaga kondusivitas dan stabilitas hubungan industrial.
Menurutnya, keberlanjutan dunia usaha harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak pekerja.
“Kami percaya dialog adalah jalan terbaik. Namun dialog harus diiringi dengan kemauan untuk mendengar dan keberanian untuk mengambil keputusan yang adil bagi buruh,” lanjutnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan massa buruh bergerak secara terkoordinasi dengan membawa atribut serikat, bendera organisasi, serta menggunakan mobil komando sebagai sarana penyampaian orasi dan pernyataan sikap. Aksi berlangsung aman dan terkendali, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
Rahmat Saepudin menegaskan bahwa FSP TSK SPSI Kabupaten Purwakarta akan terus mengawal aspirasi buruh melalui jalur konstitusional dan membuka ruang dialog lanjutan dengan seluruh pihak terkait.
“Kami tidak menuntut berlebihan. Yang kami perjuangkan adalah keadilan, kepastian, dan masa depan buruh yang lebih layak,” tegasnya.
Hingga rilis berita ini diturunkan, aksi konvoi dan penyampaian aspirasi buruh masih berlangsung secara tertib dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa buruh tetap mengikuti arahan koordinator lapangan sambil menunggu respons dari pihak terkait. Serikat pekerja menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi tetap aman serta mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional.

















