Purwakarta – Semangat dan kerja keras membawa Nazya Dianra Pirgiyana, atlet pencak silat berusia 14 tahun, menjadi salah satu atlet muda berprestasi yang membanggakan daerahnya. Bergabung dengan Perguruan Sinar Kencana Mekar, Nazya telah menorehkan berbagai prestasi gemilang sejak usia dini.
Nazya mulai berlatih pencak silat sejak usia 5 tahun. Awalnya, ia didaftarkan oleh orang tuanya untuk membangun rasa percaya diri dan kedisiplinan. Namun, siapa sangka latihan tersebut justru menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap olahraga bela diri tradisional Indonesia ini. Seiring berjalannya waktu, bakat dan ketekunannya semakin terlihat.
Perjalanan kariernya dimulai dari mengikuti pertandingan tingkat kecamatan saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Melihat perkembangan dan potensinya, pelatih kemudian mendorong Nazya untuk mengikuti kejuaraan yang lebih besar hingga akhirnya ia dipercaya menjadi perwakilan daerah dalam berbagai ajang bergengsi.
Prestasi yang diraih Nazya pun tidak sedikit. Ia berhasil meraih Juara 1 Kejurkab O2SN selama empat tahun berturut-turut pada 2019, 2020, 2021, dan 2022. Tak hanya itu, ia juga mengikuti event tingkat nasional dan berhasil membawa pulang medali emas dan perak. Pada tahun 2024, Nazya kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih Juara 1 Pekan Olahraga Pesantren serta beberapa kali menjadi perwakilan daerah di tingkat provinsi.
Bagi Nazya, motivasi terbesarnya adalah membanggakan orang tua, pelatih, dan sekolah. Ia juga ingin membuktikan bahwa perempuan mampu berprestasi tinggi dalam dunia pencak silat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa bersaing dan meraih prestasi,” ujarnya.
Menjadi atlet tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Latihan yang hampir dilakukan setiap hari menuntut konsistensi dan ketahanan fisik yang kuat. Selain itu, Nazya juga harus pandai membagi waktu antara sekolah dan latihan, terutama menjelang pertandingan. Untuk menjaga stamina dan semangat, ia rutin beristirahat cukup, menjaga pola makan, serta selalu mengingat tujuan awalnya sebagai atlet. Dukungan keluarga dan pelatih menjadi sumber kekuatan utama dalam perjalanannya.
Menurut Nazya, pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari budaya bangsa yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Ia berharap semakin banyak anak muda yang tertarik untuk menekuni pencak silat sebagai sarana pengembangan diri sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Dengan usia yang masih sangat muda dan deretan prestasi yang telah diraih, Nazya Dianra Pirgiyana menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang, disiplin, dan berani bermimpi besar.
Oleh : Arief Rachman
















