Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi memutuskan untuk merelokasi warga yang terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat. Langkah strategis ini diambil setelah beliau meninjau langsung kondisi di lapangan pada Sabtu, 24 Januari 2026..
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, Dedi mengamati bahwa area perbukitan di wilayah tersebut telah didominasi oleh perkebunan sayur. Kondisi kontur tanah yang curam dipadukan dengan jenis tanaman tersebut dinilai sangat rentan memicu longsor susulan, sehingga wilayah itu dianggap tidak lagi aman untuk ditinggali.
“Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ucap sosok yang akrab disapa KDM tersebut saat berada di Kecamatan Cisarua.
Sebagai langkah penanganan cepat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat yang selamat untuk tinggal sementara di kontrakan selama dua bulan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga guna menutupi biaya sewa rumah dan kebutuhan hidup harian.
Di sisi lain, bagi keluarga korban yang meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan duka sebesar Rp25 juta per kepala keluarga sebagaimana dalam keterangan yang dirilis Humas Jabar.
Saat ini, KDM menegaskan bahwa fokus utama Pemda Provinsi Jawa Barat adalah memaksimalkan pencarian korban yang masih tertimbun serta memulai upaya restorasi lingkungan. Proses evakuasi tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas, serta para relawan.

















