Purwakarta – Pembangunan berbasis kearifan lokal kini tengah menjadi tren, namun apa yang dilakukan di Kampung KDM Pasir Cabe membawa konsep ini ke level yang lebih tinggi.
Berlokasi di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, proyek besutan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) ini bukan sekadar pemukiman biasa, melainkan sebuah manifestasi budaya yang memanjakan mata.
Sebelumnya, KDM juga melakukan pembangunan berbasis kampung adat dan budaya serupa di sejumlah kabupaten di Jawa Barat, seperti Subang, Sukabumi, Cianjur, dan saat ini yang masih dalam proses pembangunan di Purwakarta.
Berikut adalah 7 daya tarik utama yang membuat Kampung KDM Pasir Cabe layak menjadi perbincangan:
1. Arsitektur Rumah Panggung yang Ikonik
Setiap unit di Kampung KDM dirancang dengan model rumah panggung khas Sunda. Struktur ini tidak hanya memberikan nilai estetika tradisional yang kuat, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan iklim tropis.
Desain atapnya pun mengambil inspirasi dari filosofi arsitektur Sunda yang dikenal sangat fungsional namun megah.

2. Material Alami: Bambu, Kayu, dan sentuhan aksesoris khas
Salah satu ciri khas yang paling menonjol dari Kampung KDM adalah penggunaan material alam. Dinding berbahan anyaman bambu (bilik) dikombinasikan dengan kerangka kayu yang kokoh.
Sentuhan ini menciptakan suasana rumah yang sejuk, hangat, dan tentu saja sangat Instagramable bagi para pecinta fotografi.

3. View Spektakuler Waduk Jatiluhur
Berada di titik ketinggian Pasir Cabe, hunian ini menawarkan pemandangan yang jarang dimiliki pemukiman lain.
Dari teras rumah, penghuni bisa langsung memandang luasnya hamparan air Waduk Jatiluhur. Birunya air danau yang bersinergi dengan langit sore menciptakan suasana tenang yang sulit didapatkan di daerah perkotaan.

4. Berlatar Megahnya Gunung Lembu
Selain panorama air, sisi darat Kampung KDM juga tidak kalah memukau. Berdiri gagah di kejauhan, Wisata Alam Gunung Lembu menjadi latar belakang alami yang menyempurnakan lanskap kampung ini.
Perpaduan gunung, danau, dan lembah membuat lokasi ini terasa seperti sebuah resort eksklusif di tengah alam liar.

5. Rencana Pembangunan 50 Unit Rumah
Proyek ini direncanakan akan membangun sekitar 50 unit rumah yang tertata rapi mengikuti kontur tanah.
Dengan jumlah tersebut, Kampung KDM diproyeksikan menjadi sebuah komunitas yang solid dengan tata ruang yang terintegrasi, namun tetap mempertahankan privasi dan kenyamanan bagi setiap penghuninya.
6. Mengedepankan Filosofi “Nyunda”
Pembangunan Kampung KDM adalah upaya nyata Kang Dedi Mulyadi untuk mengembalikan identitas Jawa Barat.
Di sini, nilai-nilai “Nyunda” tidak hanya hadir dalam bentuk fisik bangunan, tetapi juga dalam tata cara hidup yang harmonis dengan alam. Ini adalah antitesis dari pembangunan beton yang seringkali mengabaikan kearifan lokal.
7. Potensi Destinasi Wisata Edukasi Arsitektur
Dengan keunikan yang dimilikinya, Kampung KDM Pasir Cabe berpotensi besar menjadi destinasi wisata baru.
Peneliti, mahasiswa arsitektur, hingga wisatawan umum bisa belajar bagaimana bahan-bahan tradisional bisa disulap menjadi hunian yang elegan, fungsional, dan memiliki nilai ekonomi tinggi di masa depan.
Kampung KDM di Pasir Cabe, Panyindangan, adalah bukti bahwa pembangunan modern bisa berjalan beriringan dengan tradisi.
Dengan pemandangan Waduk Jatiluhur dan Gunung Lembu, tempat ini menjadi standar baru bagi pembangunan desa di Jawa Barat yang berkarakter dan berwawasan lingkungan.

















